Rabu, Oktober 22, 2008

Manajemen Sampah Lingkungan

Aktivitas yang paling aku sukai setelah shalat subuh adalah jogging ringan dan stretching. Namun rasa malas membuat jadwal joging-subuhku hanya terjadi 2-3 hari perminggu. Yang pasti hari Senin & Kamis aku tidak jogging karena puasa. Pemandangan yang menemaniku saat stretching subuh adalah beberapa ibu-ibu tetangga yang 'berolahraga' menyapu jalan. Lalu mengumpulkan dan membuang sampah yang berserakan di jalan ke ... tempat sampah ku!

Lalu subuh itu kulihat beberapa ibu keluar dari rumahnya masing-masing, membawa bungkusan plastik berisi sampah. Berjalan menuju tempat sampahnya, namun hanya dilalui saja, dan terus berjalan ke arahku, lalu membuang plastik sampahnya ke ... tempat sampahku ! Maka penuhlah tempat sampahku.

Aku tersenyum dan bersyukur. Sekarang lingkungan kami memang bersih. Ini berkat inisiatif istriku untuk membuat beberapa tempat sampah di sepanjang jalan dekat rumahku. Sehingga anak-anak yang lalu lalang sambil makan atau minum, dapat membuang sampahnya ke tempat sampah terdekat.

Lalu istriku berinisiatif untuk berlangganan dua pengelola sampah yang mengambil sampah dari tempat sampah dirumah-rumah. Satu pengelola sampah untuk RT 06 yang secara rutin mengambil sampah setiap senin, rabu dan minggu. Satunya lagi pengelola sampah RT 04 yang jadwal mengambil sampahnya setiap hari selasa, kamis dan sabtu. Jadi klop, hampir setiap hari sampah kami terangkut. Nah, inilah yang menyebabkan tetangga, pada hari-hari tertentu membuang sampahnya di tempat sampahku.

Walaupun tukang sampah tidak protes karena melihat sampahku selalu penuh, karena kami kenal baik, maka istriku memberikan tip tambahan kepada mereka.

Selain sampah dapur dan pabrik, ada juga sampah dari daun-daun yang rontok. Khusus yang ini, sampahnya di recycle menjadi pupuk, baik dibiarkan membusuk maupun dibakar untuk diambil abunya.

Yang lebih penting dan yang sering aku tekankan kepada seisi rumah, adalah bahwa mengelola sampah yang paling efektif adalah dengan cara "tidak membuat sampah". Yang pertama adalah jangan sampai ada yang mubazir, baik makanan, minuman maupun yang lainnya. Yang kedua gunakan sesuai kapasitas dan kebutuhan. Yang ketiga rutin dibersihkan dan dirawat, biar awet.

.

Tidak ada komentar: