Kamis, Oktober 16, 2008

Kebijakan Ekonomi Keluarga

12:46. "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya."

12:47. Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.


Sejak awal pernikahan, ayat ini menjadi acuan kebijakan ekonomi rumah tangga kami. Pendapatan dikelompokkan kedalam dua bagian besar, yaitu pendapatan yang Tetap (insya Allah) dan pendapatan yang kami anggap masih Berubah-ubah besarannya.

Saat bekerja dulu, istriku mempunyai pendapatan dari gaji yang nilainya tetap tiap bulan dan pendapatan yang berasal dari proyek yang diperoleh. Aku mempunyai pendapatan gaji tetap dan pendapatan yang terkait dengan fasilitas jabatan yang akan hilang bila tidak menjabat. Untuk kebun sawit dan usaha lain kita menetapkan harga dan produksi terendah sebagai pendapatan tetap, sedangkan selebihnya adalah pendapatan tidak tetap.

Sebelum digunakan, semua pendapatan harus sudah dibersihkan untuk zakat dan sedekah atau pajak. Pendapatan tetap kami gunakan untuk biaya operasional, belanja dan infaq/santunan bulanan. Sedangkan pendapatan tidak tetap kami gunakan untuk investasi, baik dalam bentuk investasi pendidikan anak, investasi hari tua, maupun investasi untuk pengembangan usaha.

Kebijakan ini kami rasakan sangat efektif dalam menghadapi gonjang-ganjing ekonomi. Istriku berhenti kerja, aku tidak menjabat, terjadi krisis moneter, harga minyak naik, harga sawit turun, biaya pendidikan naik, de el el. Sejauh ini, Alhamdulillah kami tetap bisa tetap bersyukur, walau menghadapi krisis ekonomi rumah tangga.

Namun kami tetap berdoa agar tidak diberi cobaan diluar kesanggupan kami.

2:286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".

.

Tidak ada komentar: