
Makan siang merupakan arena pembicaraan yang seru. Mau urusan pekerjaan, politik, infotainment, kriminal, humor, de el el. Salah satu topik makan beberapa hari lalu adalah tentang penetapan awal puasa.
”Aku sih ikut rukyat. Bulan nongol, baru besoknya aku puasa. Nggak pake neko-neko. Apa yang dicontohkan pembawa agama ini, ya ikuti. Memangnya para astronom yang nyuruh puasa?”
”Kalau aku ikut hisab. Modern tidak jadul. Mudah bikin rencana. Wong solat saja sudah pake waktu dengan keakuratan menit”
”Aku ikut yang mulai puasanya belakangan dan masuk lebaran duluan. He.. he..”
”Biar afdhol dan tidak ragu, aku ikut yang puasanya duluan dan lebaran belakangan. Pokoknya puasa 30 hari”
”Aku sih nggak pengaruh. Soalnya setiap awal bulan aku lagi M.”
”Kalau kamu?”, mereka memandangku.
Aku mengangkat bahu.”Kita rame disini membahas bulan baru, kayaknya nun diatas sana Bulan nya tenang-tenang saja tuh. Bergerak dengan kecepatan ’sama’ dari tahun lalu sampai tahun ini”
14:33. Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
”Karena posisi matahari-bumi-bulan, maka bulan terlihat dengan berbagai bentuk, bulan muda, bulan sabit, bulan purnama, bulan sabit, bulan tua.
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Dengan kecepatan bergerak yang sama, manusia bisa menentukan waktu matahari terbit, bulan purnama, gerhana matahari dan gerhana bulan hingga ratusan bahkan ribuan tahun kedepan”
10:5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
”Jadi?”, tanya temanku
”Puasa Ramadhan itu wajib. Idul Fitri itu haram puasa. Nah kalau urusannya wajib dan haram, maka perbedaan 1 hari dalam penentuan awal bulan berarti melanggar perintah atau larangan. Dosa dong.
Saranku, supaya golongan rukyat dan golongan hisab damai dan tenang, tidak merasa berdosa dan tidak menuduh orang lain berdosa, akan lebih baik bila dilakukan penelitian bersama. Di uji ratusan/ribuan orang muda yang matanya sehat, untuk melihat hilal. Penelitian bisa dilakukan untuk penentuan bulan baru selama 9 bulan diluar bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah dan dilakukan diberbagai belahan dunia.
Hasilnya didiskusikan dan disepakati. Misalnya, disepakati bahwa orang sehat mampu melihat hilal pada posisi 2 derajat. Berdasarkan kesepakatan itu, maka dengan ilmu dan teknologi yang ada sekarang, akan mudah memperkirakan posisi bulan baru yang terlihat oleh mata orang sehat. Bahkan posisi untuk 1000 tahun kedepan sudah bisa diperhitungkan (dengan asumsi tidak ada bencana galaktik)”
”Jadi kamu ikut yang mana?”, tanya temanku
Aku diam agak lama. Membuat mereka penasaran.
”Aku sih bismillah saja. Yang penting bertaqwa.”
2:189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Dan makan siangpun bubarr..
.
”Aku sih ikut rukyat. Bulan nongol, baru besoknya aku puasa. Nggak pake neko-neko. Apa yang dicontohkan pembawa agama ini, ya ikuti. Memangnya para astronom yang nyuruh puasa?”
”Kalau aku ikut hisab. Modern tidak jadul. Mudah bikin rencana. Wong solat saja sudah pake waktu dengan keakuratan menit”
”Aku ikut yang mulai puasanya belakangan dan masuk lebaran duluan. He.. he..”
”Biar afdhol dan tidak ragu, aku ikut yang puasanya duluan dan lebaran belakangan. Pokoknya puasa 30 hari”
”Aku sih nggak pengaruh. Soalnya setiap awal bulan aku lagi M.”
”Kalau kamu?”, mereka memandangku.
Aku mengangkat bahu.”Kita rame disini membahas bulan baru, kayaknya nun diatas sana Bulan nya tenang-tenang saja tuh. Bergerak dengan kecepatan ’sama’ dari tahun lalu sampai tahun ini”
14:33. Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
”Karena posisi matahari-bumi-bulan, maka bulan terlihat dengan berbagai bentuk, bulan muda, bulan sabit, bulan purnama, bulan sabit, bulan tua.
36:39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Dengan kecepatan bergerak yang sama, manusia bisa menentukan waktu matahari terbit, bulan purnama, gerhana matahari dan gerhana bulan hingga ratusan bahkan ribuan tahun kedepan”
10:5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
”Jadi?”, tanya temanku
”Puasa Ramadhan itu wajib. Idul Fitri itu haram puasa. Nah kalau urusannya wajib dan haram, maka perbedaan 1 hari dalam penentuan awal bulan berarti melanggar perintah atau larangan. Dosa dong.
Saranku, supaya golongan rukyat dan golongan hisab damai dan tenang, tidak merasa berdosa dan tidak menuduh orang lain berdosa, akan lebih baik bila dilakukan penelitian bersama. Di uji ratusan/ribuan orang muda yang matanya sehat, untuk melihat hilal. Penelitian bisa dilakukan untuk penentuan bulan baru selama 9 bulan diluar bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah dan dilakukan diberbagai belahan dunia.
Hasilnya didiskusikan dan disepakati. Misalnya, disepakati bahwa orang sehat mampu melihat hilal pada posisi 2 derajat. Berdasarkan kesepakatan itu, maka dengan ilmu dan teknologi yang ada sekarang, akan mudah memperkirakan posisi bulan baru yang terlihat oleh mata orang sehat. Bahkan posisi untuk 1000 tahun kedepan sudah bisa diperhitungkan (dengan asumsi tidak ada bencana galaktik)”
”Jadi kamu ikut yang mana?”, tanya temanku
Aku diam agak lama. Membuat mereka penasaran.
”Aku sih bismillah saja. Yang penting bertaqwa.”
2:189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Dan makan siangpun bubarr..
.
1 komentar:
Bismillah ana ikut puas berdasarkan syariat. Semoga kita semua diridhoi Allah SWT, amien. Oya, selamat untuk blognya, cukup keren koq....
(abah yanto, telaga kahuripan)
Posting Komentar