Si bungsu yang masih kelas 3 SD, menangis kencang dan tidak mau melakukan apa-apa. Ketika kutanya mengapa menangis, ia menjawab karena privasinya dibuka. Si sulung yang kelas 1 SMA membuka-buka SMS si bungsu tanpa izin. Lalu apa isi SMS yang membuat si bungsu gusar?
Rupanya kakaknya melihat ada SMS langganan. “Itu lho, yang harus Ketik REG spasi … kirim ke ….”, si sulung menjelaskan. Terus?. “Adik aku tegur”
Aku tersenyum-senyum. Dulu kakaknya juga melakukan hal yang sama, lalu pulsanya tersedot terus. Konyolnya, ternyata tidak bisa di UNREG. Mereka panik, lalu mengganti nomor baru. Nah mulai saat itu, kami melarang untuk ikutan SMS yang pakai REG, kecuali untuk ringtone. Si bungsu juga tahu itu, cuma saat itu dia belum punya HP.
Kenaikan kelas kemarin, karena sibungsu juara satu, dia berhak untuk mendapat hadiah barang yang nilainya 200 ribu. Mulanya dia memilih mainan, termasuk helikopter remote control. Lalu tiba-tiba muncullah iklan Handphone yang dibawah 200 ribu, dan sibungsu menukar hadiah menjadi HP.
Namun akhirnya si bungsu mendapat HP yang lebih baik, lungsuran dari kakaknya. Karena kakak-kakaknya (sikembar) bersepakat untuk mengganti hadiah kelulusan SMP dan Nilai UN nya bisa masuk SMA Negeri, dari masing-masing dapat hadiah satu notebook, menjadi hanya satu notebook dan HP baru plus sisa uang.
Istriku dan aku memang membiasakan untuk selalu ada reward & punishment dalam keluarga ini. Baik untuk target jangka pendek maupun jangka panjang.
Kembali kepada si bungsu dan kasus REG, kepada semuanya aku mengingatkan bahwa di keluarga ini, privasi harus dijunjung tinggi. Tetapi bila ada masalah harus segera disampaikan sebelum masalah ini memberatkan diri maupun memberatkan keluarga. Karena lebih baik kami mendapat informasi masalah langsung dari anak-anak, daripada tahu dari orang lain.
Kepada si bungsu, aku sampaikan rasa bangga dan menghormati rasa ingin tahunya, karena SMS langganan yang di REG adalah tentang ilmu pengetahuan. Kemudian karena pulsanya cepat habis, maka penyelesaiannya aku serahkan kepada si bungsu. Tentu aku beri contoh penyelesaian yang dilakukan kakak-kakaknya beberapa tahun lalu. Akhirnya si bungsu memutuskan untuk mengganti nomor HP nya.
Ternyata, peringatan itu belum cukup. Rasa penasaran, rasa ingin tahu, membuat kita ingin mencoba apa yang dilarang. Begitulah anak cucu Adam.
2:35. Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
2:36. Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan".
2:37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
2:38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".
Kamis, September 25, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar