Senin, September 29, 2008

Laskar Pelangi

”Kami bertiga mau nonton Laskar Pelangi, tapi kehabisan tiket”, ucap kakak iparku.
”Kami bertiga belas juga mau nonton Laskar Pelangi yang jam empat sore ini, dan aku sudah beli tiketnya tadi jam 11 siang”, sahutku.
Dua orangtuaku, lima anak dan mantunya serta enam cucu-cucunya akan nonton bersama Laskar Pelangi di Cinere 21.

Kursi bisokop terisi penuh, kami duduk dua baris, paling belakang.
”Sudah sekitar 20 tahunan Datuk tidak nonton di bioskop”, ujar Datuk saat mulai duduk.
Wajar saja, video, VCD, laserdisc, DVD, dan perangkat home theatre memang telah menggantikan peran bioskop. Belum lagi acara TV, parabola dan payTV telah menyajikan film-film bermutu.

Di dalam bioskop, kami menikmati film secara beragam. Cucu-cucu yang kecil bergerak lincah kesana kemari. Ada yang minta diantar ke toilet. Ada yang tertawa melihat kelucuan-kelucuan. Sedangkan yang dewasa lebih hanyut pada perasaan haru melihat potensi anak bangsa yang berusaha diangkat, namun tidak semua terangkat.

Salut buat Ibu guru Muslimah yang mendedikasikan dirinya agar si miskin pun punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Pendidikan yang tetap berlandaskan pembangunan moral.

9:71. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


Ternyata film ini berdurasi lebih dari 2 jam, sehingga ketika tiba waktu untuk berbuka puasa, kami masih di dalam bioskop. Akhirnya sebotol aqua yang terselip di tas anakku menjadi pembatal puasa bersama. Dan seperti yang sudah diduga, semua restoran penuh, sulit mendapat meja, apalagi untuk 13 kursi. Setelah berputar-putar di mal, akhirnya kami menemukan restoran yang bisa menampung. Itupun dengan menu yang sebagiannya sudah habis.

Menjelang pulang, kami bertemu kembali dengan kakak ipar. Kali ini bersama rombongan keluarga yang lebih besar.
”Kami bertujuh dapat tiket Laskar Pelangi yang jam 9 malam ini”, ujarnya.

Tidak ada komentar: