Rabu, September 10, 2008

Dengan Senang Hati, Bukan Terpaksa

Banyak senyum dalam Family Kultum kemarin karena kami membayangkan bagaimana para hewan itu shalat (beradaptasi). Apakah nyamuk masuk dari kebun ke dalam rumah setiap menjelang magrib termasuk shalat ? Apakah kucing ngulet dan mencakar-cakar setiap bangun pagi termasuk shalat ? Kalau shalatnya ayam jago berkokok saat subuh, bagaimana dengan ayam betina ?

Selanjutnya kultum masuk ke topik shalatnya manusia. Pembahasan lebih kepada pemahaman proses di dalam tubuh dan dampak yang terjadi akibat perubahan lingkungan. Penekanan pemahaman juga aku berikan bahwa manfaat shalat itu muncul bila kita melakukannya dengan senang hati dan khusyuk. Dan shalat itu bukanlah segala-galanya, yang penting adalah apa pikiran, sikap dan tindak-tanduk kita setelah shalat.


Untuk kultum berikutnya, aku berencana memberi bahan tentang rukun islam lain. Tetapi dalam diskusi kemarin, ada terlontar keluhan untuk konsisten menjalankan shalat 5x sehari, ada rasa malas. Maka bahan kultum aku ganti dengan menyampaikan dua ayat berikut untuk direnungkan.



FAMILY KULTUM
10 Ramadhan 1429


Suka Hati atau Terpaksa

3:83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

41:11. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".


.

Tidak ada komentar: