Minggu, Agustus 24, 2008

Silaturahim First

Kebun rumah kami terbelah oleh jalan setapak, sehingga untuk menuju ke bagian kebun lainnya kami harus ‘menyeberang’. Dulunya lahan kebun ini menjadi satu. Namun karena yang punya ada di Menado dan batas lahannya belum dipagar, maka sedikit demi sedikit dilewati oleh warga untuk menjadi jalan pintas. Ketika kami berniat hendak membeli tanah tersebut, warga yang punya kepentingan memprovokasi dengan mengurug/memperkeras jalan setapak.

Kami membeli tanah tersebut utuh, namun warga ‘mendesak’ untuk dibuatkan jalan. Kami tidak keberatan, namun untuk keapikan, kami meluruskan jalan yang tadinya sedikit miring. Entah angin darimana, tersebar informasi bahwa kami menutup jalan yang diklaim merupakan hak warga. Beberapa tetangga jauh menegur dan meminta aku berlapang dada untuk memberi jalan.

Astagfirullah, setan sedang beraksi untuk mengadu domba.

17:53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: " Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Menyadari adanya fitnah/hasutan ini, dan untuk menghindari saling reaksi yang lebih keras, kami segera mengajak para tetangga untuk melihat sendiri adanya jalan yang membelah lahan. Lega rasanya bisa menunjukkan hal yang sebenarnya dan tentu saja memulihkan nama baik kami.

Terhadap tetangga yang memfitnah, kami memaafkan dan berusaha melanjutkan kehidupan bertetangga dengan baik. Alhamdulillah saat ini kami saling membantu dalam bertetangga.

42:40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang lalim.

4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.


Kejadian ini memberi kami dan warga suatu pelajaran yang baik yang menjadi landasan utama bertetangga, yaitu Utamakan Silaturahmi - hindari hasut.

.

Tidak ada komentar: