Jumat, Agustus 29, 2008

Saling Sabar

Kemarin. Untuk merayakan HUT Pernikahan, kami sekeluarga berencana untuk makan malam bersama (karena kebetulan hari Kamis, sekalian buka puasa) di restoran Cinere. Aku belum menentukan direstoran mana, karena biasanya akan ada debat dulu diantara keluarga. Si bungsu ingin pizza, yang gede steak atau japanese, istriku capcay, mbak yang satu mie baso, yang satunya lagi empek2, sedangkan aku senang ikan. Aku menikmati debat ini, karena pada akhirnya, sebagai kepala keluarga, aku yang menentukan.

Sebelum aku menentukan, biasanya ada yang mulai mengalah dan setuju dengan pilihan yang lain. Lalu mulailah terbentuk koalisi-koalisi pilihan. Kalau koalisinya tidak bulat, maka sebagai pemimpin yang demokratis, aku akan memilih koalisi terbesar. Sampai saat ini belum ada yang protes terhadap proses ini.

Aku meluncur dari kantor, sedang keluargaku akan meluncur dari rumah. Diperjalanan, istriku menelpon bahwa ban mobil kempes. Lalu tetangga yang bisa bantu, sedang tidak ada. Jadi makan malam diluar diganti dengan makan malam dirumah. Kerena malam ini dirumah tidak masak maka kami memesan menu delivery.

Makan malam cukup meriah, berdelapan kami duduk mengitari meja oval, sambil bertanya dan bercerita seputar hari pernikahan dan masa pacaran.

Sebelum makan malam, acara diawali dengan saling mengucapkan terimakasih antara istri dan aku. Istriku bersyukur telah melalui kehidupan bersama yang indah, aku juga bersyukur telah mendapatkan dorongan untuk berbuat kebaikan dan menjaga diri.

9:71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian ibu mertua, mbak-mbak dan anak-anak bergantian mengucapkan selamat dan mendoakan. Salah satu doa dari anak yang gede adalah ”..Semoga semakin sabar dalam menghadapi polah anak-anaknya...”

103:1. Demi masa.
103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
103:3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.


”Oke. Kita saling sabar. Deal ?”
”Deal..!!"
"Peace!!.."
"Tos..!!”

“Amin Ya Rabbal alamin”
.

Tidak ada komentar: