Untuk memahami Al Quran, yang penting adalah kita tahu isinya. Karena Al Quran dalam bahasa Arab, maka mau tidak mau kita harus tahu artinya. Kalau kita sulit memahami bahasa arab, jangan khawatir, karena saat ini begitu banyak terjemahan Al Quran ke dalam bahasa Indonesia, bahkan ada yang dilengkapi tafir dan penjelasannya.
Aku menyarankan kepada keluargaku untuk tidak terfokus pada bahasa arabnya tetapi pada memahami tuntunannya. Al Quran turun dalam bahasa arab, karena Nabi Muhammad orang Arab sehingga mudah dipahami oleh beliau.
12:2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.
43:3. Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).
Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab, juga karena ajaran Al Quran ini harus disampaikan Nabi kepada kaumnya yang tinggal di Mekah dan sekitarnya, yang memang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa ibu.
42:7. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
Soalnya kalau Al Quran bukan bahasa Arab, misalnya bahasa Indonesia, maka kaum Nabi Muhammad akan protes; kenapa tidak diterjemahkan atau ditafsirkan dalam bahasa Arab.
41:44. Dan jika Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".
Begitulah, Rasul diutus dan menyampaikan dengan bahasa kaumnya, biar nyambung dan jelas. Andai dulu ada rasul di Jawa, pasti kitab dan ajarannya menggunakan bahasa jawa kuno.
14:4. Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Dalam Al Quran disampaikan percakapan malaikat, iblis, binatang, nabi dan umat dari zaman dan bangsa yang berbeda. Tidak semua percakapan itu menggunakan bahasa Arab, namun dalam Al Quran diterjemahkan ke dalam bahasa Arab agar Nabi Muhammad dan kaumnya bisa memahami.
46:12. Dan sebelum Al Qur'an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang lalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
Meskipun kita bukan bangsa Arab, namun kita mencoba memahami tuntunan Al Quran. Kita berpikir dan sikap positif, bahwa Kitab Suci tentu berisi tuntunan langsung dari pencipta manusia dan alam semesta. Jadi isi dan tuntunan Kitab Suci pasti bersifat universal. Nah, ternyata Al Quran memberi garansi bahwa ia adalah untuk semesta alam.
38:87. Al Qur'an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.
81:27. Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,
Dengan demikian, Nabi yang membawakan, menyampaikan, menerapkan dan mencontohkannya merupakan rahmat bagi alam semesta.
21:107. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Aku katakan bahwa ini adalah promosi Al Quran agar orang tertarik untuk membaca dan memahami. Aku tertarik atas promosi ini, aku merasakan manfaatnya, oleh karena itu aku mengajak keluargaku untuk menikmati manfaatnya. Pahami maknanya, terapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.
.
Sabtu, September 27, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar