Kamis, Oktober 23, 2008

Ongkos Lupa

Kuacak-acak kertas yang ada dimejaku. Tetap Flashdisc ku tak ketemu. Aku nyerah. Dirumah tak ada, di tas tak ada, di ruang kerjapun tak ada. O flashdisc, dimanakah engkau?

Dalam waktu beberapa bulan terakhir, aku sudah kehilangan dua flashdisc. Untuk flashdisc yang ketiga ini, entah berapa kali aku merasa kehilangan. Petugas warnet sampai hapal kalau aku selalu ketinggalan flashdisc. Dua minggu lalu sempat hilang empat hari, sampai akhirnya aku bertemu teman yang menyampaikan bahwa flashdiscku masih nyantol di USB desktopnya. Tiga hari lalu sahabatku menelpon dan menyampaikan bahwa saat shalat dhuha ia menemukan flashdiscku di musholla. Hari ini aku berharap ada yang menemukan.

Hari selasa minggu lalu, kabel listrik notebookku ketinggalan saat Raker di Hotel Borobudur, dan atas kebaikan teman-teman di bagian Umum, akhirnya kembali setelah seminggu kemudian. Hari senin lalu, sekretaris titip berkas untuk ditandatangani dirut, eh berkasnya malah tertinggal begitu saja di meja Lobby, dan untung sekretaris kembali ke lobby dan melihat berkasnya ada dimeja. Aku juga kehilangan laser pointer karena bulan lalu, saat rapat direksi, aku meminjamkannya ke dirut, dan baru ingat beberapa hari kemudian bahwa aku belum mengambil kembali.

Di rumahpun, sifat lupaku tak kalah serunya. Kran air kolam yang lupa tidak dimatikan sehingga air meluap. Radio yang ditinggalkan menyala. Alat-alat rumah dan kebun yang tidak kembali ke tempatnya. Uang di saku celana yang ikut tercuci. Dan aktivitas printilan lain, yang sulit kuceritakan karena sekarang aku lupa..

Lupa ada ongkosnya dan menyebabkan biaya hidup tinggi. Aku sampai harus membeli flashdisc lagi. Aku sudah memutuskan untuk membeli kabel listrik notebook, tapi karena lupa, aku belum beli sampai akhirnya ditemukan. Aku memutuskan untuk tidak punya laser pointer, karena nanti takut lupa meletakkan dimana. Berkali-kali aku harus bulak-balik karena ada yang terlupa, sehingga menimbulkan ongkos tenaga, waktu dan biaya komunikasi-transport.

Aku mulai kurang percaya diri. Jangan-jangan aku memang sudah pelupa. Apakah lupa karena pikun, atau lupa karena setan ?


16:70. Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

12:42. Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu." Maka setan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya.

18:63. Muridnya menjawab: "Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali."


Menyadari ada gejala-gejala mulai pelupa, aku coba melatih otak untuk mengingat-ingat. Salah satu kunci latihannya adalah; apa yang harus diingat selalu berusaha dikaitkan dengan Allah.

18:24. kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

Dan yang gampang, aku tulis di calender dan alarmku.
(mudah-mudahan aku tidak Lupa menulis dan memasang alarm)

.

Tidak ada komentar: