Sabtu, September 27, 2008

Old Soldiers Never Die

Keponakan-keponakan dan anak-anakku riang gembira. Tahun ini akan berlebaran di rumah Datuk Datin (Kakek Nenek) di Jambi. Mereka membayangkan akan bermain dikebun, menangkap ikan, de el el. Rencananya kami akan konvoi menyeberang selat sunda dan melintasi jalur lintas timur sumatra.

Namun kegembiraan itu tak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian Datuk menginfokan bahwa mereka yang akan ke Depok. Ada dua hal kekhawatiranku atas keputusan ini. Pertama, keponakan dan anakku yang kecil-kecil akan kecewa.
“Haa.. DD (Datuk-Datin) akan kesini?.
Asyiiik …, DD khan banyak uang, nanti kita main di Jungle, terus main di Timezone, terus …, terus…, “ sorak mereka saat diberitahu perubahan rencana lebaran.
Dasar anak-anak.

Kekhawatiran kedua adalah, bahwa DD akan berangkat dari Jambi menuju Depok dengan menggunakan kendaraan sendiri dan nyopir sendiri. Jadi mereka hanya akan berduaan melintasi Sumatera menyeberang ke Jawa. Pasangan 67 dan 65 tahun akan berduaan menempuh jarak lebih dari 1000 km. Mereka tak mau naik pesawat, menolak tawaran anaknya untuk nyopirin.

Semangat DD memang tinggi, dan mereka tidak mau dianggap tak berdaya. Maklum dulunya mereka adalah anggota militer. Datuk mantan KKO (sekarang Marinir) dan Datin mantan Angkatan Darat, yang kemudian hijrah ke Angkatan Laut mengikuti suami. Old Soldiers never Die

Dan kemarin, kekhawatiran itu terbayar. DD telah tiba di Depok.

.

Tidak ada komentar: