Kamis, September 11, 2008

Malas itu Mubazir

Berulangkali anakku membuka dan menutup Quran sambil tersenyum-senyum. Karena aku minta dia untuk mengulang ayat-ayat yang telah dibaca tanpa membuka Quran. Ketiga kalinya baru dia lancar. Selanjutnya aku minta secara bergantian mereka menyampaikan pendapat mengenai inti dari ayat QS 3:83 dan 41:11 tersebut, untuk dibahas bersama.

Yang menarik dalam diskusi adalah pemahaman mengenai berserah diri kepada Allah bukanlah hanya shalat, zakat, puasa. manusia harus tidur dan tidak bisa bangun terus, juga termasuk berserah diri. Manusia tidak tahan kalau tidak minum berhari-hari, juga termasuk berserah diri kepada ketentuan Allah. Rasa sakit kalau terjatuh, juga termasuk berserah diri. de el el, masing-masing anak memberi contoh. Jadi dengan suka hati atau terpaksa, toh kita sudah berserah diri.

Yang menarik berikutnya, bahwa mengerjakan dengan disuruh-suruh itu ternyata tidak enak. Lebih enak kalau kita yang menentukan sendiri dan langsung mengerjakan sebelum disuruh-suruh. Nggak enak kalau disuruh bersihin kamar, ngerjain PR, shalat, de el el.

Berikutnya, mengerjakan dengan suka hati bukan hanya ikhlas, tetapi juga gembira.
Salah satu anakku menyampaikan keraguan, apakah dia bisa terus berserah diri dengan senang hati. Dan dia tidak mau berjanji untuk selalu senang hati, karena dia tidak mau ingkar janji. Wah...

Aku bilang, zaman ini sudah tidak ada nabi, jadi tidak ada manusia yang sempurna. Lalu aku ceritakan saat-saat dimana ada rasa malas untuk shalat. Terutama bila sedang asyik dengan sesuatu, baik pekerjaan atau games atau apa saja.

Untuk Family kultum berikut, aku kasih dua ayat ini


FAMILY KULTUM
11 Ramadhan 1429


Malas itu Mubazir

4:142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

9:54. Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.

Tidak ada komentar: