Senin, September 29, 2008

Laskar Pelangi

”Kami bertiga mau nonton Laskar Pelangi, tapi kehabisan tiket”, ucap kakak iparku.
”Kami bertiga belas juga mau nonton Laskar Pelangi yang jam empat sore ini, dan aku sudah beli tiketnya tadi jam 11 siang”, sahutku.
Dua orangtuaku, lima anak dan mantunya serta enam cucu-cucunya akan nonton bersama Laskar Pelangi di Cinere 21.

Kursi bisokop terisi penuh, kami duduk dua baris, paling belakang.
”Sudah sekitar 20 tahunan Datuk tidak nonton di bioskop”, ujar Datuk saat mulai duduk.
Wajar saja, video, VCD, laserdisc, DVD, dan perangkat home theatre memang telah menggantikan peran bioskop. Belum lagi acara TV, parabola dan payTV telah menyajikan film-film bermutu.

Di dalam bioskop, kami menikmati film secara beragam. Cucu-cucu yang kecil bergerak lincah kesana kemari. Ada yang minta diantar ke toilet. Ada yang tertawa melihat kelucuan-kelucuan. Sedangkan yang dewasa lebih hanyut pada perasaan haru melihat potensi anak bangsa yang berusaha diangkat, namun tidak semua terangkat.

Salut buat Ibu guru Muslimah yang mendedikasikan dirinya agar si miskin pun punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang tetap berlandaskan pembangunan moral.

9:71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Ternyata film ini berdurasi lebih dari 2 jam, sehingga ketika tiba waktu untuk berbuka puasa, kami masih di dalam bioskop. Akhirnya sebotol aqua yang terselip di tas anakku menjadi pembatal puasa bersama. Dan seperti yang sudah diduga, semua restoran penuh, sulit mendapat meja, apalagi untuk 13 kursi. Setelah berputar-putar di mal, akhirnya kami menemukan restoran yang bisa menampung. Itupun dengan menu yang sebagiannya sudah habis.

Menjelang pulang, kami bertemu kembali dengan kakak ipar. Kali ini bersama rombongan keluarga yang lebih besar.
”Kami bertujuh dapat tiket Laskar Pelangi yang jam 9 malam ini”, ujarnya.

Corat Coret Tembok

Hampir di semua rumah teman yang mempunyai balita, maka selalu ada coretan atau gambar ditemboknya. Rumah kamipun demikian, ada balita ada coretan ditembok. Setelah sibungsu berumur 7 tahun dan sudah tertib hanya menggambar dan mencoret-coret di kertas atau buku, maka tahun lalu kami mengecat ulang rumah.

Kemarin aku membawa spidol dan membuat garis kecil di tembok pagar. Anak-anakku memperhatikanku. Mungkin merasa aneh, karena aku melarang mencoret tembok, tapi aku sendiri yang melakukan. Lalu mereka menghampiriku.

“Aku dong, aku dong..” anak-anakku meminta spidol dan ingin ikut coret-coret ditembok. Ada dua spidol, warna hijau dan warna biru, dan kami berempat bergantian mencoret-coret tembok.

Beberapa jam kemudian kami memandangi hasil coretan ditembok. Bagian atas tembok pagar kami berbentuk gunungan. Ada 7 gunungan dan disetiap dasar gunungan kami coretkan tulisan. Tidak terlalu rapi tapi cukup indah, 7 kalimat yang berselang-seling warna hijau dan biru.

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
ALHAMDULILLAHI RABBIL ALAMIN
ARRAHMANIRRAHIM
MALIKI YAMIDDIN
IYAKA NA’BUDU WA IYAKA NASTA’IN
IHDINASSIRATAL MUSTAQIM
SIRATALLADZINA ANAMTA ALAIHIM GHAIRIL MAGDUBI ALAIHIM WALADDALIN

Ternyata kami menuliskan Al Fatihah di tembok pagar dalam.

Rencananya akan dilanjutkan dengan menuliskan terjemahan dan tafsir singkat dibagian bawah tembok pagar.
Mungkin nanti setelah lebaran.

.

Sabtu, September 27, 2008

Yang penting : Memahami

Untuk memahami Al Quran, yang penting adalah kita tahu isinya. Karena Al Quran dalam bahasa Arab, maka mau tidak mau kita harus tahu artinya. Kalau kita sulit memahami bahasa arab, jangan khawatir, karena saat ini begitu banyak terjemahan Al Quran ke dalam bahasa Indonesia, bahkan ada yang dilengkapi tafir dan penjelasannya.

Aku menyarankan kepada keluargaku untuk tidak terfokus pada bahasa arabnya tetapi pada memahami tuntunannya. Al Quran turun dalam bahasa arab, karena Nabi Muhammad orang Arab sehingga mudah dipahami oleh beliau.

12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).


Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab, juga karena ajaran Al Quran ini harus disampaikan Nabi kepada kaumnya yang tinggal di Mekah dan sekitarnya, yang memang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu.

42:7. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.

Soalnya kalau Al Quran bukan bahasa Arab, misalnya bahasa Indonesia, maka kaum Nabi Muhammad akan protes; kenapa tidak diterjemahkan atau ditafsirkan dalam bahasa Arab.

41:44. Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".

Begitulah, Rasul diutus dan menyampaikan dengan bahasa kaumnya, biar nyambung dan jelas. Andai dulu ada rasul di Jawa, pasti kitab dan ajarannya menggunakan bahasa jawa kuno.
14:4. Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.


Dalam Al Quran disampaikan percakapan malaikat, iblis, binatang, nabi dan umat dari zaman dan bangsa yang berbeda. Tidak semua percakapan itu menggunakan bahasa Arab, namun dalam Al Quran diterjemahkan ke dalam bahasa Arab agar Nabi Muhammad dan kaumnya bisa memahami.

46:12. Dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang lalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Meskipun kita bukan bangsa Arab, namun kita mencoba memahami tuntunan Al Quran. Kita berpikir dan sikap positif, bahwa Kitab Suci tentu berisi tuntunan langsung dari pencipta manusia dan alam semesta. Jadi isi dan tuntunan Kitab Suci pasti bersifat universal. Nah, ternyata Al Quran memberi garansi bahwa ia adalah untuk semesta alam.

38:87. Al Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.

81:27. Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

Dengan demikian, Nabi yang membawakan, menyampaikan, menerapkan dan mencontohkannya merupakan rahmat bagi alam semesta.

21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.


Aku katakan bahwa ini adalah promosi Al Quran agar orang tertarik untuk membaca dan memahami. Aku tertarik atas promosi ini, aku merasakan manfaatnya, oleh karena itu aku mengajak keluargaku untuk menikmati manfaatnya. Pahami maknanya, terapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

.

Kitab yang mudah

“Tululut..tululut..” suara telpon itu membuyarkan mimpi indahku.
“Assalamu’alaikum”, sapaku
“Wa’alaikum salam. Pak sudah sahur?”
“Sudah”, jawabku
“O maaf kalau begitu. Dikirain pada belum sahur. Soalnya saya lihat dari tadi lampu dapur bapak belum menyala. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam, terimakasih sudah dibangunin” ujarku.

Ternyata yang nelpon adalah ibu tetangga depan rumah. Saat itu sekitar 30 menit sebelum imsak, dan keluargaku belum ada yang bangun. Padahal hari ini masih 28 Ramadhan, dan besok masih puasa. Aku sendiri sebenarnya sudah sahur menjelang tidur, tadi sekitar jam 2 dinihari. Dan berencana untuk tidak ikut sahur keluarga. Namun keluargaku belum sahur, jadi bergegas ku bangunkan istri dan anak-anakku. Alhamdulillah kami masih sempat sahur mepet subuh.

Ini adalah sahur pertama kami tanpa mbak-mbak yang sudah pulang kampung kemarin. Sebenarnya istriku sudah memasang alarm untuk bangun jam 3, tetapi ternyata dia tidak melihat bahwa setting alarmnya ada pada posisi untuk hari senin sampai kamis. Lha sekarang khan hari minggu, makanya alarmnya tidak nyala.

Karena mepet, akhirnya kami tidak shalat subuh di mesjid, namun berjamaah di rumah. Istri dan anakku minta kultum. Maka kuberikanlah Kultumtumtumtumtum (tujuh menit kali lima).

Pada kultum ini aku sampaikan bagaimana untuk menjalani hidup yang penuh nikmat dan menikmati hidup, dengan benar, dan memanfaatkan tuntunan al kitab.

Memahami Al Quran itu mudah, karena ribuan ayat yang ada didalamnya ternyata mengerucut dan telah di intisarikan dalam surat pembuka Al Quran; yaitu tujuh ayat Al Fatihah. Artinya juga, bahwa semua ayat-ayat Al Quran itu merupakan penjelasan dari tujuh ayat itu. Dengan demikian alur ajaran Al Quran akan menjadi sangat mudah untuk dipahami.

15:87. Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur'an yang agung.

“semudah itukah”, tanya anak-anakku
“Yap. Semudah itu”, aku meyakinkan mereka

Aku beri beberapa contoh ayat atau surat-surat pendek. Dan ternyata memang Al Quran itu tidak jauh-jauh dari ke tujuh ayat Al Fatihah. Melihat kemudahan ini, terlihat ada optimisme di raut wajah mereka.

.

Old Soldiers Never Die

Keponakan-keponakan dan anak-anakku riang gembira. Tahun ini akan berlebaran di rumah Datuk Datin (Kakek Nenek) di Jambi. Mereka membayangkan akan bermain dikebun, menangkap ikan, de el el. Rencananya kami akan konvoi menyeberang selat sunda dan melintasi jalur lintas timur sumatra.

Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian Datuk menginfokan bahwa mereka yang akan ke Depok. Ada dua hal kekhawatiranku atas keputusan ini. Pertama, keponakan dan anakku yang kecil-kecil akan kecewa.
“Haa.. DD (Datuk-Datin) akan kesini?.
Asyiiik …, DD khan banyak uang, nanti kita main di Jungle, terus main di Timezone, terus …, terus…, “ sorak mereka saat diberitahu perubahan rencana lebaran.
Dasar anak-anak.

Kekhawatiran kedua adalah, bahwa DD akan berangkat dari Jambi menuju Depok dengan menggunakan kendaraan sendiri dan nyopir sendiri. Jadi mereka hanya akan berduaan melintasi Sumatera menyeberang ke Jawa. Pasangan 67 dan 65 tahun akan berduaan menempuh jarak lebih dari 1000 km. Mereka tak mau naik pesawat, menolak tawaran anaknya untuk nyopirin.

Semangat DD memang tinggi, dan mereka tidak mau dianggap tak berdaya. Maklum dulunya mereka adalah anggota militer. Datuk mantan KKO (sekarang Marinir) dan Datin mantan Angkatan Darat, yang kemudian hijrah ke Angkatan Laut mengikuti suami. Old Soldiers never Die

Dan kemarin, kekhawatiran itu terbayar. DD telah tiba di Depok.

.

Jumat, September 26, 2008

Punya, tapi Tak Punya, tapi Punya Banget

Hari ini ulang tahunku.
Jam 00.15 istriku mengucapkan selamat dan menyampaikan doa untukku.
Dilangit bulan sudah sabit. Kumiringkan kepalaku, maka bulan sabit itu bagaikan sebuah senyuman.

Cipta kuheningkan, aku mengheningkan cipta.
Semua apa yang kumiliki pada hakekatnya tak ada bukanlah milikku
Aku punya harta yang berkecukupan, tetapi ternyata aku miskin
Aku punya segudang ilmu, tetapi ternyata aku bodoh
Aku punya kekuatan, tetapi ternyata aku lemah
Aku punya kekuasaan, tetapi ternyata aku hanyalah abdi
Aku ada, tetapi ternyata aku tiada

Dari ketiadaan ku menghamba dan mencintai Mu
Maka aku menikmati apa yang tidak ku miliki
Walau miskin, ku nikmati kekayaan alam semesta
Walau bodoh, ku kagumi kedetailan ilmu semesta
Walau lemah, ku rasakan kekuatan semesta
Walau abdi, ku miliki kepatuhan semesta

Ya Allah, aku takut kepada Mu, namun aku berharap kepada Mu
Hapuskanlah dosaku dengan kasih sayang Mu
Liputilah pikiran, sikap dan tindakan hidupku penuh dengan cinta kepada Mu
Tiada damba yang kudamba selain mendamba Cinta Mu

49:7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Kamis, September 25, 2008

Mencoba Larangan

Si bungsu yang masih kelas 3 SD, menangis kencang dan tidak mau melakukan apa-apa. Ketika kutanya mengapa menangis, ia menjawab karena privasinya dibuka. Si sulung yang kelas 1 SMA membuka-buka SMS si bungsu tanpa izin. Lalu apa isi SMS yang membuat si bungsu gusar?

Rupanya kakaknya melihat ada SMS langganan. “Itu lho, yang harus Ketik REG spasi … kirim ke ….”, si sulung menjelaskan. Terus?. “Adik aku tegur”

Aku tersenyum-senyum. Dulu kakaknya juga melakukan hal yang sama, lalu pulsanya tersedot terus. Konyolnya, ternyata tidak bisa di UNREG. Mereka panik, lalu mengganti nomor baru. Nah mulai saat itu, kami melarang untuk ikutan SMS yang pakai REG, kecuali untuk ringtone. Si bungsu juga tahu itu, cuma saat itu dia belum punya HP.

Kenaikan kelas kemarin, karena sibungsu juara satu, dia berhak untuk mendapat hadiah barang yang nilainya 200 ribu. Mulanya dia memilih mainan, termasuk helikopter remote control. Lalu tiba-tiba muncullah iklan Handphone yang dibawah 200 ribu, dan sibungsu menukar hadiah menjadi HP.

Namun akhirnya si bungsu mendapat HP yang lebih baik, lungsuran dari kakaknya. Karena kakak-kakaknya (sikembar) bersepakat untuk mengganti hadiah kelulusan SMP dan Nilai UN nya bisa masuk SMA Negeri, dari masing-masing dapat hadiah satu notebook, menjadi hanya satu notebook dan HP baru plus sisa uang.

Istriku dan aku memang membiasakan untuk selalu ada reward & punishment dalam keluarga ini. Baik untuk target jangka pendek maupun jangka panjang.

Kembali kepada si bungsu dan kasus REG, kepada semuanya aku mengingatkan bahwa di keluarga ini, privasi harus dijunjung tinggi. Tetapi bila ada masalah harus segera disampaikan sebelum masalah ini memberatkan diri maupun memberatkan keluarga. Karena lebih baik kami mendapat informasi masalah langsung dari anak-anak, daripada tahu dari orang lain.

Kepada si bungsu, aku sampaikan rasa bangga dan menghormati rasa ingin tahunya, karena SMS langganan yang di REG adalah tentang ilmu pengetahuan. Kemudian karena pulsanya cepat habis, maka penyelesaiannya aku serahkan kepada si bungsu. Tentu aku beri contoh penyelesaian yang dilakukan kakak-kakaknya beberapa tahun lalu. Akhirnya si bungsu memutuskan untuk mengganti nomor HP nya.

Ternyata, peringatan itu belum cukup. Rasa penasaran, rasa ingin tahu, membuat kita ingin mencoba apa yang dilarang. Begitulah anak cucu Adam.

2:35. Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.

2:36. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".

2:37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

2:38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Katakan Keinginan

Magrib kemarin, hujan tiba-tiba turun dengan sangat lebat disertai geledek dan angin kencang. Anak-anakku masih disekolah karena ada acara sanlat dan buka puasa. Biasanya mereka pulang sendiri, tetapi melihat cuaca seperti ini, istriku dan aku memutuskan untuk menjemput mereka.

Bersama dalam mobil, ternyata meningkatkan keakraban diantara anggota keluarga. Karena didalamnya hanya ada kami, sehingga bisa bebas bicara. Dimulai dengan celoteh mereka tentang acara sanlat sampai reaksi teman-teman mereka menghadapi hujan petir malam itu.

Kemudian kami melanjutkan Family Kultum di dalam mobil, dengan membahas sikap dan tindakan sesuai Nanny 911. Ada sedikit ketegangan karena istriku dianggap oleh anak-anakku terlalu lebay (berlebihan) dan mengulang-ngulang sikap yang kurang tepat dari salah satu anak kami di pagi harinya.

Karena biasa sekolah siang, ketika harus berangkat sanlat pagi, anakku sulit dibangunkan. Saat dibangunkan oleh istriku (karena aku sudah ngantor) anakku mengucapkan kata, yang ternyata salah tangkap atau salah dimengerti oleh istriku. Lalu terjadilah silang pendapat di dalam mobil.

Untuk menerapkan aturan Nanny 911 yang kedua, aku menanyakan apa konsekuensinya. Lalu dimulailah pembahasan konsekuensi terhadap tindakannya. Sebagai orang tua, tentu kita punya peluru banyak dalam memberikan sangsi. Usulan istriku sangsinya adalah tidak baca buku di malam hari.

Aku memberi saran kepada anak-anakku, bahwa sebagai tanda bahwa tubuh kita patuh pada ketentuan Allah adalah kebutuhan tidur yang cukup. Bila kita sulit dibangunkan dipagi hari, berarti tidur belum cukup. Supaya bisa bangun pagi dengan tidur yang cukup, maka tinggal dihitung mundur, jam berapa kita harus mulai tidur. Saranku, paling lambat jam 9.30 malam mereka sudah mulai tidur.

Alhamdulillah, tadi malam mereka tidur cepat, sehingga pagi ini tidak sulit dibangunkan.



FAMILY KULTUM
25 Ramadhan 1429


KATAKAN APA YANG ANDA INGINKAN DAN BENAR-BENAR ANDA INGINKAN
Berpikir sebelum berbicara – atau rasakan akibatnya

Aku tawarkan kepada anak-anakku untuk menyampaikan apa yang benar-benar mereka inginkan.
Dan juga memberi contoh dalam keseharian kita akibat dari ucapan-ucapan kita.


3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

3:15. Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.


22:52. Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,

28:83. Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

Rabu, September 24, 2008

Setiap Tindakan Punya Konsekuensi

Ternyata sulit juga memahami pemikiran orang lain. Aturan Nanny 911 yang pertama Bersikap Konsisten. Kelihatannya simpel tapi lumayan alot juga saat kami coba mencari contoh-contohnya di rumah.

”itu sih contoh menepati janji” anakku memprotes contoh dari istriku
”kalau yang ini sih contoh untuk rutinitas”, anakku memprotes contoh yang aku berikan.

Akhirnya kami sepakat bahwa aturan Nanny 911 ini adalah untuk sesuatu hal yang baru. Misalnya, saat anak-anakku meminta izin untuk melakukan sesuatu, orang tua membolehkan atau melarang, dan orang tua harus konsisten membolehkan atau melarang. Tidak boleh kadang boleh kadang tidak boleh.

Atau saat menemukan ada dampak buruk dari suatu kebiasaan, maka orangtua bisa bilang bahwa mulai saat ini kebiasaan itu jangan dilakukan. Tidak artinya tidak.

Anakku yang paling kecil protes, ”aku koq tidak boleh nonton TV sebelum matahari terbit, tapi kalau Bunda boleh nonton Mamah dan Aa, padahal matahari belum terbit”

Berbagai penjelasan disampaikan, mulai dari masalah kesehatan hingga isi dari acara TV tersebut. Namun tetap saja, bagi si kecil hal ini tidak fair.

Wah, ternyata nilai keadilan itu berbeda-beda, tergantung sudut pandangnya.

Walaupun masih banyak hal yang menggantung. Diskusi resmi ditutup. Tapi tetap terbuka untuk dibahas, sambil kita melaksanakannya. Learning by doing.
Untuk berikutnya, aku berikan bahan aturan Nanny 911 yang kedua.



FAMILY KULTUM
24 Ramadhan 1429


SETIAP TINDAKAN PUNYA KONSEKUENSI
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku yang buruk mendapat hukuman.


99:6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

99:7. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.

99:8. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.


Aku persilahkan semua untuk memikirkan contoh-contohnya di Rumahku Surgaku.

.

Selasa, September 23, 2008

Bersikap Konsisten

Anakku sedikit heran karena Family Kultum diisi dengan kajian Nanny 911, yang menurut mereka tidak berbau-bau agama.
Aku katakan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah itu ada di alam semesta, dan juga ada pada manusia, diri kita sendiri.

51:20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
51:21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?

Bagaimana bisa yakin kalau tidak memahami. Bagaimana akan memahami, kalau tidak mempelajari dan memperhatikan alam dan manusia.
Jadi mempelajari ilmu alam dan ilmu tentang manusia, merupakan bagian dari ajaran agama, yang membuka mata kita tentang tanda-tanda kekuasaan Allah, dan meningkatkan keyakinan atau keimanan kita.
Karena Nanny 911 mempelajari tentang tingkah laku manusia, jadi mengkaji Nanny 911 merupakan bagian dari ajaran agama, sehingga bisa didiskusikan di Family Kultum kita.

Aku memberi beberapa contoh ayat yang terkait dengan ilmu alam dan ilmu tentang manusia. Aku berharap mudah-mudahan kelak kami bisa bersama-sama mengkaji lebih dalam. Untuk sisa kultum ramadhan ini kita fokuskan pada topik Rumahku adalah Surgaku dengan mengkaji Nanny 911.


FAMILY KULTUM
23 Ramadhan 1429


BERSIKAP KONSISTEN
Tidak artinya tidak. Iya artinya iya

4:81. Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

Ketika kami mengatakan tidak menonton TV sebelum matahari terbit dan setelah jam 9.30 malam, berarti kami harus konsisten. Ketika kami mengizinkan untuk berinternet 1-2 jam sehari, dan 3 jam di hari libur, berarti kami harus konsisten. Ketika kita setuju untuk melaksanakan Family Kultum, berarti kita harus konsisten menjalankan.

Ayo, apalagi contohnya, dan apalagi Do & Don’t yang harus kita ciptakan di rumah ini.

Sabtu, September 20, 2008

Aturan Penting Nanny 911

Mulai minggu ke 2 puasa, acara buka puasa bersama di rumah sering terganggu. Baik aku, istriku maupun anak-anakku, mulai punya acara buka puasa di luar rumah dengan rekan atau teman masing-masing. Hal ini mengganggu jadwal Family Kultum.

Diskusi mengenai puncak kemuliaan manusia, kurang begitu seru. Mungkin waktu, suasana dan materinya kurang pas. Tapi intinya adalah kami menyadari bahwa puasa yang mendorong kita bertaqwa, ternyata belum puncak. Kita harus mengarahkan semua hal untuk menjadi hal yang kita syukuri.

Tadinya aku akan meneruskan Family Kultum dengan topik ini. Tahap demi tahap menuju rasa syukur.
Namun karena chemistry-nya lagi kurang. Maka untuk Family Kultum berikut aku alihkan topik untuk membahas Nanny 911. Toh ini merupakan kado anak-anakku untuk istriku.


Selanjutnya aku minta anak-anakku untuk mengetik dan ngeprint 11 Aturan Penting Nanny 911 untuk ditempel di dinding rumah. Selanjutnya bersama-sama kita diskusikan, berkomitmen, dan menjadikannya rujukan atau acuan bila ada ‘tom & jerry’ lewat


FAMILY KULTUM
20 Ramadhan 1429


11 Aturan Penting Nanny 911

BERSIKAP KONSISTEN
Tidak artinya tidak. Iya artinya iya

SETIAP TINDAKAN PUNYA KONSEKUENSI
Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku yang buruk mendapat hukuman.

KATAKAN APA YANG ANDA INGINKAN DAN BENAR-BENAR ANDA INGINKAN
Berpikir sebelum berbicara – atau rasakan akibatnya

ORANGTUA BEKERJASAMA SEBAGAI SATU TIM
Kalau anda tidak saling setuju dalam satu hal, anak anda tidak akan tahu siapa yang harus dia dengarkan – hasilnya, mereka tidak akan mendengarkan siapapun

JANGAN BERJANJI JIKA TIDAK BISA ANDA TEPATI
Kalau anda mengatakan kepada anak-anak bahwa mereka akn pergi ke Disneyland, lebih baik anda mulai berkemas-kemas

DENGARKAN ANAK-ANAK ANDA
Akui perasaan mereka. Katakan “Ayah/Ibu mengerti” dan “Ayah/Ibu mendengarkan kamu” – kemudian luangkan waktu untuk mengerti dan mendengar

TENTUKAN RUTINITAS
Rutinitas membuat anak merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki

RASA HORMAT BERLAKU DUA ARAH
Kalau anda tidak menghormati anak anda, mereka tidak akan menghormati anda

PENGUATAN YANG POSITIF JAUH LEBIH BERHASIL DARIPADA PENGUATAN NEGATIF
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan

TINGKAH LAKU ADALAH HAL YANG UNIVERSAL
Tingkah laku yang baik diterima dimanapun

DEFINISIKAN PERAN ANDA SEBAGAI ORANGTUA
Bukan tugas anda membuat anak menempel pada anda. Tugas anda, mempersiapkan dia menghadapi dunia luar – dan biarkan dia menjadi dirinya sendiri


40:58. Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.

.

Jumat, September 19, 2008

Nanny 911

Pusing mengatasi keluhan anak di rumah?
Perkataan anda tidak didengarkan anak?
Anak selalu mengacak-acak rumah?
Temukan solusi ampuhnya dari Nanny Profesional

Demikian promosi buku Nanny 911 pada sampul depannya.

Buku ini tidak menarik perhatianku saat terpajang di toko buku. Acara Nanny 911 ada di MetroTV dan merupakan acara favorit kami selain Oprah Show. Kalau kebetulan sedang dirumah, kami jarang melewatkan acara tersebut.

Namun kemarin, buku ini membuatku tertarik, karena buku ini menjadi pilihan dari anak-anakku untuk diberikan kepada ibunya sebagai HADIAH ULANG TAHUN.
Aku terharu dan benar-benar terharu. Hadiah dari anakku itu bukanlah sesuatu yang mahal. Tetapi mempunyai makna yang dalam bagi keluarga kami.

Betapa tidak, bagiku hubungan antara istri dan anak-anakku yang besar ini, bagaikan ‘Tom & Jerry’. Kalau ketemu, ada saja yang dipermasalahkan. Tapi kalau berjauhan, mereka saling rindu. Kalau ada yang sakit atau bermasalah, mereka saling empati dan saling membantu. Kalau aku, karena ngantor dan lebih jarang ketemu, maka mungkin hubunganku dengan anak-anak, lebih banyak diliputi rasa saling rindu.

Hadiah buku ini adalah pengakuan dari anak-anakku, bahwa mereka sering bikin kesel ibunya, dan ingin minta maaf atas kondisi itu. Namun hadiah buku ini juga mengandung harapan dari anak-anakku agar hubungan mereka dengan ibunya menjadi lebih baik dan harmonis.

Istriku mengucapkan terimakasih, dan mengajak untuk bersama-sama mengikuti petunjuk buku itu.


Aku membaca sepintas buku itu. Istriku menanyakan apa kesimpulanku.
“Kita harus tegas untuk tertib, bukan marah. Karena marah tidak menyelesaikan, tetapi malah menambah masalah”, sahutku
“Kuncinya adalah adanya kerjasama yang baik antara ibu dan bapak, antara istri dan suami”, istriku menimpali.

Oops. Mungkin istriku merasa belum mendapat dukungan maksimal dari suaminya.
Wah, pe er lagi bagiku ..

.

Kamis, September 18, 2008

Santunan yang Efektif

Hari ini adalah hari ulang tahun istriku.
Beberapa hari yang lalu terjadi musibah meninggalnya umat yang berniat mengambil zakat di Pasuruan.
Lalu apa hubungannya ?

Hubungannya adalah bahwa aku bangga pada istriku khususnya dalam membantu fakir miskin dan menafkahi yatim.

Limabelas tahun lalu, sesuai kebiasaan di lingkungan, kami ikut menyantuni dhuafa dan yatim 2 kali setahun, yaitu saat menjelang lebaran dan tanggal 10 Muharram. Istriku berpendapat bahwa kebutuhan mereka adalah sepanjang tahun, sehingga sebaiknya santunan diberikan lebih sering. Lalu dia memelopori memberi santunan setiap bulan. Karena memang penggerak utama urusan sosial adalah ibu-ibu, gerakan ini menjadi efektif. Lama-lama banyak yang ikut memberikan santunan setiap bulan dan sejak saat itu para dhuafa dan yatim mendapat santunan bulanan.

Ketika musim haji tiba, banyak orang komplek yang berkorban sapi atau kambing. Kemudian dibagikan kepada orang tidak mampu di komplek. Karena orang tidak mampu sedikit, maka sisa daging korban dibagikan kepada warga komplek. Istriku berpendapat bahwa sebaiknya semua daging korban dibagikan kepada orang tidak mampu, yang ternyata cukup banyak dijumpai diluar komplek. Akhirnya istriku mengalihkan pemotongan korbannya di luar komplek agar dinikmati oleh yang berhak. Tahun demi tahun, akhirnya saat ini pengelola qurban bekerjasama dengan lingkungan sekitar komplek, membagikan daging qurban kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.

Istriku membuat terobosan lagi. Mengingat biaya sekolah yang terus meningkat dari tahun ke tahun, maka dibuat santunan tambahan pada saat kenaikan kelas dan semester baru. Santunan terbesar diberikan kepada anak-anak yang masuk ke SMA dan SMP.

Lalu dia buat terobosan lagi. Melihat anak-anak dhuafa dan yatim jarang berwisata, maka tahun ini santunan diberikan dalam bentuk wisata. Akhirnya berangkatlah 3 bus berwisata. Peserta wisata bukan hanya anak-anak. Orang tua dari anak dhuafa dan yatim, pengurus dan anak-anak pengurus juga ikut.

Ramadhan ini dia buat terobosan lagi. Santunan diberikan dalam bentuk voucher untuk dibelanjakan di warung komplek. Brilian !. Ada faktor sosial, ada faktor ekonomi, ada faktor ukhuwah.

Selamat Ulang Tahun Istriku.
Semoga Allah semakin sayang padamu.
Dan tentu aku juga ..

107:1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
107:2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
107:3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,
107:5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,
107:6. orang-orang yang berbuat ria.
107:7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.


.

Rabu, September 17, 2008

Puncak Kemuliaan

Generasi muda sekarang memang beda. Tingkat kepatuhan kepada orang tua dan tingkat kemerdekaan berpendapat dan bertindak, sudah beda dengan zaman kami muda dulu.


Disatu sisi, kemajuan ekonomi, modernisasi dan lompatan teknologi informasi, telah memberi mereka pilihan yang begitu banyak. Kalau generasi kami, 'top mind' dalam cita-cita adalah insinyur, dokter, tentara, yang berarti kita harus ikut sekolah formal sampai perguruan tinggi. Sedangkan anak sekarang lebih luas tapi simple, sehingga pendidikan formal tidak menjadi jalur favorit.


Disisi lain, kuantitas dan kualitas dari tuntunan dan komunikasi orang tua zaman sekarang jauh lebih rendah dibanding zaman dulu. Dulu aku masih sempat lari pagi dan tidur siang bareng orang tua. Karena jam kantor ortu adalah Senin-Sabtu jam 07-13, dan hanya butuh 15 menit dari rumah-kantor. Saat ini, jam kantor adalah Senin-Jumat 08-17, dan butuh 1-2 jam dari kantor-rumah.


Saat Family Kultum, sangat terasa ada culture gap. Jadi kami harus tarik ulur dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak kami, terutama yang sudah SMA. Dalam Family Kultum kemarin, akhirnya terucap janji dan komitmen dariku kepada anak-anakku, bahwa :
aku tidak akan marah
aku tidak akan memaksa
aku yakin anak-anakku berusaha menjadi orang baik
aku akan terus berbagi pengalaman dan ilmu
aku akan mendukung untuk mencapai cita-cita mereka


Dan mereka berjanji dan berkomitmen untuk ;
tidak minum alkohol dan menggunakan narkoba
tidak melakukan sex bebas
terbuka pada orang tua
membantu kenyamanan rumahku surgaku
bersyukur atas apapun yang diperoleh

DEAL..


Dengan perkembangan ini, maka untuk family kultum berikutnya, aku sharing tentang keparipurnaan manusia



FAMILY KULTUM
17 Ramadhan 1429


Puncak Kemuliaan Manusia




.

Senin, September 15, 2008

Semua Pasti Sanggup

Ayat-ayat tentang salat secara malas-malasan dan shalat karena riya, karena ingin dilihat orang, karena tidak ingin dicela orang, ternyata sangat mengena dan anak-anakku. Mereka merasa seolah-olah ayat-ayat ini 'ember bocor', membuka rahasia sekaligus menuding mereka. "lho, koq pada ngeliatin aku sih.."

Dari obrolan kami, akhirnya terbuka bahwa mereka rajin shalat di sekolah, tapi agak malas di rumah. Rajin shalat disekolah karena, pertama rame-rame sama teman-teman, kedua karena pakai kerudung, mereka jaim. Di rumah, mereka sering shalat dengan malas karena, lagi asyik dengan berbagai hiburan atau PR, dan khusus shalat subuh alasannya adalah karena telat tidur malam. Kadang-kadang, dirumah mereka shalat, supaya tidak diomeli ortu.

Dari hasil obrolan juga dapat disimpulkan bahwa, ternyata dengan seringnya ortu menyampaikan, mengingatkan dan menyuruh-suruh kewajiban shalat, justru memberi tekanan dan menimbulkan pemberontakan. Sehingga mereka cenderung malas saat dirumah disuruh shalat.

Tetapi situasi sekolah yang tanpa tekanan membuat mereka lebih senang hati untuk shalat. Bahkan karena pake kerudung, mereka senang untuk mengajak dan memberi contoh pada teman lain.

Waduh, Pe eR kami jadi nambah. Tanpa disadari, di rumah ternyata kami menciptakan suasana tertekan bagi anak-anak kami. Kami harus putar otak supaya unsur ”tekanan” itu berubah menjadi ”pilihan”, ”kesenangan”, ”dorongan” dan ”pujian”.


Untuk menetralisir rasa tertekan. Dan untuk memberi mereka solusi ketika merasa tertekan, maka bahan kultum berikutnya (Sabtu-Minggu tidak kultum tapi latihan penerapan) adalah ayat berikut


FAMILY KULTUM

15 Ramadhan 1429


Semua Pasti Sanggup


2:286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

94:5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada (banyak) kemudahan,
94:6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada (banyak) kemudahan.
94:7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
94:8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
.

Kamis, September 11, 2008

Malas itu Mubazir

Berulangkali anakku membuka dan menutup Quran sambil tersenyum-senyum. Karena aku minta dia untuk mengulang ayat-ayat yang telah dibaca tanpa membuka Quran. Ketiga kalinya baru dia lancar. Selanjutnya aku minta secara bergantian mereka menyampaikan pendapat mengenai inti dari ayat QS 3:83 dan 41:11 tersebut, untuk dibahas bersama.

Yang menarik dalam diskusi adalah pemahaman mengenai berserah diri kepada Allah bukanlah hanya shalat, zakat, puasa. manusia harus tidur dan tidak bisa bangun terus, juga termasuk berserah diri. Manusia tidak tahan kalau tidak minum berhari-hari, juga termasuk berserah diri kepada ketentuan Allah. Rasa sakit kalau terjatuh, juga termasuk berserah diri. de el el, masing-masing anak memberi contoh. Jadi dengan suka hati atau terpaksa, toh kita sudah berserah diri.

Yang menarik berikutnya, bahwa mengerjakan dengan disuruh-suruh itu ternyata tidak enak. Lebih enak kalau kita yang menentukan sendiri dan langsung mengerjakan sebelum disuruh-suruh. Nggak enak kalau disuruh bersihin kamar, ngerjain PR, shalat, de el el.

Berikutnya, mengerjakan dengan suka hati bukan hanya ikhlas, tetapi juga gembira.
Salah satu anakku menyampaikan keraguan, apakah dia bisa terus berserah diri dengan senang hati. Dan dia tidak mau berjanji untuk selalu senang hati, karena dia tidak mau ingkar janji. Wah...

Aku bilang, zaman ini sudah tidak ada nabi, jadi tidak ada manusia yang sempurna. Lalu aku ceritakan saat-saat dimana ada rasa malas untuk shalat. Terutama bila sedang asyik dengan sesuatu, baik pekerjaan atau games atau apa saja.

Untuk Family kultum berikut, aku kasih dua ayat ini


FAMILY KULTUM
11 Ramadhan 1429


Malas itu Mubazir

4:142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

9:54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

Rabu, September 10, 2008

Dengan Senang Hati, Bukan Terpaksa

Banyak senyum dalam Family Kultum kemarin karena kami membayangkan bagaimana para hewan itu shalat (beradaptasi). Apakah nyamuk masuk dari kebun ke dalam rumah setiap menjelang magrib termasuk shalat ? Apakah kucing ngulet dan mencakar-cakar setiap bangun pagi termasuk shalat ? Kalau shalatnya ayam jago berkokok saat subuh, bagaimana dengan ayam betina ?

Selanjutnya kultum masuk ke topik shalatnya manusia. Pembahasan lebih kepada pemahaman proses di dalam tubuh dan dampak yang terjadi akibat perubahan lingkungan. Penekanan pemahaman juga aku berikan bahwa manfaat shalat itu muncul bila kita melakukannya dengan senang hati dan khusyuk. Dan shalat itu bukanlah segala-galanya, yang penting adalah apa pikiran, sikap dan tindak-tanduk kita setelah shalat.


Untuk kultum berikutnya, aku berencana memberi bahan tentang rukun islam lain. Tetapi dalam diskusi kemarin, ada terlontar keluhan untuk konsisten menjalankan shalat 5x sehari, ada rasa malas. Maka bahan kultum aku ganti dengan menyampaikan dua ayat berikut untuk direnungkan.



FAMILY KULTUM
10 Ramadhan 1429


Suka Hati atau Terpaksa

3:83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

41:11. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".


.

Senin, September 08, 2008

Beradaptasi

Family Kultum kemarin lebih kepada membicarakan upaya-upaya perubahan yang dilakukan oleh anak-anakku dalam kehidupan sehari-hari. Seperti tertib kebersihan kamar masing-masing, mengetahui letak barang-barang di rumah dan mengembalikan semua yang sudah dipakai ke tempatnya masing-masing dalam keadaan bersih. Proaktif menawarkan bantuan bila melihat ada yang kerepotan. de el el.

Hasil perubahan memang belum memuaskan, tetapi kalau dilakukan sedikit-demi sedikit, setahap demi setahap, insya Allah hasilnya memuaskan. Yang penting bagaimana melakukan sesuatu yang baru, yang awalnya terasa berat, menjadi ringan, terbiasa dan menyenangkan. Konon manusia akan mengubah tindakan yang dilakukan secara berturut-turut selama 2 minggu menjadi otomatis atau kebiasaan.

Mereview penerapan kultum dalam 2 hari ini sudah cukup. Maka hari ini aku berikan bahan kultum berikutnya. Sekaligus untuk dua bahan.



FAMILY KULTUM
6 Ramadhan 1429

Semua Makhluk Beradaptasi

“Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya bertasbih kepada Allah apa-apa yang di langit dan di bumi beserta burung-burung yang berbondong-bondong? Masing-masing mengetahui shalat dan tasbihnya. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”(QS 24:41)

Semua makhluk hidup berusaha menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam menghadapi perubahan lingkungannya. Ayam berkokokdi subuh hari, burung merpati terbang berputar di pagi dan sore hari, adalah bentuk ritual penyesuaian diri terhadap perubahan alam lingkungan. Dalam bahasa Al-Quran penyesuaian diri ini disebut shalat.

Ada juga yang ritual shalatnya dilakukan tahunan, seperti migrasi burung, ikan paus dari utara ke selatan, mencari tempat yang lebih hangat. Bagaimanakah shalatnya cicak, nyamuk dan semut ?



FAMILY KULTUM
7 Ramadhan 1429

Manusia Beradaptasi 5 Kali Sehari

“Dirikanlah shalat diwaktu tergelincir matahari sampai gelap malam (maghrib),
dan shalat subuh, sesungguhnya shalat subuh disaksikan.” (QS 17:78)


“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (dzuhur dan ashar) dan sebahagian malam (isya), sesungguhnya kebaikan menghapus kejahatan Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat (kepada Allah).” (QS 11:114)

Dengan demikian, waktu-waktu shalat adalah waktu bagi manusia untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan harian, yaitu;

1. saat terjadi perubahan cahaya dari gelap ke terang, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat subuh, supaya produksi serotonin kita pas

2. saat terjadi penurunan radiasi matahari, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat dzuhur, supaya tidak kaget waktu getaran otak menurun

3. saat terjadi suhu yang tinggi, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat ashar, supaya hormon happy messenger tetap tinggi

4. saat terjadi perubahan cahaya dari terang ke gelap, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat maghrib, supaya istirahat dan proses peremajaan sel optimal

5. saat otak mulai terpengaruh net radiasi negatif, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat isya, supaya tetap berpikiran positif

Dengan shalat maka kita berusaha untuk selalu menjaga kebugaran, kecerdasan dan keceriaan sepanjang hari

.

Minggu, September 07, 2008

Ilmu Diamalkan


Kultum hari kelima sangat menarik. Mulai semester ini anak-anakku sekolah siang. Hal ini agak mengganggu ritme harian. Saat sekolah pagi, siang harinya mereka kursus bahasa dan seni. Dengan masuk siang, mau tidak mau jadwal kursusnya digeser.

Karena tidak bisa digeser pagi, maka semua kursus-kursus mereka digeser ke malam hari, sepulang sekolah. Alhasil mereka pulang malam, dan tidur agak malam. Lalu keesokan harinya berat solat subuh, dan meneruskan tidur hingga agak siang. Dan sejak bulan Juli lalu, ritme harian ini menjadi kebiasaan.

Diskusinya agak panjang, karena mereka sadar bahwa mereka sedikit makhluk siang dan sedikit makhluk malam. Mereka ingin tidur di malam hari dengan cukup, 8 jam. Kalau mau bangun subuh, berarti tidur harus jam 9 malam atau paling lambat 9.30. Padahal menurut mereka, waktu itu belum ngantuk, karena baru pulang dari kursus.

Lalu aku sarankan agar dicoba, tidur segera dan matikan lampu, biar gelap malam untuk istirahat menjadi optimum bagi tubuh.

Esoknya hari sabtu dan mereka masih sekolah siang. Ternyata mereka masih mengikuti kebiasaan, belum berhasil menjadi makhluk siang.

Karena gagal, maka materi Family Kultum berikutnya aku tunda. Karena ilmu itu, bukan hanya harus dipahami, tetapi juga harus diamalkan. Dan pengamalan itu satu tahap demi satu tahap.
Jadi aku akan mengulang materi-materi hari-hari sebelumnya sambil mereka coba mengamalkan.

.

Jumat, September 05, 2008

Manusia Makhluk Siang

Tadinya aku kira Family Kultum hari keempat bakal tertunda, karena hari ini anak-anaku mulai masuk sekolah, dan mereka masuk siang. Sore sepulang sekolah, mereka kelenger, rebahan dan tertidur menunggu magrib. Ya sudah tidak usah dipaksa.

Ternyata setelah sahur kita punya waktu untuk mendiskusikan Family Kultum hari keempat. Kami membahas Black Hole yang bila terus memampat akan menjadi sangat panas. Black hole yang kecil saja diperkirakan mempunyai panas 10 pangkat 31 derajat Kelvin atau setara dengan 10 pangkat 24 atau 1,000,000,000,000,000,000,000,000 kali panas matahari. Padahal siang hari di bumi yang jauh dari matahari sudah dibilang oleh anakku sebagai ’neraka bocor’.

Dan Black Hole utama yang menghisap semua bintang dan langit serta black hole lain yang lebih kecil, akan memampat dengan suhu yang jauh lebih panas lagi. Hingga akhirnya ’menyala’ menjadi neraka Jahim.

Lalu di padang masyhar adalah hari pengadilan yang seadil-adilnya. Siapa yang layak masuk surga dan siapa yang harus mempertanggunjawabkan kejahilannya di dunia, sehingga kecebur di neraka.

Kami semua bergidik membayangkannya. Bertekad dan berdoa agar kelak dijauhkan dari api neraka. ”Rabbana atina fi dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqina azaban naar”

Anak2ku bertanya bagaimana supaya kita terhindar dari api neraka. Sementara aku menjawab sesuai dengan bahan diskusi Family Kultum hari pertama. Dan tambahan jawabannya akan didiskusikan pada Family Kultum berikutnya.



FAMILY KULTUM
5 Ramadhan 1429


Manusia itu Makhluk Siang


25:47. Dialah yang menjadikan untukmu malam
(sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat,
dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.




Setelah yakin tentang kelanjutan kehidupan kita di akhirat, maka dalam kehidupan dunia ini kita tinggal berusaha menjalani kehidupan sesuai ’aturan main’nya

Manusia adalah makhluk yang diciptakan dan hidup di planet bumi.
Planet bumi berotasi sehingga menghasilkan siang dan malam.
Planet bumi berevolusi mengelilingi matahari sehingga terjadi perubahan musim di bumi.

Manusia ternyata dirancang sebagai makhluk Siang. Artinya siang hari ada semangat untuk beraktivitas sedangkan malam hari dikondisikan untuk beristirahat.
Kalau melawan kodrat ini, akan menimbulkan penyakit atau kondisi tubuh yang tidak nyaman.

Jadi sebaiknya kita segera tidur diwaktu malam. Dan segera bangun ketika matahari mau terbit.
Coba sebutkan makhluk malam !

.

Kamis, September 04, 2008

Semangat Awal Ramadhan

Di awal-awal Ramadhan ini masjid kami penuh, khususnya shalat isya dan shalat subuh.
Di awal-awal Ramadhan ini, dikantor, shalat dzuhur seperti shalat Jumat. Penuh dan semua khusyuk mendengarkan ceramah/kultum.
Di awal-awal Ramadhan ini umat muslim yang berpuasa sangat santun dalam kesehariannya. Menjaga lisan, pendengaran dan pandangan. Tidak cepat marah.
Di awal-awal Ramadhan ini, banyak sedekah mengalir kesana kemari.
Di awal-awal Ramadhan ini, semangat umat muslim begitu tinggi.

Ini semua ditekankan kembali oleh para ustad penceramah kultum. Bahwa saat puasa kita harus melakukan semua kebaikan dan meninggalkan semua yang jelek, harus mengendalikan nafsu, agar puasa kita diterima.

Aku tersenyum. Rasa-rasanya, seharusnya kita melakukan semua kebaikan itu bukan karena puasa. Di luar Ramadhanpun, sebaiknya setiap hari kita tetap berusaha untuk mengendalikan emosi, memberi sedekah, mencari ilmu dan beribadah dengan khusyu.

Ya Allah, semoga semangat awal Ramadhan ini TETAP TERJAGA sepanjang tahun. Amiin.

9:18. Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah
ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian,
serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat
dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah,
maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan
orang-orang yang mendapat petunjuk.


Pembentukan Neraka & Surga

Family Kultum hari ketiga masih seru. Aku mulai memberikan visualisasi hasil eksplorasi manusia dibandingkan dengan ayat-ayat Al Quran. Mereka mencoba membayangkan rangkaian kejadian hari kiamat, divisualisasikan dengan bunga mawar merah. Mereka juga melihat hasil foto NASA yang menemukan Black Hole yang telah menghisap 200 milyar bintang. Jumlah bintang yang sama yang ada di galaksi kita Melky Way (Bima Sakti).

Aku coba meyakinkan bahwa apa yang ditemukan manusia sekarang telah sesuai dengan ayat Al Quran. Sehingga apa yang akan terjadi kemudian dan akan ditemukan oleh ilmuwan/kosmologist kedepannya, dapat kita reka-reka (hipotesakan) berdasarkan ayat-ayat Al Quran.

”wow..” gumam anakku,
”foto black holenya kereen..”


Selanjutnya aku berikan bahan untuk kultum berikutnya. Supaya dibaca2 dulu oleh mereka.





FAMILY KULTUM
4 Ramadhan 1429


Pembentukan Neraka & Surga


81:11. dan apabila langit dilenyapkan,
81:12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan,
81:13. dan apabila surga didekatkan,


Setelah selesai hiruk pikuk akhir alam Galaksi.
Black Hole akan semakin kecil dan panas, sehingga 'menyala' menjadi NERAKA.
Sedangkan sisa seluas alam semesta (langit dan bumi) akan menjadi SURGA




3:133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
.

Rabu, September 03, 2008

Akhir Alam Dunia

Family Kultum hari kedua agak seru. Metode yang diterapkan adalah, aku membagikan bahan, anak-anak membaca, lalu sepulang kantor barulah kultum dan diskusi, terutama dalam penerapan di kehidupan sehari-hari.

Sesekali aku bertanya, untuk menguji pemahaman, dan disinilah serunya. Karena jawaban dan praktek yang dilakukan anakku, ada yang masih belum pas. Anakku merasa tersindir terus olehku, tapi aku hanya menjawab bahwa bukan aku yang menyindir, tetapi kalimat-kalimat dalam Al Quran yang mengatakan begitu. Akupun memberi contoh-contoh dimana akupun punya kelemahan dan kelalaian. Anak-anakku senang karena merasa punya teman dalam kelalaian. Kesimpulannya tak ada manusia yang sempurna.
No hart feeling, kita berdiskusi dengan santai dan ceria.

Yang menarik adalah ketika kita membahas, bahwa disaat alam ruh ternyata kita sederajat. Ketika lahir di dunia, tergantung antrian, tak ada yang tahu mau masuk ke perut siapa. Perut ibu orang bule atau orang hitam. Karena aku lahir duluan dan anak-anakku lahir dari perut istriku, maka jadilah aku, bapak dari anak-anaku.

Dialam kematian, hari pengadilan, maupun di akhirat, kita akan sederajat lagi, tidak ada bapak-anak.


Setelah kultum. Kuberikan bahan untuk kultum esok hari.







FAMILY KULTUM
3 Ramadhan 1429


Akhir Dari Alam Dunia


81:1. Apabila matahari digulung,
81:2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
82:1. Apabila langit terbelah,
82:2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
21:104. (Yaitu) pada hari Kami gulung langit
sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.
Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama
begitulah Kami akan mengulanginya.
Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati;
sesungguhnya Kami lah yang akan melaksanakannya.


Ilmu modern telah menemukan adanya BLACK HOLE yang akan menghisap semua benda yang ada didekatnya termasuk bintang-bintang. Matahari adalah salah satu bintang.

Cara Black Hole menghisap adalah seperti menggulung kertas.
Setiap bintang terhisap, tidak semua masuk Black Hole.
Ada yang dilempar keluar Black Hole















Maka apabila langit telah terbelah,
maka dia menjadi mawar merah
seperti minyak (berkilauan)”
(QS 55:37)



Selasa, September 02, 2008

Percaya Akhirat

Family kultum hari pertama berjalan sukses, tema tentang menggali nikmat duniawi tapi bernilai akhirat, sangat mengena bagi anakku. Karena memang remaja seumuran mereka saat ini sangat berlimpah dengan entertainment, mulai dari TV, komputer, internet, HP, games, Playstation, iphone, komik, novel, majalah, sepeda motor matic, de el el.

Hari kedua Family Kultum diisi dengan diskusi mengenai masa depan. Tujuannya untuk mengembangkan visi dan tujuan hidup. Visi yang tidak hanya masa depan di dunia, tetapi juga setelah itu. Untuk membangun visi, dibutuhkan keyakinan mengenai tahapan-tahapan kehidupan manusia.




FAMILY KULTUM
2 Ramadhan 1429


Percaya Adanya Akhirat


Mengapa kamu kafir kepada Allah,
padahal kamu tadinya mati,
lalu Allah menghidupkan kamu,
kemudian kamu dimatikan
dan dihidupkan-Nya kembali,
kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
Al Baqarah 2:28


Ini adalah perjalanan panjang kehidupan setiap manusia.
Kita sadar saat ini kita hidup di dunia, tetapi dimana kita sebelumnya dan kemana kita nanti ?

Awalnya manusia semua berkumpul di Alam Roh.
Kita tidak merasakan makanya disebut periode ‘mati’

Lalu satu persatu manusia lahir ke Bumi. Ada yang duluan, ada yang belakangan.
Kita merasakan kehidupan masa kini, makanya disebut periode ‘hidup’

Kemudian satu persatu meninggal. Ada yang meninggal masih bayi ada juga yang sudah tua
Saat mati kita ada di Alam Kubur. Kita tidak merasakan, makanya disebut periode ‘mati’

Kemudian ketika akhirat terbentuk, manusia hidup lagi. Tapi sekarang hidupnya terpisah, ada yang di surga, ada yang dineraka. Ini adalah periode ‘hidup’ yang kedua

Setelah hidup sangat lamaaaaa di alam akhirat.

Akhirnya kita ‘dikembalikan’ kepada Allah dengan damai.

Perjalanan manusia ini sudah ditakdirkan dan pasti dialami oleh semua manusia.
Jadi kita tidak mungkin membantah atau menolak atau mengingkari
Kita tidak boleh kafir. Kafir itu artinya ingkar atau pura-pura tidak tahu tentang perjalanan hidup manusia.
Jadi kita harus percaya bahwa kita akan hidup lagi di kehidupan akhirat


.


Senin, September 01, 2008

Seimbang Akhirat-Dunia

Ramadhan telah tiba, anak sekolah banyak libur, jadwal pendalaman agamapun dirancang. Anak-anakku memilih private, tapi dari sekian nama ’guru’ yang ada di sekitar komplek, belum ada yang pas. Mahasiswi, ustadzah yang sederhana hingga yang sarjana, dianggap terlalu tradisional dalam mengajar.

”Sama Bapak saja deh..” anakku memintaku untuk memberi pendalaman agama.
Entah apa yang ada dalam benak anakku, yang jelas membuatku bangga,
”Oke, bapak akan kasih bahan pengantar untuk didiskusikan bersama.”

Alhasil kusiapkan ”family kultum”, bahan sederhana untuk memancing diskusi atau obrolan keluarga setiap menjelang buka atau setelah sahur. Untuk bahan 10 hari pertama sudah siap dalam benakku, tapi untuk berikutnya.. kumaha engke wae..





FAMILY KULTUM
1 Ramadhan 1429


Seimbang Akhirat - Dunia


Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat,
dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi
dan berbuat baiklah (kepada orang lain)
sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu,
dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Al Qashash 28:77.


Dalam kehidupan masing-masing, kita harus berprinsip bahwa
Apapun yang kita lakukan, usahakan agar mempunyai nilai pahala
Sehingga di akhirat nanti kita termasuk yang hidup disurga bukan di neraka

Pahala bisa kita dapat kalau kita menikmati dunia dan mensyukurinya
Kita menikmati handphone yang bisa dipake macam-macam dan bersyukur kepada Allah
Kita menikmati drum, organ, biola, gitar, CD, Video. Dan kita bersyukur kepada Allah
Kita menikmati kamar, rumah, kebun, mobil, pekerjaan, sekolahan, mainan,
Menikmati semua makanan dan minuman
Menikmati mempunyai orang tua, saudara, anak, mbak, temen sekolah, tetangga.
Dan kita bersyukur kepada Allah atas semuanya

Setelah kita menikmati, jangan lupa untuk berbuat baik kepada orang lain.
Bertutur baik, walaupun menggunakan bahasa apa saja
Bersikap baik, menunjukkansikap kebersamaan
Bertindak baik, membantu orang lain

Lalu berhati-hatilah, jaga diri supaya tidak bertindak merusak
Kendalikan emosi, jangan cepat marah dan membanting-banting
Jangan merusak tubuh dan anggota tubuh
Jangan merusak lingkungan