Jumat, Oktober 31, 2008

Berjuang di Sektor Real

”Gila, dollar nembus 11 ribu”, temanku tercengang, tapi juga tersenyum
”Untung gw beli dolar banyak kemarin”.
”Lu beli dollar juga dong. Kayaknya bisa naik lagi nih”, sarannya.
”Ogah”, jawabku, ”Aku hanya ingin berbisnis di sektor real. Yang memberi value added secara real.”

Didunia internasional dimana tiap Negara menggunakan mata uang masing-masing, maka kalau mau bisnis lintas negara akan terjadi kesepakatan penggunaan mata uang, dan kesepakatan nilai tukar antara mata uang. Jual-Beli dolar untuk hal ini masih termasuk sektor real.

Tetapi kalau beli atau menjual dolar untuk mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tukar, ini termasuk sektor derivatif. Apalagi kalau berniat mempengaruhi naik turunnya nilai tukar. Kalau bagiku, bahasa jelasnya adalah judi.

Membeli saham untuk memiliki perusahaan sebagian, lalu ikut terlibat dalam RUPS, itu termasuk sektor real. Tetapi membeli dan menjual saham untuk mendapatkan gain dan memanipulasi naik turunnya harga saham, ini sih kejahatan, dan juga termasuk judi.

Future trading adalah real, tetapi spekulan, adalah derivative.

Meminjamkan modal untuk bagi hasil, itu real. Tetapi meminjamkan modal untuk mencekik, itu riba.
Membeli borongan untuk menjual ketengan adalah real, tetapi memborong untuk menimbun dan menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga, itu serupa dengan riba.
Inflasi juga serupa dengan riba.

5:90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

2:275. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

61:10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?

Aku tak bisa berbuat banyak untuk menghilangkan inflasi maupun praktek perdagangan derivative lain yang saat ini menjadi tatanan ekonomi dunia. Tapi aku bisa menolak untuk tidak melakukan riba dan judi.
Tetap berjuang di sektor real.

-

Tidak ada komentar: