Hasil perubahan memang belum memuaskan, tetapi kalau dilakukan sedikit-demi sedikit, setahap demi setahap, insya Allah hasilnya memuaskan. Yang penting bagaimana melakukan sesuatu yang baru, yang awalnya terasa berat, menjadi ringan, terbiasa dan menyenangkan. Konon manusia akan mengubah tindakan yang dilakukan secara berturut-turut selama 2 minggu menjadi otomatis atau kebiasaan.
Mereview penerapan kultum dalam 2 hari ini sudah cukup. Maka hari ini aku berikan bahan kultum berikutnya. Sekaligus untuk dua bahan.
FAMILY KULTUM
6 Ramadhan 1429
Semua Makhluk Beradaptasi
“Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya bertasbih kepada Allah apa-apa yang di langit dan di bumi beserta burung-burung yang berbondong-bondong? Masing-masing mengetahui shalat dan tasbihnya. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”(QS 24:41)
Semua makhluk hidup berusaha menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam menghadapi perubahan lingkungannya. Ayam berkokokdi subuh hari, burung merpati terbang berputar di pagi dan sore hari, adalah bentuk ritual penyesuaian diri terhadap perubahan alam lingkungan. Dalam bahasa Al-Quran penyesuaian diri ini disebut shalat.
Ada juga yang ritual shalatnya dilakukan tahunan, seperti migrasi burung, ikan paus dari utara ke selatan, mencari tempat yang lebih hangat. Bagaimanakah shalatnya cicak, nyamuk dan semut ?
FAMILY KULTUM
7 Ramadhan 1429
Manusia Beradaptasi 5 Kali Sehari
“Dirikanlah shalat diwaktu tergelincir matahari sampai gelap malam (maghrib),
dan shalat subuh, sesungguhnya shalat subuh disaksikan.” (QS 17:78)
“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (dzuhur dan ashar) dan sebahagian malam (isya), sesungguhnya kebaikan menghapus kejahatan Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat (kepada Allah).” (QS 11:114)
Dengan demikian, waktu-waktu shalat adalah waktu bagi manusia untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan harian, yaitu;
1. saat terjadi perubahan cahaya dari gelap ke terang, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat subuh, supaya produksi serotonin kita pas
2. saat terjadi penurunan radiasi matahari, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat dzuhur, supaya tidak kaget waktu getaran otak menurun
3. saat terjadi suhu yang tinggi, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat ashar, supaya hormon happy messenger tetap tinggi
4. saat terjadi perubahan cahaya dari terang ke gelap, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat maghrib, supaya istirahat dan proses peremajaan sel optimal
5. saat otak mulai terpengaruh net radiasi negatif, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat isya, supaya tetap berpikiran positif
Dengan shalat maka kita berusaha untuk selalu menjaga kebugaran, kecerdasan dan keceriaan sepanjang hari
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar