Senin, Agustus 25, 2008

Hikmah Perang Dunia 2

Di Papua, kami juga sempat ke Pantai Hamadi, tempat pendaratan tentara AS, dan tugu Mac Arthur bekas Headquarter Pasukan AS di Pasifik BaratDaya, yang menjadi pangkalan AS untuk merebut kembali Filipina dari Jepang. Pada masa Perang Dunia II, Filipina adalah jajahan AS yang diduduki Jepang dan direbut kembali oleh AS.

Perang Jepang-AS merupakan perpanjangan area Perang Dunia II di Eropa yang diawali oleh serangan Jerman ke Polandia. Menurut sejarah, Hitler memulai perang dunia kedua atas dasar rasialisme. Dan Jepang memanfaatkan cheos di Eropa untuk menguasai Asia. Jepang ingin ’menjajah’ Asia dengan berdalih kebangkitan ras Asia dan mengusir penjajah Eropa.

Berkat Hitler, bangsa Eropa merasakan tidak enaknya dijajah dan diperlakukan rasialis. Setelah berhasil mengalahkan Hitler cs, bangsa Eropa ’sadar’ bahwa selama ini, selama berabad-abad, mereka telah "menjajah dan bertindak rasialis" terhadap bangsa lain. Sehingga setelah Perang Dunia II, muncullah trend baru di dunia untuk beramai-ramai berontak untuk merdeka di satu sisi, dan disisi lain memberi dan mendorong kemerdekaan kepada bangsa-bangsa Asia, Arab dan Afrika. Sayang bangsa asli Australia dan Amerika telah menjadi sangat minoritas ditanahnya sendiri.

Kita boleh bangga karena Indonesia termasuk salah satu lokomotif trend kemerdekaan Asia, Arab dan Afrika.

Bagaimanapun Perang Dunia II ada hikmahnya. Mungkin kita harus 'berterimakasih' kepada Hitler karena memberi pelajaran tentang hal yang salah. Kita berterimakasih kepada Eropa dan AS yang telah menggagalkan ambisi Hitler dan mau mengambil pelajaran. Dan kita berterimakasih kepada angkatan 45 yang terus belajar, mempelajari dan memperjuangkan dan berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Dan kita berterimakasih kepada senior-senior yang mau belajar untuk membangun bangsa ini

2:269. Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.


PD II telah berlalu, kita telah merdeka. Namun, ambisi penguasaan, penjajahan dan pemberontakan kemerdekaan kelihatannya akan terus terjadi disepanjang panggung sejarah manusia. Dalam berbagai bentuk dan silih berganti.

5:20. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain".

.



Tidak ada komentar: