Beberapa hari lalu, ketika ingin menyampaikan jadwal rapat dewan komisaris hingga akhir tahun ini, sang sekretaris menolak, ”jangan dikasih ke aku. Tidak lama lagi aku sudah bukan sekretaris di sini, aku mau keluar”.Melihat aku terdiam, dia menjelaskan ”Belum tahu ya.. setelah belasan tahun bekerja di udara dan beberapa tahun didarat, aku merasa sudah cukup aku bekerja. Dirumah sudah ada anak dan aku memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga”.
”Wah.. Congratulation !!”, ucapku.
Dia terheran. Akupun heran mengapa dia terheran.
“Baru pertama kali ada yang mengucapkan selamat atas rencanaku menjadi ibu rumah tangga. ???“, tanyanya.
”Tentu saja. Kamu khan memutuskan untuk menjalani suatu peran kehidupan yang exciting, penuh tantangan dan juga penuh kepuasan.”
Lalu aku bercerita bahwa beberapa tahun yang lalu, istriku juga mengambil keputusan yang sama. Walaupun sudah mempunyai kedudukan tinggi di kantornya, istriku menjelaskan alasan dan menyampaikan keinginan untuk menjadi ibu rumah tangga.
Sebagai suami, tentu saja aku mendukung apapun yang bisa membuatnya bahagia. Tak ada risau sedikitpun bahwa pendapatan rumah tangga akan berkurang signifikan, karena bagaimanapun tanggungjawab menafkahi keluarga ada padaku pimpinan keluarga.
4:34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Selanjutnya dengan pendapatan keluarga yang berkurang, kami mencoba untuk menata ulang APBN rumah tangga. Semua komponen pengeluaran tetap ada, namun dengan porsi berkurang atau dengan inovasi efisiensi. Sandang-pangan yang bersih dan sehat, transportasi yang efisien, hiburan keluarga yang sederhana dan gembira, serta investasi yang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Yang lainnya di rem.
Karena tahu bahwa materi bukanlah tolok ukur kebahagiaan, kami tetap mencoba menjalani kehidupan ’baru’ dengan gembira dan bersyukur.
14:7. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Peran istri dirumah ternyata memberi banyak manfaat. Hubungan dengan tetangga menjadi lebih komunikatif. Urusan ’bisnis’ keluarga dapat bebas dirancang.
Perhatian terhadap suami menjadi lebih fresshh..
30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
Upaya bersama untuk berperan positif dan menghindari hal-hal negatif, menjadi lebih terkendali.
66:6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Upaya untuk menyambung generasi soleh juga lebih terprogram
46:15. Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
Tetapi ..
Karena zaman sudah bergeser, globalisasi sudah merasuk ke pelosok, kami menyadari bahwa karakter dan budaya generasi sekarang sudah jauh berbeda dengan generasi kami. Ada tantangan bahwa anak-anak akan sepakat dengan teman-teman segenerasinya untuk mencap nasehat dan saran kami sebagai jadul banget.
46:17. Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: "Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?" lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, "Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar". Lalu dia berkata: "Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka".
Inilah tantangan sebenarnya sebagai orang tua. Di era globalisasi dan informasi ini, bukan anak-anak yang harus mengikuti gaya komunikasi ortu, tetapi orangtua dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dan berkomunikasi ala generasi sekarang. Kalau orangtua gaptek, bisa gawat..
Sekali lagi, buat temanku yang mau beralih profesi menjadi ibu rumah tangga dan didukung oleh suaminya, aku ucapkan selamat menjalani kehidupan yang lebih EXCITING ..
Semoga dengan peran baru ini, lebih memancarkan aura inner beauty mu
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar