Kamis, Oktober 23, 2008

Upah Abadi

Kemarin aku ikut assesment yang diadakan oleh kantor. Salah satu pertanyaannya adalah "Apakah anda puas dengan posisi pekerjaan saat ini?"
"Banget" jawabku
"Bagaimana dengan imbalan yang diterima?"
"Banget" jawabku lagi.

Sejarahku masuk perusahaan ini adalah karena ajakan untuk melakukan transformasi, yang hasilnya bukan saja untuk kebaikan perusahaan, tetapi juga negara. Maklum BUMN. Oleh karena itu dalam bekerja aku tidak terfokus pada imbalan atau upah yang diterima. Tetapi aku fokus pada Tantangan dan Petualangan.

Mengambil tantangan yang lebih besar akan memberikan petualangan yang lebih matang. Petualangan yang lebih matang akan memberikan kemampuan untuk mengambil tantangan yang lebih besar lagi. dan seterusnya.

Sampai saat ini aku senang mencari tantangan baru, semata-mata untuk menikmati hidup. Memberi makna bagi hidup dan kehidupan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi diri dan lingkungan.

Belakangan baru aku sadari, ternyata tantangan yang lebih besar identik dengan tanggungjawab yang lebih besar dan identik dengan imbalan/upah yang lebih besar.

Namun aku masih ingin mendapat upah yang lebih besar lagi, yang tidak terbatas oleh angka. Upah yang tidak mengenal masa pensiun, yang tidak terbatas oleh waktu. Upah Abadi.


23:72. Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik.


Jadi kalau ditanya apakah sudah puas dengan imbalan saat ini. jawabku puas banget, tetapi belum puas untuk terus mendapat upah dari Tuhanku.

.

Tidak ada komentar: