Dalam kilas balik pernikahan, banyak pelajaran yang kami peroleh. Enam tahun pernikahan istriku minta hamil lagi. Ada sedikit perbedaan pendapat, karena disaat pacaran dulu kita sepakat untuk mempunyai dua anak yang jarak usianya lebih dari empat tahun. Ketika hamil pertama ternyata anak kami kembar perempuan. Bagiku ini sudah cukup, tapi bagi istriku ini belum hamil yang kedua.
Singkat cerita akhirnya istriku hamil lagi. Dan ternyata jabang yang ada dalam perut istriku, perempuan lagi. Walaupun tidak harus, namun dalam hati kecil kami, ada terbersit mengharap anak laki. Sempat muncul kekecewaan dalam diri kami. Namun kami segera beristighfar.
Ketakutan mempunyai anak perempuan ini sempat menjadi kezaliman orang-orang dulu. Anak perempuan dianggap aib, sehingga seringkali dikubur hidup-hidup.
16:57. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).
16:58. Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.
16:59. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.
Kembali kami beristighfar dan bertaubat. Kamipun ingat riwayat Nabi Muhammad yang juga tidak mempunyai anak laki-laki. Namun beliau mengangkat anak laki-laki berkulit hitam, dan beliau mempunyai menantu laki-laki.
33:40. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Akhirnya kami menyadari bahwa anak perempuan maupun anak laki sama saja. Yang penting adalah bagaimana kita menjalankan fungsi dan tanggungjawab untuk membimbing dan mengantar anak ke gerbang akil baliq yang diridhoi Allah.
Dalam perjalanan waktu, kami mengasuh anak yatim yang diantaranya juga ada anak laki. Dengan perjalanan waktu, kelak insya Allah kami akan punya mantu laki-laki.
42:49. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,
.
Jumat, Agustus 29, 2008
Saling Sabar
Kemarin. Untuk merayakan HUT Pernikahan, kami sekeluarga berencana untuk makan malam bersama (karena kebetulan hari Kamis, sekalian buka puasa) di restoran Cinere. Aku belum menentukan direstoran mana, karena biasanya akan ada debat dulu diantara keluarga. Si bungsu ingin pizza, yang gede steak atau japanese, istriku capcay, mbak yang satu mie baso, yang satunya lagi empek2, sedangkan aku senang ikan. Aku menikmati debat ini, karena pada akhirnya, sebagai kepala keluarga, aku yang menentukan.Sebelum aku menentukan, biasanya ada yang mulai mengalah dan setuju dengan pilihan yang lain. Lalu mulailah terbentuk koalisi-koalisi pilihan. Kalau koalisinya tidak bulat, maka sebagai pemimpin yang demokratis, aku akan memilih koalisi terbesar. Sampai saat ini belum ada yang protes terhadap proses ini.
Aku meluncur dari kantor, sedang keluargaku akan meluncur dari rumah. Diperjalanan, istriku menelpon bahwa ban mobil kempes. Lalu tetangga yang bisa bantu, sedang tidak ada. Jadi makan malam diluar diganti dengan makan malam dirumah. Kerena malam ini dirumah tidak masak maka kami memesan menu delivery.
Makan malam cukup meriah, berdelapan kami duduk mengitari meja oval, sambil bertanya dan bercerita seputar hari pernikahan dan masa pacaran.
Sebelum makan malam, acara diawali dengan saling mengucapkan terimakasih antara istri dan aku. Istriku bersyukur telah melalui kehidupan bersama yang indah, aku juga bersyukur telah mendapatkan dorongan untuk berbuat kebaikan dan menjaga diri.
9:71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Kemudian ibu mertua, mbak-mbak dan anak-anak bergantian mengucapkan selamat dan mendoakan. Salah satu doa dari anak yang gede adalah ”..Semoga semakin sabar dalam menghadapi polah anak-anaknya...”
103:1. Demi masa.
103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
103:3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
”Oke. Kita saling sabar. Deal ?”
”Deal..!!"
"Peace!!.."
"Tos..!!”
“Amin Ya Rabbal alamin”
.
Kamis, Agustus 28, 2008
Pernikahan Sederhana
Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami.Lima belas tahun yang lalu kami melaksanakan ijab-kabul pernikahan, disaksikan oleh keluarga dan beberapa teman kantor dan teman semasa kuliah. Acara akad nikah dibuat sederhana, diadakan di Masjid Pertanian Ragunan. Pada acara itu kami hanya menyuguhkan aneka snack yang dibeli di pasar subuh Senen.Aku menggunakan jas almamater, peci Aceh pemberian calon istri dan dasi pemberian calon mertua. Calon istriku terlihat cantik mengenakan kebaya kuning gading dengan untaian melati di kepala. Para anggota keluarga mengenakan pakaian bebas karena tidak ada seragam dalam acara itu.
Dalam acara pernikahan kami hanya ada akad nikah, tanpa walimahan atau resepsi. Pertimbangan utamanya adalah karena sebagai pasangan muda yang masih menapak, kami lebih mengutamakan menggunakan dana yang dimiliki untuk membayar DP (down payment) rumah sederhana. Istriku dan aku sepakat bahwa kesakralan pernikahan bukanlah pada adanya resepsi yang meriah, tetapi kesungguhan kami saat mengucap ijab-kabul. Sesuai kemampuan saat itu, kami tidak perlu merayakan secara berlebihan.
25:67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
Usai akad nikah, kami menuju ke Bandara untuk berbulan madu di Lombok. Ditengah jalan ada truk besar mogok yang menghalangi jalan, sehingga kami tiba di check-in counter 20 menit menjelang jadwal keberangkatan. Petugas minta maaf, karena kami tidak hadir 30 menit sebelum jadwal, maka sesuai prosedur, tiket kami telah diberikan pada penumpang waiting list lain.
Manusia berencana, Tuhan menentukan. Kami tidak jadi berbulan madu di Lombok, tetapi di rumah kontrakan kami.
Walaupun di rumah kontrakan, hasilnya kembar..
.
Edukasi Konsumtif
Malam itu sepulang dari kantor, kulihat istri, anakku dan mbaknya sedang asyik mengerjakan prakarya. Rupanya diminta oleh sekolah untuk membuat prakarya alat elektronik dari dus, dan mau masuk TV – TPI, besok. Prakarya yang dibuat berupa TV lengkap dengan antena, remote control, gambar acara TV dan tulisan TPI dipojok kiri atas.
Karena kebetulan bos lagi dinas ke Amrik, kemarin aku cuti untuk urusan perpanjangan SIM dll. Sebelum ngurus SIM yang mulainya agak siang, paginya aku sempatkan mengantar anakku ke SD 03 Depok, sekalian memberi semangat untuk ’tampil’ di TV dengan prakaryanya.
Setiba disekolah, kulihat telah banyak persiapan, termasuk drumband sekolah. Yang lebih kaget lagi, dimana-mana ada spanduk reklame dari salah satu operator telpon seluler. O, rupanya ada kerjasama TPI dan operator ponsel membuat acara ”profil sekolah”.
Dengan tema ’belajar sambil bermain’, setengah harian anak-anak SD tersebut diberi aneka game yang menyenangkan. Lalu dapat hadiah dari operator ponsel. Lalu didepan kamera meneriakkan slogan2 dan mempromosikan untuk memilih operator ponsel tersebut. Anakku tidak dapat hadiah karena mis informasi. Yang dapat hadiah adalah yang membuat prakarya handphone yang digunakan oleh si operator ponsel.
Bagaimanapun, anakku yang kelas 3 SD sangat terkesan. Dirumah dia bercerita betapa enaknya metode ’belajar sambil bermain’, dan berharap bisa sering dilakukan.
Dizaman kompetisi ini, kecerdikan marketing dan penjualan telah masuk ke tahap yang super agresif. Anak-anak sudah menjadi target promosi dan konsumtif, karena anak-anak sudah menjadi salah satu pengambil keputusan untuk memilih dan membeli barang. Keinginan anak akan dipenuhi orang tuanya. Karena orang tua mencintai anak.
3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Karena kebetulan bos lagi dinas ke Amrik, kemarin aku cuti untuk urusan perpanjangan SIM dll. Sebelum ngurus SIM yang mulainya agak siang, paginya aku sempatkan mengantar anakku ke SD 03 Depok, sekalian memberi semangat untuk ’tampil’ di TV dengan prakaryanya.
Setiba disekolah, kulihat telah banyak persiapan, termasuk drumband sekolah. Yang lebih kaget lagi, dimana-mana ada spanduk reklame dari salah satu operator telpon seluler. O, rupanya ada kerjasama TPI dan operator ponsel membuat acara ”profil sekolah”.
Dengan tema ’belajar sambil bermain’, setengah harian anak-anak SD tersebut diberi aneka game yang menyenangkan. Lalu dapat hadiah dari operator ponsel. Lalu didepan kamera meneriakkan slogan2 dan mempromosikan untuk memilih operator ponsel tersebut. Anakku tidak dapat hadiah karena mis informasi. Yang dapat hadiah adalah yang membuat prakarya handphone yang digunakan oleh si operator ponsel.
Bagaimanapun, anakku yang kelas 3 SD sangat terkesan. Dirumah dia bercerita betapa enaknya metode ’belajar sambil bermain’, dan berharap bisa sering dilakukan.
Dizaman kompetisi ini, kecerdikan marketing dan penjualan telah masuk ke tahap yang super agresif. Anak-anak sudah menjadi target promosi dan konsumtif, karena anak-anak sudah menjadi salah satu pengambil keputusan untuk memilih dan membeli barang. Keinginan anak akan dipenuhi orang tuanya. Karena orang tua mencintai anak.
3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Selasa, Agustus 26, 2008
Yang Penting Bertaqwa

Makan siang merupakan arena pembicaraan yang seru. Mau urusan pekerjaan, politik, infotainment, kriminal, humor, de el el. Salah satu topik makan beberapa hari lalu adalah tentang penetapan awal puasa.
”Aku sih ikut rukyat. Bulan nongol, baru besoknya aku puasa. Nggak pake neko-neko. Apa yang dicontohkan pembawa agama ini, ya ikuti. Memangnya para astronom yang nyuruh puasa?”
”Kalau aku ikut hisab. Modern tidak jadul. Mudah bikin rencana. Wong solat saja sudah pake waktu dengan keakuratan menit”
”Aku ikut yang mulai puasanya belakangan dan masuk lebaran duluan. He.. he..”
”Biar afdhol dan tidak ragu, aku ikut yang puasanya duluan dan lebaran belakangan. Pokoknya puasa 30 hari”
”Aku sih nggak pengaruh. Soalnya setiap awal bulan aku lagi M.”
”Kalau kamu?”, mereka memandangku.
Aku mengangkat bahu.”Kita rame disini membahas bulan baru, kayaknya nun diatas sana Bulan nya tenang-tenang saja tuh. Bergerak dengan kecepatan ’sama’ dari tahun lalu sampai tahun ini”
14:33. Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
”Karena posisi matahari-bumi-bulan, maka bulan terlihat dengan berbagai bentuk, bulan muda, bulan sabit, bulan purnama, bulan sabit, bulan tua.
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Dengan kecepatan bergerak yang sama, manusia bisa menentukan waktu matahari terbit, bulan purnama, gerhana matahari dan gerhana bulan hingga ratusan bahkan ribuan tahun kedepan”
10:5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
”Jadi?”, tanya temanku
”Puasa Ramadhan itu wajib. Idul Fitri itu haram puasa. Nah kalau urusannya wajib dan haram, maka perbedaan 1 hari dalam penentuan awal bulan berarti melanggar perintah atau larangan. Dosa dong.
Saranku, supaya golongan rukyat dan golongan hisab damai dan tenang, tidak merasa berdosa dan tidak menuduh orang lain berdosa, akan lebih baik bila dilakukan penelitian bersama. Di uji ratusan/ribuan orang muda yang matanya sehat, untuk melihat hilal. Penelitian bisa dilakukan untuk penentuan bulan baru selama 9 bulan diluar bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah dan dilakukan diberbagai belahan dunia.
Hasilnya didiskusikan dan disepakati. Misalnya, disepakati bahwa orang sehat mampu melihat hilal pada posisi 2 derajat. Berdasarkan kesepakatan itu, maka dengan ilmu dan teknologi yang ada sekarang, akan mudah memperkirakan posisi bulan baru yang terlihat oleh mata orang sehat. Bahkan posisi untuk 1000 tahun kedepan sudah bisa diperhitungkan (dengan asumsi tidak ada bencana galaktik)”
”Jadi kamu ikut yang mana?”, tanya temanku
Aku diam agak lama. Membuat mereka penasaran.
”Aku sih bismillah saja. Yang penting bertaqwa.”
2:189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Dan makan siangpun bubarr..
.
”Aku sih ikut rukyat. Bulan nongol, baru besoknya aku puasa. Nggak pake neko-neko. Apa yang dicontohkan pembawa agama ini, ya ikuti. Memangnya para astronom yang nyuruh puasa?”
”Kalau aku ikut hisab. Modern tidak jadul. Mudah bikin rencana. Wong solat saja sudah pake waktu dengan keakuratan menit”
”Aku ikut yang mulai puasanya belakangan dan masuk lebaran duluan. He.. he..”
”Biar afdhol dan tidak ragu, aku ikut yang puasanya duluan dan lebaran belakangan. Pokoknya puasa 30 hari”
”Aku sih nggak pengaruh. Soalnya setiap awal bulan aku lagi M.”
”Kalau kamu?”, mereka memandangku.
Aku mengangkat bahu.”Kita rame disini membahas bulan baru, kayaknya nun diatas sana Bulan nya tenang-tenang saja tuh. Bergerak dengan kecepatan ’sama’ dari tahun lalu sampai tahun ini”
14:33. Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
”Karena posisi matahari-bumi-bulan, maka bulan terlihat dengan berbagai bentuk, bulan muda, bulan sabit, bulan purnama, bulan sabit, bulan tua.
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Dengan kecepatan bergerak yang sama, manusia bisa menentukan waktu matahari terbit, bulan purnama, gerhana matahari dan gerhana bulan hingga ratusan bahkan ribuan tahun kedepan”
10:5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
”Jadi?”, tanya temanku
”Puasa Ramadhan itu wajib. Idul Fitri itu haram puasa. Nah kalau urusannya wajib dan haram, maka perbedaan 1 hari dalam penentuan awal bulan berarti melanggar perintah atau larangan. Dosa dong.
Saranku, supaya golongan rukyat dan golongan hisab damai dan tenang, tidak merasa berdosa dan tidak menuduh orang lain berdosa, akan lebih baik bila dilakukan penelitian bersama. Di uji ratusan/ribuan orang muda yang matanya sehat, untuk melihat hilal. Penelitian bisa dilakukan untuk penentuan bulan baru selama 9 bulan diluar bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah dan dilakukan diberbagai belahan dunia.
Hasilnya didiskusikan dan disepakati. Misalnya, disepakati bahwa orang sehat mampu melihat hilal pada posisi 2 derajat. Berdasarkan kesepakatan itu, maka dengan ilmu dan teknologi yang ada sekarang, akan mudah memperkirakan posisi bulan baru yang terlihat oleh mata orang sehat. Bahkan posisi untuk 1000 tahun kedepan sudah bisa diperhitungkan (dengan asumsi tidak ada bencana galaktik)”
”Jadi kamu ikut yang mana?”, tanya temanku
Aku diam agak lama. Membuat mereka penasaran.
”Aku sih bismillah saja. Yang penting bertaqwa.”
2:189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Dan makan siangpun bubarr..
.
Mengendalikan Obsesi
Disela membesuk Pak Ustad, kami mengobrol dengan salah satu anaknya yang kuliah di UIN. (Pak Ustad sendiri adalah lulusan PTIQ -Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, dan telah hafal Al Quran yang ayatnya enam ribu lebih.) Sang anak bercerita bahwa Pak Ustad sedang memutar haluan gaya dakwah, dari tradisionil ke modern. Pak Ustad berencana akan menyampaikan dakwah dengan cara masuk ke trend anak muda dan menggunakan teknologi IT.
Rencana Pak Ustad ini cukup mengagetkan aku. Maklum, diantara 4 ustad di komplek kami, beliau termasuk yang kurang luwes dan kurang segar dibanding 2 ustad lainnya (kalau disimak, isi ceramahnya berbobot). Pak Ustad sangat terobsesi untuk meningkatkan spiritualitas warga. Namun ternyata warga adalah orang kota yang kantornya puluhan kilometer dari rumah. Sehingga hanya mempunyai sedikit waktu untuk kegiatan spiritualitas. Aku juga merasa bersalah karena tidak bisa ikut dalam jamaah membaca dan menghapal Al Quran yang beliau bina. Mungkin obsesi vs kenyataan ini, yang tanpa disadari telah mendorong timbulnya stroke.
Benar atau salah analisa penyebab stroke Pak Ustad, aku hanya mencoba mengambil hikmah bahwa setiap individu mempunyai kebebasan memilih. Tak bisa dipaksakan. Bahkan untuk selevel Nabi Muhammad saja, Allah mengingatkan agar tidak terobsesi atau terbebani dalam mengubah orang lain.
2:272. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).
42:48. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).
Bagaimanapun, aku tetap salut dan hormat pada Pak Ustad. Jazakumullah khairan khatsiran. Semoga Allah membalas semua kebaikan Pak Ustad dengan hal-hal yang jauh lebih baik lagi.
.
Rencana Pak Ustad ini cukup mengagetkan aku. Maklum, diantara 4 ustad di komplek kami, beliau termasuk yang kurang luwes dan kurang segar dibanding 2 ustad lainnya (kalau disimak, isi ceramahnya berbobot). Pak Ustad sangat terobsesi untuk meningkatkan spiritualitas warga. Namun ternyata warga adalah orang kota yang kantornya puluhan kilometer dari rumah. Sehingga hanya mempunyai sedikit waktu untuk kegiatan spiritualitas. Aku juga merasa bersalah karena tidak bisa ikut dalam jamaah membaca dan menghapal Al Quran yang beliau bina. Mungkin obsesi vs kenyataan ini, yang tanpa disadari telah mendorong timbulnya stroke.
Benar atau salah analisa penyebab stroke Pak Ustad, aku hanya mencoba mengambil hikmah bahwa setiap individu mempunyai kebebasan memilih. Tak bisa dipaksakan. Bahkan untuk selevel Nabi Muhammad saja, Allah mengingatkan agar tidak terobsesi atau terbebani dalam mengubah orang lain.
2:272. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).
42:48. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).
Bagaimanapun, aku tetap salut dan hormat pada Pak Ustad. Jazakumullah khairan khatsiran. Semoga Allah membalas semua kebaikan Pak Ustad dengan hal-hal yang jauh lebih baik lagi.
.
Ketegaran yang Sembunyi
Dibalik meriahnya hari kemerdekaan, tiba-tiba kami diberitahu bahwa kemarin salah satu ustad di komplek dilarikan ke rumah sakit. Kami berkunjung ke rumah sakit dan hanya bisa menjumpai istri dan anaknya, karena Pak Ustad masih di ruang ICU. Kami mengungkapkan empati dan mendoakan agar cepat sembuh. Aku lihat wajah istri dan anaknya tegar menghadapi cobaan ini.
Beberapa hari berikutnya aku dan keluarga ke luar kota. Sekembalinya, kami mendapat khabar bahwa Pak Ustad masih belum keluar dari ruang ICU. Rupanya waktu masuk rumah sakit, sudah ada pembuluh darah di kepala yang pecah, sehingga perlu discan dan dioperasi. Namun operasi belum bisa dilakukan karena kondisi fisik masih belum stabil.
Warga (khususnya kelompok pengajian) berkumpul untuk mencari jalan membantu Pak Ustad, karena biaya di ruang ICU mencapai jutaan rupiah per hari. Sementara Pak Ustad, walaupun mempunyai banyak tempat kerja, namun bukan pegawai tetap dan tidak dijamin asuransi kesehatan. Sedangkan saudara dan anggota keluarga yang lain, tidak lebih mampu dari Pak Ustad, bahkan beberapa saudara Pak Ustad dan Bu Ustad dinafkahi dari penghasilan Pak Ustad.
Ketika berdiskusi, istriku menyampaikan bahwa mengingat sifat pekerjaan dan pendapatan Pak Ustad, maka selama di rumah sakit dan masa penyembuhan tentu tidak ada penghasilan Pak Ustad. Sementara anak-anaknya ada yang sedang KKN, kuliah tingkat 2 dan SMA kelas 3, yang artinya membutuhkan biaya ekstra. Oleh karena itu, istriku menyanggupi untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak Pak Ustad.
Kemudian kami berkunjung lagi ke rumah sakit. Sudah ada kemajuan, dimana tangan kirinya sudah bergerak dan memijat-mijat tangan kanan. Pandangannya sudah mulai terarah, namun sulit mengenali orang karena tidak pakai kacamata. Bibir sudah mulai tersenyum.
Yang aku kagumi adalah, bahwa istri dan anaknya tetap menyambut kami dengan ramah. Dibalik masalah kesehatan suami dan biaya rumah sakit, mereka terlihat tegar. Wajah mereka tidak memperlihatkan beban atas masalah yang dihadapi.
Ketika istriku menyampaikan kepada istri Ustad bahwa kami siap membantu, bukan hanya biaya pengobatan, tetapi juga kelangsungan biaya pendidikan anak dan nafkah keluarga, kulihat istri Pak Ustad berlinang airmata dan memeluk istriku erat-erat. Namun tetap ketegarannya terlihat. Ia mengucapkan terimakasih dan mendoakan.
Aku kagum pada mereka.
2:273. (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Semoga lekas sembuh Pak Ustad.
Apapun yang telah terjadi, tentu akan memberi hikmah yang dalam.
Apapun yang akan terjadi di masa depan, tentu merupakan yang terbaik dari sisi Allah.
.
Beberapa hari berikutnya aku dan keluarga ke luar kota. Sekembalinya, kami mendapat khabar bahwa Pak Ustad masih belum keluar dari ruang ICU. Rupanya waktu masuk rumah sakit, sudah ada pembuluh darah di kepala yang pecah, sehingga perlu discan dan dioperasi. Namun operasi belum bisa dilakukan karena kondisi fisik masih belum stabil.
Warga (khususnya kelompok pengajian) berkumpul untuk mencari jalan membantu Pak Ustad, karena biaya di ruang ICU mencapai jutaan rupiah per hari. Sementara Pak Ustad, walaupun mempunyai banyak tempat kerja, namun bukan pegawai tetap dan tidak dijamin asuransi kesehatan. Sedangkan saudara dan anggota keluarga yang lain, tidak lebih mampu dari Pak Ustad, bahkan beberapa saudara Pak Ustad dan Bu Ustad dinafkahi dari penghasilan Pak Ustad.
Ketika berdiskusi, istriku menyampaikan bahwa mengingat sifat pekerjaan dan pendapatan Pak Ustad, maka selama di rumah sakit dan masa penyembuhan tentu tidak ada penghasilan Pak Ustad. Sementara anak-anaknya ada yang sedang KKN, kuliah tingkat 2 dan SMA kelas 3, yang artinya membutuhkan biaya ekstra. Oleh karena itu, istriku menyanggupi untuk membantu kebutuhan pendidikan anak-anak Pak Ustad.
Kemudian kami berkunjung lagi ke rumah sakit. Sudah ada kemajuan, dimana tangan kirinya sudah bergerak dan memijat-mijat tangan kanan. Pandangannya sudah mulai terarah, namun sulit mengenali orang karena tidak pakai kacamata. Bibir sudah mulai tersenyum.
Yang aku kagumi adalah, bahwa istri dan anaknya tetap menyambut kami dengan ramah. Dibalik masalah kesehatan suami dan biaya rumah sakit, mereka terlihat tegar. Wajah mereka tidak memperlihatkan beban atas masalah yang dihadapi.
Ketika istriku menyampaikan kepada istri Ustad bahwa kami siap membantu, bukan hanya biaya pengobatan, tetapi juga kelangsungan biaya pendidikan anak dan nafkah keluarga, kulihat istri Pak Ustad berlinang airmata dan memeluk istriku erat-erat. Namun tetap ketegarannya terlihat. Ia mengucapkan terimakasih dan mendoakan.
Aku kagum pada mereka.
2:273. (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Semoga lekas sembuh Pak Ustad.
Apapun yang telah terjadi, tentu akan memberi hikmah yang dalam.
Apapun yang akan terjadi di masa depan, tentu merupakan yang terbaik dari sisi Allah.
.
Tertawa itu Menyembuhkan

”Hmm, hmm”, hari ini sahabatku banyak bergumam.
”Kenapa sih lo ?”.
Sahabat menjawab dengan menunjuk pipi, membuka mulut dan menunjuk rongga mulutnya. ”Ake skt gege”
”O, sakit gigi. Kalau mau sembuh, coba ketawa ngakak”
Sahabatku merengut ”Sial lo, ngomong aja susah, malah disuruh ngakak”
Aku sampaikan pada sahabat mengapa aku menyarankan dia untuk tertawa.
Beberapa minggu yang lalu, aku juga mengalami sakit gigi. Karena kerjaan banyak, dan menganggap sebagai sakit gigi biasa yang 2 hari sembuh, maka aku tidak ke dokter. Pada hari ketiga sakit giginya semakin menjadi-jadi, sehingga sore harinya kutelpon Poliklinik kantor untuk daftar dokter gigi besok. Eh dijawab bahwa khusus dokter gigi tidak bisa daftar duluan, harus datang langsung besok.
Keesokan harinya, Jumat, 1 Agustus, saat berangkat aku sampaikan pada bang supir untuk langsung menuju poliklinik. Karena sakit gigi, disepanjang jalan aku tidak banyak bicara, tapi tetap mendengarkan radio2. Antara jam 6.30-7.00 ada acara favoritku di radio Gen FM, 98.7, yaitu Salah Sambung.
Hari itu Salah Sambungnya sangat lucu sehingga membuatku tertawa. Melihat aku tertawa, bang supir bercerita kejadian2 lucu. Salah satunya ketika para supir ‘ngerjain’ pegawai yang bencong. Penyampaian bang supir yang menirukan logat bencong dan usilnya para supir itu membuatku tertawa terpingkal-pingkal berlinang air mata. Sepanjang perjalanan.
Ketika sudah mendekati kantor, bang supir mengkonfirmasi apakah jadi ke poliklinik.
Aku ragu menjawabnya, karena sakit gigiku tidak terasa. Kugoyang-goyangkan rahang, kukunyah-kunyah, juga tidak terasa. Aku pukul-pukul pipiku, juga tidak terasa sakit. Tiba-tiba sakit gigiku sembuh !!.
Begitulah. Hari-hari berikutnya tidak terasa lagi sakit gigi. Dan aku bisa menikmati weekend yang indah bersama keluarga.
27:18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";
27:19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
So Friends, Tertawa itu sehat, bahkan tertawa itu menyembuhkan.
Cobalah..
Senin, Agustus 25, 2008
Hikmah Perang Dunia 2
Di Papua, kami juga sempat ke Pantai Hamadi, tempat pendaratan tentara AS, dan tugu Mac Arthur bekas Headquarter Pasukan AS di Pasifik BaratDaya, yang menjadi pangkalan AS untuk merebut kembali Filipina dari Jepang. Pada masa Perang Dunia II, Filipina adalah jajahan AS yang diduduki Jepang dan direbut kembali oleh AS.
Perang Jepang-AS merupakan perpanjangan area Perang Dunia II di Eropa yang diawali oleh serangan Jerman ke Polandia. Menurut sejarah, Hitler memulai perang dunia kedua atas dasar rasialisme. Dan Jepang memanfaatkan cheos di Eropa untuk menguasai Asia. Jepang ingin ’menjajah’ Asia dengan berdalih kebangkitan ras Asia dan mengusir penjajah Eropa.
Berkat Hitler, bangsa Eropa merasakan tidak enaknya dijajah dan diperlakukan rasialis. Setelah berhasil mengalahkan Hitler cs, bangsa Eropa ’sadar’ bahwa selama ini, selama berabad-abad, mereka telah "menjajah dan bertindak rasialis" terhadap bangsa lain. Sehingga setelah Perang Dunia II, muncullah trend baru di dunia untuk beramai-ramai berontak untuk merdeka di satu sisi, dan disisi lain memberi dan mendorong kemerdekaan kepada bangsa-bangsa Asia, Arab dan Afrika. Sayang bangsa asli Australia dan Amerika telah menjadi sangat minoritas ditanahnya sendiri.
Kita boleh bangga karena Indonesia termasuk salah satu lokomotif trend kemerdekaan Asia, Arab dan Afrika.
Bagaimanapun Perang Dunia II ada hikmahnya. Mungkin kita harus 'berterimakasih' kepada Hitler karena memberi pelajaran tentang hal yang salah. Kita berterimakasih kepada Eropa dan AS yang telah menggagalkan ambisi Hitler dan mau mengambil pelajaran. Dan kita berterimakasih kepada angkatan 45 yang terus belajar, mempelajari dan memperjuangkan dan berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Dan kita berterimakasih kepada senior-senior yang mau belajar untuk membangun bangsa ini
2:269. Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.
PD II telah berlalu, kita telah merdeka. Namun, ambisi penguasaan, penjajahan dan pemberontakan kemerdekaan kelihatannya akan terus terjadi disepanjang panggung sejarah manusia. Dalam berbagai bentuk dan silih berganti.
5:20. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain".
Perang Jepang-AS merupakan perpanjangan area Perang Dunia II di Eropa yang diawali oleh serangan Jerman ke Polandia. Menurut sejarah, Hitler memulai perang dunia kedua atas dasar rasialisme. Dan Jepang memanfaatkan cheos di Eropa untuk menguasai Asia. Jepang ingin ’menjajah’ Asia dengan berdalih kebangkitan ras Asia dan mengusir penjajah Eropa.
Berkat Hitler, bangsa Eropa merasakan tidak enaknya dijajah dan diperlakukan rasialis. Setelah berhasil mengalahkan Hitler cs, bangsa Eropa ’sadar’ bahwa selama ini, selama berabad-abad, mereka telah "menjajah dan bertindak rasialis" terhadap bangsa lain. Sehingga setelah Perang Dunia II, muncullah trend baru di dunia untuk beramai-ramai berontak untuk merdeka di satu sisi, dan disisi lain memberi dan mendorong kemerdekaan kepada bangsa-bangsa Asia, Arab dan Afrika. Sayang bangsa asli Australia dan Amerika telah menjadi sangat minoritas ditanahnya sendiri.
Kita boleh bangga karena Indonesia termasuk salah satu lokomotif trend kemerdekaan Asia, Arab dan Afrika.
Bagaimanapun Perang Dunia II ada hikmahnya. Mungkin kita harus 'berterimakasih' kepada Hitler karena memberi pelajaran tentang hal yang salah. Kita berterimakasih kepada Eropa dan AS yang telah menggagalkan ambisi Hitler dan mau mengambil pelajaran. Dan kita berterimakasih kepada angkatan 45 yang terus belajar, mempelajari dan memperjuangkan dan berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Dan kita berterimakasih kepada senior-senior yang mau belajar untuk membangun bangsa ini
2:269. Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.
PD II telah berlalu, kita telah merdeka. Namun, ambisi penguasaan, penjajahan dan pemberontakan kemerdekaan kelihatannya akan terus terjadi disepanjang panggung sejarah manusia. Dalam berbagai bentuk dan silih berganti.
5:20. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain".
.
Merdeka dari Rasialisme
17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tanggal ini juga merupakan hari ulang tahun ibuku, kakak iparku dan keponakanku. Biasanya, setelah upacara, kami makan-makan ultah. Namun 17 Agustus yang baru lalu sangat spesial. Kami ’merayakan’ kemerdekaan di Papua, di perbatasan RI dan Papua New Guinea.
Saat itu memang masih hangat masalah surat senat AS dan insiden Wamena, yang berkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sehingga menghirup udara diperbatasan negara, di hari kemerdekaan, benar-benar memberi makna tersendiri bagi kami.
Anakku sempat terkagum karena menemui banyak orang-orang yang berkulit hitam disepanjang jalan, dan mendengar logat bahasa Indonesia yang agak asing di telinga. Namun kami menekankan, bagi bangsa ini, perbedaan bukanlah masalah. Sesuai semboyan pada pita yang dibawa-bawa burung Garuda : Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga menekankan, bagi umat manusia di planet bumi ini, perbedaan warna kulit dan bahasa, seharusnya juga bukan masalah. Kita harus hidup merdeka dari kungkungan rasialisme.
30:22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Bagi kami, atmosfir Papua menyampaikan pesan bahwa Kemerdekaan dan Keutuhan NKRI bukan hanya keutuhan wilayah geografis. Tapi lebih jauh dari itu adalah bagaimana bangsa ini menghargai keanekaragaman sukubangsa. Dan menjadikan kebersamaan dalam keanekaragaman ini, sebagai kekuatan dan keunggulan yang membawa Indonesia sebagai salah satu bangsa besar di dunia.
Kemerdekaanpun akan bermakna bagi bangsa, apabila setiap individu rakyat, merasakan adanya saling menghargai dalam kebebasan memilih dan terbuka-lebarnya kesempatan untuk berkontribusi mewujudkan kesejahteraan bersama.
MERDEKA !!
Saat itu memang masih hangat masalah surat senat AS dan insiden Wamena, yang berkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sehingga menghirup udara diperbatasan negara, di hari kemerdekaan, benar-benar memberi makna tersendiri bagi kami.
Anakku sempat terkagum karena menemui banyak orang-orang yang berkulit hitam disepanjang jalan, dan mendengar logat bahasa Indonesia yang agak asing di telinga. Namun kami menekankan, bagi bangsa ini, perbedaan bukanlah masalah. Sesuai semboyan pada pita yang dibawa-bawa burung Garuda : Bhinneka Tunggal Ika. Kami juga menekankan, bagi umat manusia di planet bumi ini, perbedaan warna kulit dan bahasa, seharusnya juga bukan masalah. Kita harus hidup merdeka dari kungkungan rasialisme.
30:22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.
49:13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Bagi kami, atmosfir Papua menyampaikan pesan bahwa Kemerdekaan dan Keutuhan NKRI bukan hanya keutuhan wilayah geografis. Tapi lebih jauh dari itu adalah bagaimana bangsa ini menghargai keanekaragaman sukubangsa. Dan menjadikan kebersamaan dalam keanekaragaman ini, sebagai kekuatan dan keunggulan yang membawa Indonesia sebagai salah satu bangsa besar di dunia.
Kemerdekaanpun akan bermakna bagi bangsa, apabila setiap individu rakyat, merasakan adanya saling menghargai dalam kebebasan memilih dan terbuka-lebarnya kesempatan untuk berkontribusi mewujudkan kesejahteraan bersama.
MERDEKA !!
.
Profesi Ibu
Beberapa hari lalu, ketika ingin menyampaikan jadwal rapat dewan komisaris hingga akhir tahun ini, sang sekretaris menolak, ”jangan dikasih ke aku. Tidak lama lagi aku sudah bukan sekretaris di sini, aku mau keluar”.Melihat aku terdiam, dia menjelaskan ”Belum tahu ya.. setelah belasan tahun bekerja di udara dan beberapa tahun didarat, aku merasa sudah cukup aku bekerja. Dirumah sudah ada anak dan aku memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga”.
”Wah.. Congratulation !!”, ucapku.
Dia terheran. Akupun heran mengapa dia terheran.
“Baru pertama kali ada yang mengucapkan selamat atas rencanaku menjadi ibu rumah tangga. ???“, tanyanya.
”Tentu saja. Kamu khan memutuskan untuk menjalani suatu peran kehidupan yang exciting, penuh tantangan dan juga penuh kepuasan.”
Lalu aku bercerita bahwa beberapa tahun yang lalu, istriku juga mengambil keputusan yang sama. Walaupun sudah mempunyai kedudukan tinggi di kantornya, istriku menjelaskan alasan dan menyampaikan keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga.
Sebagai suami, tentu saja aku mendukung apapun yang bisa membuatnya bahagia. Tak ada risau sedikitpun bahwa pendapatan rumah tangga akan berkurang signifikan, karena bagaimanapun tanggungjawab menafkahi keluarga ada padaku pimpinan keluarga.
4:34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Selanjutnya dengan pendapatan keluarga yang berkurang, kami mencoba untuk menata ulang APBN rumah tangga. Semua komponen pengeluaran tetap ada, namun dengan porsi berkurang atau dengan inovasi efisiensi. Sandang-pangan yang bersih dan sehat, transportasi yang efisien, hiburan keluarga yang sederhana dan gembira, serta investasi yang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Yang lainnya di rem.
Karena tahu bahwa materi bukanlah tolok ukur kebahagiaan, kami tetap mencoba menjalani kehidupan ’baru’ dengan gembira dan bersyukur.
14:7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Peran istri dirumah ternyata memberi banyak manfaat. Hubungan dengan tetangga menjadi lebih komunikatif. Urusan ’bisnis’ keluarga dapat bebas dirancang.
Perhatian terhadap suami menjadi lebih fresshh..
30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Upaya bersama untuk berperan positif dan menghindari hal-hal negatif, menjadi lebih terkendali.
66:6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Upaya untuk menyambung generasi soleh juga lebih terprogram
46:15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Tetapi ..
Karena zaman sudah bergeser, globalisasi sudah merasuk ke pelosok, kami menyadari bahwa karakter dan budaya generasi sekarang sudah jauh berbeda dengan generasi kami. Ada tantangan bahwa anak-anak akan sepakat dengan teman-teman segenerasinya untuk mencap nasehat dan saran kami sebagai jadul banget.
46:17. Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?" lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka".
Inilah tantangan sebenarnya sebagai orang tua. Di era globalisasi dan informasi ini, bukan anak-anak yang harus mengikuti gaya komunikasi ortu, tetapi orangtua dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dan berkomunikasi ala generasi sekarang. Kalau orangtua gaptek, bisa gawat..
Sekali lagi, buat temanku yang mau beralih profesi menjadi ibu rumah tangga dan didukung oleh suaminya, aku ucapkan selamat menjalani kehidupan yang lebih EXCITING ..
Semoga dengan peran baru ini, lebih memancarkan aura inner beauty mu
.
Minggu, Agustus 24, 2008
Silaturahim First
Kebun rumah kami terbelah oleh jalan setapak, sehingga untuk menuju ke bagian kebun lainnya kami harus ‘menyeberang’. Dulunya lahan kebun ini menjadi satu. Namun karena yang punya ada di Menado dan batas lahannya belum dipagar, maka sedikit demi sedikit dilewati oleh warga untuk menjadi jalan pintas. Ketika kami berniat hendak membeli tanah tersebut, warga yang punya kepentingan memprovokasi dengan mengurug/memperkeras jalan setapak.
Kami membeli tanah tersebut utuh, namun warga ‘mendesak’ untuk dibuatkan jalan. Kami tidak keberatan, namun untuk keapikan, kami meluruskan jalan yang tadinya sedikit miring. Entah angin darimana, tersebar informasi bahwa kami menutup jalan yang diklaim merupakan hak warga. Beberapa tetangga jauh menegur dan meminta aku berlapang dada untuk memberi jalan.
Astagfirullah, setan sedang beraksi untuk mengadu domba.
17:53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Menyadari adanya fitnah/hasutan ini, dan untuk menghindari saling reaksi yang lebih keras, kami segera mengajak para tetangga untuk melihat sendiri adanya jalan yang membelah lahan. Lega rasanya bisa menunjukkan hal yang sebenarnya dan tentu saja memulihkan nama baik kami.
Terhadap tetangga yang memfitnah, kami memaafkan dan berusaha melanjutkan kehidupan bertetangga dengan baik. Alhamdulillah saat ini kami saling membantu dalam bertetangga.
42:40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang lalim.
4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Kejadian ini memberi kami dan warga suatu pelajaran yang baik yang menjadi landasan utama bertetangga, yaitu Utamakan Silaturahmi - hindari hasut.
.
Kami membeli tanah tersebut utuh, namun warga ‘mendesak’ untuk dibuatkan jalan. Kami tidak keberatan, namun untuk keapikan, kami meluruskan jalan yang tadinya sedikit miring. Entah angin darimana, tersebar informasi bahwa kami menutup jalan yang diklaim merupakan hak warga. Beberapa tetangga jauh menegur dan meminta aku berlapang dada untuk memberi jalan.
Astagfirullah, setan sedang beraksi untuk mengadu domba.
17:53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Menyadari adanya fitnah/hasutan ini, dan untuk menghindari saling reaksi yang lebih keras, kami segera mengajak para tetangga untuk melihat sendiri adanya jalan yang membelah lahan. Lega rasanya bisa menunjukkan hal yang sebenarnya dan tentu saja memulihkan nama baik kami.
Terhadap tetangga yang memfitnah, kami memaafkan dan berusaha melanjutkan kehidupan bertetangga dengan baik. Alhamdulillah saat ini kami saling membantu dalam bertetangga.
42:40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang lalim.
4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Kejadian ini memberi kami dan warga suatu pelajaran yang baik yang menjadi landasan utama bertetangga, yaitu Utamakan Silaturahmi - hindari hasut.
.
Manfaat Pohon

Subuh di hari Minggu memang berbeda dengan hari lain. Tidak ada aktivitas orang berangkat kantor dan anak berangkat ke sekolah (tingkat kemacetan di jabodetabek membuat anak SD pun harus berangkat lebih awal). Apalagi semalam ada acara puncak 17 Agustusan dengan panggung atraksi dan band remaja, hingga larut malam.
Subuh ini suasana rumahpun sunyi. Setelah selesai solat subuh, semua anggota keluarga melanjutkan tidur lelapnya. Kecuali aku. Aku termasuk yang mengalami kesulitan tidur setelah subuh.
Untuk mengisi waktu ba’da subuh, aku berlari-lari kecil di kebun sebelah rumah, stretching otot-otot tubuh, lalu menghirup dalam-dalam udara segar. Aaahhh…. Entah kenapa, terasa ada kenikmatan dan kepuasan luar biasa saat menghirup udara segar itu.
Beberapa tahun lalu, tanah disebelah rumahku ini, kosong tak terawat dan menjadi tempat buang krakal oleh tetangga2 disekitar. Maklum, si empunya tanah berada jauh di kota Manado.
Bertekad untuk ‘menghidupkan’, kami menjual mobil untuk membeli tanah tersebut.
Karena berada di wilayah komplek, tetangga menyangka dilahan tersebut kami akan membangun rumah atau bedeng untuk dikontrakkan. Tetapi mereka terheran2 ketika kami mulai menyingkirkan kerakal, menanam pohon buah-buahan, membiarkan rumput tumbuh, menata tanaman hias, menggali dua sumur, dan menempatkan kolam air mancur beserta ikannya di lahan itu. Sebagai tanda batas lahan, kami menata tanaman pagar. Kami bercocok tanam di kapling perumahan.
Waktu berjalan. Daun hijau merimbun, memberi udara segar. Tanah disebelah rumahku sudah menjadi kebun. Dan kebun, menarik perhatian bagi binatang. Aku melihat aneka belalang, capung, tawon, kupu-kupu, bunglon, dan burung-burung, datang dan singgah di kebunku.
Tahun berlalu. Rambutan, nangka, jambu, pisang, mangga, belimbing, delima, jeruk nipis, cabe, srikaya londo, berbuah bergantian. Ikan Mujair beranak pinak. Sumur2 tetap berisi air saat musim kemarau. Bukan hanya kami sekeluarga, tetapi tetangga dan famili juga menikmati hasil buah2an, ikan dan air sumur dari kebun kami.
Satu keuntungan lagi adalah; rumah kami tanpa AC dan tidak berlangganan PAM. Karena ternyata pohon itu selain memberi naungan dari matahari, juga mengubah CO2 (yang membuat lingkungan terasa panas) menjadi O2 (untuk bernapas) di siang hari, sehingga siang tidak terlalu panas dan udara segar. Di malam hari, pohon sedikit menghisap O2 dan mengubah menjadi CO2, sehingga malam tidak terlalu dingin. Pohon juga ‘menahan’ perjalanan awan, sehingga hujan lebih sering turun didaerah yang banyak pohon dibanding di daerah jarang pohon. Pohon menjaga hujan tidak langsung mengalir diatas permukaan tanah dan menjadi banjir. Akar pohon membantu penyimpanan air di dalam tanah.
Begitulah kata orang2 sedunia yang khawatir terhadap global warming. Mereka berseru agar manusia mengurangi kerusakan alam, dan mendorong untuk menghijaukan bumi.
Kerusakan alam, dampak dari pemenuhan keinginan manusia.
2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Mudah-mudahan kita bukanlah yang termasuk melakukan atau mempromosikan perusakan alam dengan sengaja.
5:33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
So teman, mari tetap mencari nikmat kehidupan dunia ini sambil diimbangi dengan upaya-upaya peremajaan ekosistem bumi. Mudah-mudahan kita bisa memberi sedikit kontribusi terhadap kenyamanan kehidupan di planet bumi.
28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Subuh ini suasana rumahpun sunyi. Setelah selesai solat subuh, semua anggota keluarga melanjutkan tidur lelapnya. Kecuali aku. Aku termasuk yang mengalami kesulitan tidur setelah subuh.
Untuk mengisi waktu ba’da subuh, aku berlari-lari kecil di kebun sebelah rumah, stretching otot-otot tubuh, lalu menghirup dalam-dalam udara segar. Aaahhh…. Entah kenapa, terasa ada kenikmatan dan kepuasan luar biasa saat menghirup udara segar itu.
Beberapa tahun lalu, tanah disebelah rumahku ini, kosong tak terawat dan menjadi tempat buang krakal oleh tetangga2 disekitar. Maklum, si empunya tanah berada jauh di kota Manado.
Bertekad untuk ‘menghidupkan’, kami menjual mobil untuk membeli tanah tersebut.
Karena berada di wilayah komplek, tetangga menyangka dilahan tersebut kami akan membangun rumah atau bedeng untuk dikontrakkan. Tetapi mereka terheran2 ketika kami mulai menyingkirkan kerakal, menanam pohon buah-buahan, membiarkan rumput tumbuh, menata tanaman hias, menggali dua sumur, dan menempatkan kolam air mancur beserta ikannya di lahan itu. Sebagai tanda batas lahan, kami menata tanaman pagar. Kami bercocok tanam di kapling perumahan.
Waktu berjalan. Daun hijau merimbun, memberi udara segar. Tanah disebelah rumahku sudah menjadi kebun. Dan kebun, menarik perhatian bagi binatang. Aku melihat aneka belalang, capung, tawon, kupu-kupu, bunglon, dan burung-burung, datang dan singgah di kebunku.
Tahun berlalu. Rambutan, nangka, jambu, pisang, mangga, belimbing, delima, jeruk nipis, cabe, srikaya londo, berbuah bergantian. Ikan Mujair beranak pinak. Sumur2 tetap berisi air saat musim kemarau. Bukan hanya kami sekeluarga, tetapi tetangga dan famili juga menikmati hasil buah2an, ikan dan air sumur dari kebun kami.
Satu keuntungan lagi adalah; rumah kami tanpa AC dan tidak berlangganan PAM. Karena ternyata pohon itu selain memberi naungan dari matahari, juga mengubah CO2 (yang membuat lingkungan terasa panas) menjadi O2 (untuk bernapas) di siang hari, sehingga siang tidak terlalu panas dan udara segar. Di malam hari, pohon sedikit menghisap O2 dan mengubah menjadi CO2, sehingga malam tidak terlalu dingin. Pohon juga ‘menahan’ perjalanan awan, sehingga hujan lebih sering turun didaerah yang banyak pohon dibanding di daerah jarang pohon. Pohon menjaga hujan tidak langsung mengalir diatas permukaan tanah dan menjadi banjir. Akar pohon membantu penyimpanan air di dalam tanah.
Begitulah kata orang2 sedunia yang khawatir terhadap global warming. Mereka berseru agar manusia mengurangi kerusakan alam, dan mendorong untuk menghijaukan bumi.
Kerusakan alam, dampak dari pemenuhan keinginan manusia.
2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Mudah-mudahan kita bukanlah yang termasuk melakukan atau mempromosikan perusakan alam dengan sengaja.
5:33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
So teman, mari tetap mencari nikmat kehidupan dunia ini sambil diimbangi dengan upaya-upaya peremajaan ekosistem bumi. Mudah-mudahan kita bisa memberi sedikit kontribusi terhadap kenyamanan kehidupan di planet bumi.
28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
.
Sabtu, Agustus 23, 2008
baru ngeblog
Alhamdulillah, atas saran teman kantor dan teman kuliah, akhirnya kubuat blog ini.
Telat sih, tapi better late than never.
Blog ini berkisah pengembaraan hikmah dan eksplorasi kitab suci.
Karena agamaku Islam, maka kitab suci yang dieksplore adalah Al Quran.
Terimakasih teman2 atas dorongannya. Jazakumullah ..
Sekarang, tinggal nyediain waktu untuk ngisi blog.
Bismillah ..
Telat sih, tapi better late than never.
Blog ini berkisah pengembaraan hikmah dan eksplorasi kitab suci.
Karena agamaku Islam, maka kitab suci yang dieksplore adalah Al Quran.
Terimakasih teman2 atas dorongannya. Jazakumullah ..
Sekarang, tinggal nyediain waktu untuk ngisi blog.
Bismillah ..
Langganan:
Postingan (Atom)