Jumat, Oktober 31, 2008

Berjuang di Sektor Real

”Gila, dollar nembus 11 ribu”, temanku tercengang, tapi juga tersenyum
”Untung gw beli dolar banyak kemarin”.
”Lu beli dollar juga dong. Kayaknya bisa naik lagi nih”, sarannya.
”Ogah”, jawabku, ”Aku hanya ingin berbisnis di sektor real. Yang memberi value added secara real.”

Didunia internasional dimana tiap Negara menggunakan mata uang masing-masing, maka kalau mau bisnis lintas negara akan terjadi kesepakatan penggunaan mata uang, dan kesepakatan nilai tukar antara mata uang. Jual-Beli dolar untuk hal ini masih termasuk sektor real.

Tetapi kalau beli atau menjual dolar untuk mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tukar, ini termasuk sektor derivatif. Apalagi kalau berniat mempengaruhi naik turunnya nilai tukar. Kalau bagiku, bahasa jelasnya adalah judi.

Membeli saham untuk memiliki perusahaan sebagian, lalu ikut terlibat dalam RUPS, itu termasuk sektor real. Tetapi membeli dan menjual saham untuk mendapatkan gain dan memanipulasi naik turunnya harga saham, ini sih kejahatan, dan juga termasuk judi.

Future trading adalah real, tetapi spekulan, adalah derivative.

Meminjamkan modal untuk bagi hasil, itu real. Tetapi meminjamkan modal untuk mencekik, itu riba.
Membeli borongan untuk menjual ketengan adalah real, tetapi memborong untuk menimbun dan menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga, itu serupa dengan riba.
Inflasi juga serupa dengan riba.

5:90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

2:275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

61:10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

Aku tak bisa berbuat banyak untuk menghilangkan inflasi maupun praktek perdagangan derivative lain yang saat ini menjadi tatanan ekonomi dunia. Tapi aku bisa menolak untuk tidak melakukan riba dan judi.
Tetap berjuang di sektor real.

-

Kamis, Oktober 30, 2008

Menikah itu bukan hanya seks

Dari raut wajah dan gaya bicaranya, aku tahu bahwa perasaan istriku sedang campur aduk antara empati, kasihan, geram dan berontak. Dia mengadukan tentang berita Syekh Puji yang berusia 43 tahun, telah mempunyai istri berusia 26 tahun, dan sekarang menikahi tiga anak2 perempuan berusia 12 tahun, 9 tahun dan 7 tahun.
Hah..! ini sih isu poligami plus pernikahan dibawah umur.
Aya aya wae...

Kalau ini benar, maka kejadian ini harus ditolak oleh masyarakat, dan syekh Puji harus diberi hukuman. Kalau Aa Gym dulu ’dihukum’ oleh berkurangnya jamaah yang mengunjungi pondok pesantren dan ceramahnya, maka syekh Puji harus dihukum sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku di Indonesia. Karena kalau tidak, ini akan menjadi preseden dibolehkannya menikahi anak-anak dibawah umur.

Anak perempuan usia 12 tahun mungkin sudah menstruasi, yang artinya secara fisik siap untuk menikah. Tetapi kalau melihat sikap dan polah mereka, bahkan remaja yang berusia 16 tahunpun secara mental terlihat belum siap menikah. Mereka masih mempunyai dunia sendiri, yang jauh dari lika liku membangun berkeluarga.

Anak-anak belum siap untuk menikah. Karena pernikahan itu bukan semata-mata hubungan seksual. Ada banyak tanggungjawab yang membutuhkan kecerdasan dalam mengambil keputusan dan

4:6. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

.

Senin, Oktober 27, 2008

Gundah Wanita

Dulu aku tidak menaruh perhatian tentang masalah poligami. Yang aku terima dari guru agama, menurut Al Quran laki-laki boleh berpoligami sampai 4 istri. Dan poligami merupakan sunah rasul.

Tetapi setelah menikah, dikaruniai tiga anak perempuan, aku melihat ekspresi istriku yang gundah setiap mendengar kata poligami. Mulanya kupikir ini karena istriku belum yakin akan Al Quran. Tetapi kemudian aku melihat ekspresi gundah gulana yang sama pada rekan-rekan wanita, apabila membahas masalah poligami. Sementara para rekan pria tertawa terbahak-bahak.

Semakin lama, aku semakin merasakan keresahan yang hakiki dari para wanita mengenai poligami. Kalau begini, berarti selama ini ada yang salah dengan pemahaman umat tentang poligami.

Kuambil Al Quran. Kukatakan padanya bahwa tak seharusnya ia meresahkan para wanita. Membuat wanita ragu akan kebenarannya.

6:114. Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

10:37. Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.

.

Nikah Tidak Hanya Siap Fisik

Dari raut wajah dan gaya bicaranya, aku tahu bahwa perasaan istriku sedang campur aduk antara empati, kasihan, geram dan berontak. Dia mengadukan tentang berita Syekh Puji yang berusia 43 tahun, telah mempunyai istri berusia 26 tahun, dan sekarang menikahi tiga anak2 perempuan berusia 12 tahun, 9 tahun dan 7 tahun.
Hah..! ini sih isu poligami plus pernikahan dibawah umur.
Aya aya wae...

Kalau ini benar, maka kejadian ini harus ditolak oleh masyarakat, dan syekh Puji harus diberi hukuman. Kalau Aa Gym dulu ’dihukum’ oleh berkurangnya jamaah yang mengunjungi pondok pesantren dan ceramahnya, maka syekh Puji harus dihukum sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku di Indonesia. Karena kalau tidak, ini akan menjadi preseden dibolehkannya menikahi anak-anak dibawah umur.

Anak perempuan usia 12 tahun mungkin sudah menstruasi, yang artinya secara fisik siap untuk menikah. Tetapi kalau melihat sikap dan polah mereka, bahkan remaja yang berusia 16 tahunpun secara mental terlihat belum siap menikah. Mereka masih mempunyai dunia sendiri, yang jauh dari lika liku membangun berkeluarga.

Anak-anak belum siap untuk menikah. Karena pernikahan itu bukan semata-mata hubungan seksual. Ada banyak tanggungjawab yang membutuhkan kecerdasan, kearifan dan kebijaksanaan dalam mengarungi hidup berumahtangga.

Bersabarlah untuk menikahkan anak-anak kita. Tunggulah hingga mereka cukup umur.

4:6. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

.

S O S dari Petani

’Mohon standby untuk ikut teleconference jam 05.10’, demikian SMS yang kuterima. Maka di hari Minggu subuh kemarin handphoneku berdering dan aku telah bergabung dengan enam peserta teleconference lainnya. Mereka adalah para petani sawit yang tersebar di propinsi Jambi, yang jarak antara satu lokasi kebun dengan lokasi kebun lainnya adalah puluhan hingga ratusan kilometer.

Topik pembicaraan adalah tentang dampak penurunan harga sawit. Satu persatu para petani melaporkan situasi dilapangan. Harga sawit di level petani telah melorot dari Rp 2000 per kg menjadi Rp 200-300 per kg, yang berarti petani harus nombokin karena tidak cukup untuk ongkos angkut ke pabrik.

Pemda telah meminta pabrik untuk membeli sawit dengan harga Rp 800, tetapi manajemen pabrik malah memilih untuk tidak membeli sawit dan menutup kegiatan pabriknya untuk sementara. Jadi praktis petani tidak berpenghasilan.

Petani sawit menjadi relatif tidak berpenghasilan. Sementara harga BBM tidak diturunkan oleh pemerintah. Jangan-jangan harga-harga lain, baik untuk kegiatan kebun sawit maupun untuk kehidupan sehari-hari malah naik, karena dolar naik.

Para peserta teleconference melaporkan bahwa semua petani di wilayahnya terancam oleh hutang baik kepada bank maupun tengkulak yang tidak mampu dibayar. Beberapa petani yang mempunyai banyak kapling terpaksa menjual sebagian kapling kebunnya untuk melunasi hutang. Sebagian mendatangi koperasi untuk minta tolong, yang ternyata juga sulit dipenuhi oleh koperasi. Dilaporkan juga ada petani yang bunuh diri akibat himpitan ekonomi ini. Secara umum saat ini para petani sawit kebingungan menjalani hidupnya.

Mereka bertanya bagaimana kondisi jakarta akibat krisis. Kujawab bahwa saat ini masih heboh di para pemain saham dan pemain valas. Di level bawah belum ada gejolak besar. Mudah-mudahan pemerintah bisa tetap tenang dan tepat melangkah, sehingga gelombang PHK tidak terjadi.

Mengikuti pengalamanku di manajemen perusahaan, maka aku memberikan saran langkah-langkah yang harus diambil para petani.

Pertama, Krisis global diperkirakan akan terjadi cukup lama, maka jangan berharap situasi segera pulih. Ini saatnya iman kita diuji.
Kedua, Jual barang-barang yang bersifat konsumtif yang tidak produktif, untuk mendapatkan cash yang berguna untuk menjalani hidup dimasa krisis ini
Ketiga, Secara bersama-sama petani mendatangi Bank untuk minta direstrukturisasi hutang, dari periode 3 tahun menjadi 10 atau 15 tahun. Kalau perlu minta garansi Pemda atau diambil alih oleh Bank Pemda.
Keempat, Konversi sebagian lahan menjadi tanaman musiman jangka pendek.
Kelima, Belanja harian hanya untuk kebutuhan pokok dan produksi, dan cari cara menghematnya
Keenam, Kalau masih punya rezeki berlebih, berilah tetangga yang paling lemah ’pelampung’ seadanya agar tidak ’tenggelam’
Ketujuh, Tetap melaksanakan ibadah, berdoa, dan upayakan agar tetap bersyukur karena masih banyak nikmat Allah lain yang kita terima.

Teleconference berlangsung hampir satu jam. Ada perubahan nada suara dari nuansa keluhan dan gelisah di awal telecon, menjadi suasana sabar dan harapan di akhir telecon.

Sesaat setelah selesai berkomunikasi, aku menarik napas dalam. Berulang ulang.
Ada rasa takut dan harapan di kalbuku.

Lirih ku berdoa “Ya Allah, lindungilah manusia dari bencana krisis global, dan selamatkanlah orang-orang beriman dan bertaqwa untuk dapat meneruskan kehidupan dibumi dan membangun sistem ekonomi global yang sesuai dengan fitrah manusia dan tuntunan syariah Mu. Sebagaimana telah Engkau selamatkan pengikut para Nabi dari aneka kezaliman yang melanda masyarakatnya pada saat itu”

41:18. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa.

.

Jumat, Oktober 24, 2008

UU Pornografi

Terdorong rasa ingin tahu, kami serius menonton debat mengenai pengesahan UU Pornografi di TV. Namun penonton kecewa karena diakhir acara tidak ada kesimpulan apakah setuju atau tidak RUU Pornografi disahkan.

"Kalaupun disahkan, yang lebih penting adalah penerapannya. Belum tentu penegakkan hukumnya sesuai dengan isi Undang-undang", istriku ikut berdebat, tapi diluar TV. Ia memandangku untuk minta pendapat.

"Masih beriman pada Al Quran?".
Istriku mengangguk.
"Dengan atau tanpa UU Pornografi, UU yang berlaku untuk kita adalah Al Quran"


Pornografi itu UUZ = Uzung-Uzungnya Zina. kita khawatir zina merajalela dan menjadi budaya.

Oleh karena itu yang pertama kali harus disampaikan secara jelas dan gamblang adalah Dampak Negatif dari berzina. Zina itu menyebabkan penyakit untuk diri dan menular kepada orang lain. Zina juga menimbulkan ketidakstabilan emosi. Zina mempengaruhi kesehatan kandungan dan janin. Zina membuat ketidakjelasan garis keturunan, tanggung-jawab dan warisan.

17:32. ...; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.


Yang kedua, sampaikan ajakan untuk menghindari zina. Gampangnya, jangan terlalu sering berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim ditempat sunyi.

17:32. Dan janganlah kamu mendekati zina; ...


Yang ketiga, nikahkan pasangan yang sudah siap dan mampu. Yang belum mampu suruh sabarr.

24:32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

24:33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. ...


Yang keempat, jaga diri sendiri, jangan menampilkan sikap yang membangkitkan syahwat. Disini termasuk menghindari pornografi.

24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

(ayat untuk perempuan lebih panjang larangannya, menunjukkan bahwa laki-laki sangat mudah tertarik pada penampilan perempuan)


Yang kelima, kalau ada yang terbukti berzina, dihukum. Lalu kawinkan mereka.

24:2. Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

24:3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.


.

Kamis, Oktober 23, 2008

Upah Abadi

Kemarin aku ikut assesment yang diadakan oleh kantor. Salah satu pertanyaannya adalah "Apakah anda puas dengan posisi pekerjaan saat ini?"
"Banget" jawabku
"Bagaimana dengan imbalan yang diterima?"
"Banget" jawabku lagi.

Sejarahku masuk perusahaan ini adalah karena ajakan untuk melakukan transformasi, yang hasilnya bukan saja untuk kebaikan perusahaan, tetapi juga negara. Maklum BUMN. Oleh karena itu dalam bekerja aku tidak terfokus pada imbalan atau upah yang diterima. Tetapi aku fokus pada Tantangan dan Petualangan.

Mengambil tantangan yang lebih besar akan memberikan petualangan yang lebih matang. Petualangan yang lebih matang akan memberikan kemampuan untuk mengambil tantangan yang lebih besar lagi. dan seterusnya.

Sampai saat ini aku senang mencari tantangan baru, semata-mata untuk menikmati hidup. Memberi makna bagi hidup dan kehidupan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi diri dan lingkungan.

Belakangan baru aku sadari, ternyata tantangan yang lebih besar identik dengan tanggungjawab yang lebih besar dan identik dengan imbalan/upah yang lebih besar.

Namun aku masih ingin mendapat upah yang lebih besar lagi, yang tidak terbatas oleh angka. Upah yang tidak mengenal masa pensiun, yang tidak terbatas oleh waktu. Upah Abadi.


23:72. Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.


Jadi kalau ditanya apakah sudah puas dengan imbalan saat ini. jawabku puas banget, tetapi belum puas untuk terus mendapat upah dari Tuhanku.

.

Ongkos Lupa

Kuacak-acak kertas yang ada dimejaku. Tetap Flashdisc ku tak ketemu. Aku nyerah. Dirumah tak ada, di tas tak ada, di ruang kerjapun tak ada. O flashdisc, dimanakah engkau?

Dalam waktu beberapa bulan terakhir, aku sudah kehilangan dua flashdisc. Untuk flashdisc yang ketiga ini, entah berapa kali aku merasa kehilangan. Petugas warnet sampai hapal kalau aku selalu ketinggalan flashdisc. Dua minggu lalu sempat hilang empat hari, sampai akhirnya aku bertemu teman yang menyampaikan bahwa flashdiscku masih nyantol di USB desktopnya. Tiga hari lalu sahabatku menelpon dan menyampaikan bahwa saat shalat dhuha ia menemukan flashdiscku di musholla. Hari ini aku berharap ada yang menemukan.

Hari selasa minggu lalu, kabel listrik notebookku ketinggalan saat Raker di Hotel Borobudur, dan atas kebaikan teman-teman di bagian Umum, akhirnya kembali setelah seminggu kemudian. Hari senin lalu, sekretaris titip berkas untuk ditandatangani dirut, eh berkasnya malah tertinggal begitu saja di meja Lobby, dan untung sekretaris kembali ke lobby dan melihat berkasnya ada dimeja. Aku juga kehilangan laser pointer karena bulan lalu, saat rapat direksi, aku meminjamkannya ke dirut, dan baru ingat beberapa hari kemudian bahwa aku belum mengambil kembali.

Di rumahpun, sifat lupaku tak kalah serunya. Kran air kolam yang lupa tidak dimatikan sehingga air meluap. Radio yang ditinggalkan menyala. Alat-alat rumah dan kebun yang tidak kembali ke tempatnya. Uang di saku celana yang ikut tercuci. Dan aktivitas printilan lain, yang sulit kuceritakan karena sekarang aku lupa..

Lupa ada ongkosnya dan menyebabkan biaya hidup tinggi. Aku sampai harus membeli flashdisc lagi. Aku sudah memutuskan untuk membeli kabel listrik notebook, tapi karena lupa, aku belum beli sampai akhirnya ditemukan. Aku memutuskan untuk tidak punya laser pointer, karena nanti takut lupa meletakkan dimana. Berkali-kali aku harus bulak-balik karena ada yang terlupa, sehingga menimbulkan ongkos tenaga, waktu dan biaya komunikasi-transport.

Aku mulai kurang percaya diri. Jangan-jangan aku memang sudah pelupa. Apakah lupa karena pikun, atau lupa karena setan ?


16:70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

12:42. Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

18:63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."


Menyadari ada gejala-gejala mulai pelupa, aku coba melatih otak untuk mengingat-ingat. Salah satu kunci latihannya adalah; apa yang harus diingat selalu berusaha dikaitkan dengan Allah.

18:24. kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

Dan yang gampang, aku tulis di calender dan alarmku.
(mudah-mudahan aku tidak Lupa menulis dan memasang alarm)

.

Rabu, Oktober 22, 2008

Malam = Gelap

Saat kami tidur malam, maka kami memastikan hanya dua lampu yang menyala, yaitu satu lampu luar rumah dan satu lampu kamar mandi. Sebelas lampu di pekarangan dan duabelas lampu dalam rumah lainnya, dimatikan.
"Hemat listrik ya?", tanya tetanggaku.
"Ya tapi tidak", sahutku.

"Lho koq..", tetanggaku belum mengerti
"karena memang seharusnya malam itu gelap", jawabku.

Lalu kujelaskan bahwa manusia, tumbuhan, hewan dan semua makhluk membutuhkan gelap dimalam hari untuk istirahat dan recovery tubuh. Insya Allah badan sehat, hewan bugar dan tumbuhan berbunga dan berbuah dengan lebat. Makhluk malampun butuh gelap, biar tidak silau.

Dirumah dan pekaranganku, selain aku dan keluarga, ada banyak makhluk Tuhan lainnya yang membutuhkan gelapnya malam. Oleh karena itu kami matikan semua lampu, kecuali dua lampu tadi. Sekedar agar orang rumah dan yang ronda malam tidak nabrak-nabrak lalu benjol.

Apa yang kusampaikan persis seperti isi Family Kultum Ramadhan buat anak-anakku.


6:96. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

10:67. Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.

25:47. Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

27:86. Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

28:72. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?"

28:73. Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.

40:61. Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

78:9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

.

Manajemen Sampah Lingkungan

Aktivitas yang paling aku sukai setelah shalat subuh adalah jogging ringan dan stretching. Namun rasa malas membuat jadwal joging-subuhku hanya terjadi 2-3 hari perminggu. Yang pasti hari Senin & Kamis aku tidak jogging karena puasa. Pemandangan yang menemaniku saat stretching subuh adalah beberapa ibu-ibu tetangga yang 'berolahraga' menyapu jalan. Lalu mengumpulkan dan membuang sampah yang berserakan di jalan ke ... tempat sampah ku!

Lalu subuh itu kulihat beberapa ibu keluar dari rumahnya masing-masing, membawa bungkusan plastik berisi sampah. Berjalan menuju tempat sampahnya, namun hanya dilalui saja, dan terus berjalan ke arahku, lalu membuang plastik sampahnya ke ... tempat sampahku ! Maka penuhlah tempat sampahku.

Aku tersenyum dan bersyukur. Sekarang lingkungan kami memang bersih. Ini berkat inisiatif istriku untuk membuat beberapa tempat sampah di sepanjang jalan dekat rumahku. Sehingga anak-anak yang lalu lalang sambil makan atau minum, dapat membuang sampahnya ke tempat sampah terdekat.

Lalu istriku berinisiatif untuk berlangganan dua pengelola sampah yang mengambil sampah dari tempat sampah dirumah-rumah. Satu pengelola sampah untuk RT 06 yang secara rutin mengambil sampah setiap senin, rabu dan minggu. Satunya lagi pengelola sampah RT 04 yang jadwal mengambil sampahnya setiap hari selasa, kamis dan sabtu. Jadi klop, hampir setiap hari sampah kami terangkut. Nah, inilah yang menyebabkan tetangga, pada hari-hari tertentu membuang sampahnya di tempat sampahku.

Walaupun tukang sampah tidak protes karena melihat sampahku selalu penuh, karena kami kenal baik, maka istriku memberikan tip tambahan kepada mereka.

Selain sampah dapur dan pabrik, ada juga sampah dari daun-daun yang rontok. Khusus yang ini, sampahnya di recycle menjadi pupuk, baik dibiarkan membusuk maupun dibakar untuk diambil abunya.

Yang lebih penting dan yang sering aku tekankan kepada seisi rumah, adalah bahwa mengelola sampah yang paling efektif adalah dengan cara "tidak membuat sampah". Yang pertama adalah jangan sampai ada yang mubazir, baik makanan, minuman maupun yang lainnya. Yang kedua gunakan sesuai kapasitas dan kebutuhan. Yang ketiga rutin dibersihkan dan dirawat, biar awet.

.

Selasa, Oktober 21, 2008

Coklat oh Coklat

Memasuki area sekretaris Dirut memang asyik, disitu banyak toples berisi kue. Seperti biasa, sambil ngobrol-ngonrol masalah kerjaan, tanganku membuka toples dan mengambil kue didalamnya.
"Minta ya..", mohon izin pada sang sekretaris.
"Ambil aja. Yang itu enak lho, coklatnya terasa", sekretaris memberi penilaian terhadap kue yang kumakan.

Kembali keruangan, aku bertemu rekan kerja.
"Mas bagi coklatnya dong"
Aku ambilkan silver queen dimejaku dan kuberikan kepadanya

Karena coklatku habis, saat istirahat aku menuju koperasi untuk membeli coklat.
"Nah, ini pasti mau beli coklat", sapa rekan kerjaku yang lain saat berpapasan dijalan

Saat kembali ke ruangan, office boy mengantarkan kue coklat ke mejaku
"ada yang ulang tahun", katanya

Di sore hari, kembali office boy masuk mengantarkan segelas minuman, milo coklat.

Sebelum pulang kantor, aku ke toilet, menatap wajah dikaca dan berkata
"hari ini aku kebanyakan makan coklat. Mulai besok aku harus mengurangi coklat. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik".

7:31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Sambil berkaca, kurapikan bajuku.
Astaga, ternyata aku memakai baju warna coklat, celana warna coklat, kaos kaki warna coklat, sepatu warna coklat dan dasi bercorak coklat !!

.

Kamis, Oktober 16, 2008

Kebijakan Ekonomi Keluarga

12:46. "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."

12:47. Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.


Sejak awal pernikahan, ayat ini menjadi acuan kebijakan ekonomi rumah tangga kami. Pendapatan dikelompokkan kedalam dua bagian besar, yaitu pendapatan yang Tetap (insya Allah) dan pendapatan yang kami anggap masih Berubah-ubah besarannya.

Saat bekerja dulu, istriku mempunyai pendapatan dari gaji yang nilainya tetap tiap bulan dan pendapatan yang berasal dari proyek yang diperoleh. Aku mempunyai pendapatan gaji tetap dan pendapatan yang terkait dengan fasilitas jabatan yang akan hilang bila tidak menjabat. Untuk kebun sawit dan usaha lain kita menetapkan harga dan produksi terendah sebagai pendapatan tetap, sedangkan selebihnya adalah pendapatan tidak tetap.

Sebelum digunakan, semua pendapatan harus sudah dibersihkan untuk zakat dan sedekah atau pajak. Pendapatan tetap kami gunakan untuk biaya operasional, belanja dan infaq/santunan bulanan. Sedangkan pendapatan tidak tetap kami gunakan untuk investasi, baik dalam bentuk investasi pendidikan anak, investasi hari tua, maupun investasi untuk pengembangan usaha.

Kebijakan ini kami rasakan sangat efektif dalam menghadapi gonjang-ganjing ekonomi. Istriku berhenti kerja, aku tidak menjabat, terjadi krisis moneter, harga minyak naik, harga sawit turun, biaya pendidikan naik, de el el. Sejauh ini, Alhamdulillah kami tetap bisa tetap bersyukur, walau menghadapi krisis ekonomi rumah tangga.

Namun kami tetap berdoa agar tidak diberi cobaan diluar kesanggupan kami.

2:286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

.

Petani Sawit vs Krisis Global

Aku mendapat telepon yang memberitakan gundah gulananya para petani sawit di sumatra. Para petani sawit mengeluh karena harga sawit turun. Harga sawit turun berarti pendapatan mereka menurun. Pendapatan menurun sangat tajam sedangkan kewajiban pengeluaran tetap tinggi. Mereka kebingungan untuk membayar hutang pinjaman ke bank.

Berawal dari subprime mortgage, lalu investor lari untuk invest di minyak, kombinasi dengan kurs dollar melemah, jadilah harga minyak melambung. Lalu harga minyak sawit terbawa melambung.

Disaat harga tinggi, petani sawit menikmati pendapatan yang tinggi. Analisa yang sampai kepada mereka adalah bahwa harga sawit akan tetap tinggi. Lalu mulailah mereka mengajukan pinjaman ke bank, baik untuk kendaraan, elektronik hingga kebutuhan pendidikan dan pernikahan anak. Pihak bank pun memberikan kredit karena petani sawit dinilai credible.

Ketika krisis bergerak ke arah lain, dengan berbagai analisa hukum sebab akibat, akhirnya harga minyak turun, dan harga sawit ikut turun. Diantara rantai ekonomi minyak sawit, maka pedagang, pabrik, dan pengumpul berusaha mempertahankan atau hanya sedikit mengurangi marjin. Sehingga yang tergencet tak berdaya adalah petani.

Kejadian-kejadian seperti ini harusnya menjadi pelajaran bagi petani. Atau kalaupun petani sulit mengambil pelajaran, maka para terdidik harus membagi ilmunya kepada petani.

Pelajaran yang paling penting adalah bahwa petani harus selalu siap terhadap penurunan harga jual, penurunan produksi, atau kenaikan harga pupuk. Petani harus bisa mengelola pendapatan dan belanja mereka.

12:46. "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."

12:47. Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.

.

Kamis, Oktober 09, 2008

Krisis ekonomi vs keseimbangan

Menjelang lebaran kemarin, orang-orang miskin antri dan 'rebutan' untuk mendapat zakat yang ribuan atau puluhan ribu rupiah
Sekarang orang berduit antre untuk 'jual-rugi' saham hingga milyaran rupiah.

Kontras, Ironis, sekaligus menggelikan.

Memang hidup ini perlu keseimbangan.
Keseimbangan antara kapitalis dan sosialis
Keseimbangan antara ekonomi moneter & derivatif serta ekonomi real

Jadi dalam menghadapi resesi kapitalis dan turbulensi moneter, kita perjuangkan sosialis dan sektor real.

Pernahkah kita bayangkan mengapa air sumur terus terisi dan sungai terus mengalir.
Karena ada siklus air yang mengembalikan air ke hulu.
Siklus air normal, tidak kekurangan dan tidak berlebihan

Pernahkah kita telusuri mengapa konsumen kelas menengah-atas mampu membeli produk/jasa yang mahal.
Karena produk/jasa mereka yang murah dibeli oleh konsumen miskin.

Jadi mari kita buat ketahanan ekonomi kita seperti siklus air.
Mari berzakat, berinfak dan bersedekah kepada orang miskin, agar roda ekonomi tetap berputar


3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan

Takut lalai karena keasyikan berlebaran, kuingatkan istriku
"Apakah santunan bulanan sudah disampaikan kepada anak asuh dan anak santun?"

.

Jumat, Oktober 03, 2008

Open House

Lebaran kali ini berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya. Hingga tahun lalu, aku yang berkunjung ke rumah-rumah tetangga dan keluarga, karena aku termasuk kelompok yunior. Kali ini aku mengadakan Open House, dan mulai lebaran hari pertama sampai ketiga, banyak tamu yang datang.

Banyaknya tamu bukan karena aku telah menjadi senior, tetapi karena sejak tiga bulan yang lalu anggota keluargaku bertambah satu. Ibu mertua pindah dari Pamulang dan tinggal dirumahku. Kebetulan Ibu Mertua ini adalah anak sulung, sehingga adik-adiknya yang tinggal di Jakarta beserta anak dan cucu-cucunya bersilaturahmi ke Mertuaku.

Ditambah kedatangan orangtuaku yang datang dari Jambi. Maka adik-adikku pun berlebaran di rumahku. Dan lebaran tahun ini rumahku benar-benar meriah. Termasuk meriah persiapannya dan hidangan makanan dan kue lebaran, dan angpau-angpau untuk keponakan-keponakan.

Dalam cakupan keluarga besar yang lebih luas lagi, dari jalur kakeknya ibu mertua, untuk wilayah Jabodetabek, Ibu Mertuaku juga termasuk yang dituakan. Jadi silaturahmipun akan dilakukan dirumahku. Namun karena cukup besar dan punya acara sendiri di hari-hari lebaran, maka halal bihalal akan dilakukan dalam beberapa minggu kedepan. Siap-siap open house lagi deh..

4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.