Dari obrolan kami, akhirnya terbuka bahwa mereka rajin shalat di sekolah, tapi agak malas di rumah. Rajin shalat disekolah karena, pertama rame-rame sama teman-teman, kedua karena pakai kerudung, mereka jaim. Di rumah, mereka sering shalat dengan malas karena, lagi asyik dengan berbagai hiburan atau PR, dan khusus shalat subuh alasannya adalah karena telat tidur malam. Kadang-kadang, dirumah mereka shalat, supaya tidak diomeli ortu.
Dari hasil obrolan juga dapat disimpulkan bahwa, ternyata dengan seringnya ortu menyampaikan, mengingatkan dan menyuruh-suruh kewajiban shalat, justru memberi tekanan dan menimbulkan pemberontakan. Sehingga mereka cenderung malas saat dirumah disuruh shalat.
Tetapi situasi sekolah yang tanpa tekanan membuat mereka lebih senang hati untuk shalat. Bahkan karena pake kerudung, mereka senang untuk mengajak dan memberi contoh pada teman lain.
Waduh, Pe eR kami jadi nambah. Tanpa disadari, di rumah ternyata kami menciptakan suasana tertekan bagi anak-anak kami. Kami harus putar otak supaya unsur ”tekanan” itu berubah menjadi ”pilihan”, ”kesenangan”, ”dorongan” dan ”pujian”.
Untuk menetralisir rasa tertekan. Dan untuk memberi mereka solusi ketika merasa tertekan, maka bahan kultum berikutnya (Sabtu-Minggu tidak kultum tapi latihan penerapan) adalah ayat berikut
Dari hasil obrolan juga dapat disimpulkan bahwa, ternyata dengan seringnya ortu menyampaikan, mengingatkan dan menyuruh-suruh kewajiban shalat, justru memberi tekanan dan menimbulkan pemberontakan. Sehingga mereka cenderung malas saat dirumah disuruh shalat.
Tetapi situasi sekolah yang tanpa tekanan membuat mereka lebih senang hati untuk shalat. Bahkan karena pake kerudung, mereka senang untuk mengajak dan memberi contoh pada teman lain.
Waduh, Pe eR kami jadi nambah. Tanpa disadari, di rumah ternyata kami menciptakan suasana tertekan bagi anak-anak kami. Kami harus putar otak supaya unsur ”tekanan” itu berubah menjadi ”pilihan”, ”kesenangan”, ”dorongan” dan ”pujian”.
Untuk menetralisir rasa tertekan. Dan untuk memberi mereka solusi ketika merasa tertekan, maka bahan kultum berikutnya (Sabtu-Minggu tidak kultum tapi latihan penerapan) adalah ayat berikut
FAMILY KULTUM
15 Ramadhan 1429
Semua Pasti Sanggup
2:286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
94:5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada (banyak) kemudahan,
94:6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada (banyak) kemudahan.
94:7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
94:8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar