Selasa, Agustus 26, 2008

Tertawa itu Menyembuhkan


”Hmm, hmm”, hari ini sahabatku banyak bergumam.
”Kenapa sih lo ?”.
Sahabat menjawab dengan menunjuk pipi, membuka mulut dan menunjuk rongga mulutnya. ”Ake skt gege”
”O, sakit gigi. Kalau mau sembuh, coba ketawa ngakak”
Sahabatku merengut ”Sial lo, ngomong aja susah, malah disuruh ngakak”

Aku sampaikan pada sahabat mengapa aku menyarankan dia untuk tertawa.
Beberapa minggu yang lalu, aku juga mengalami sakit gigi. Karena kerjaan banyak, dan menganggap sebagai sakit gigi biasa yang 2 hari sembuh, maka aku tidak ke dokter. Pada hari ketiga sakit giginya semakin menjadi-jadi, sehingga sore harinya kutelpon Poliklinik kantor untuk daftar dokter gigi besok. Eh dijawab bahwa khusus dokter gigi tidak bisa daftar duluan, harus datang langsung besok.

Keesokan harinya, Jumat, 1 Agustus, saat berangkat aku sampaikan pada bang supir untuk langsung menuju poliklinik. Karena sakit gigi, disepanjang jalan aku tidak banyak bicara, tapi tetap mendengarkan radio2. Antara jam 6.30-7.00 ada acara favoritku di radio Gen FM, 98.7, yaitu Salah Sambung.

Hari itu Salah Sambungnya sangat lucu sehingga membuatku tertawa. Melihat aku tertawa, bang supir bercerita kejadian2 lucu. Salah satunya ketika para supir ‘ngerjain’ pegawai yang bencong. Penyampaian bang supir yang menirukan logat bencong dan usilnya para supir itu membuatku tertawa terpingkal-pingkal berlinang air mata. Sepanjang perjalanan.

Ketika sudah mendekati kantor, bang supir mengkonfirmasi apakah jadi ke poliklinik.
Aku ragu menjawabnya, karena sakit gigiku tidak terasa. Kugoyang-goyangkan rahang, kukunyah-kunyah, juga tidak terasa. Aku pukul-pukul pipiku, juga tidak terasa sakit. Tiba-tiba sakit gigiku sembuh !!.

Begitulah. Hari-hari berikutnya tidak terasa lagi sakit gigi. Dan aku bisa menikmati weekend yang indah bersama keluarga.


27:18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

27:19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".


So Friends, Tertawa itu sehat, bahkan tertawa itu menyembuhkan.
Cobalah..

Tidak ada komentar: