Sabtu, November 01, 2008

Manajemen Rantai Makanan

”Tikusnya ditangkap saja ya”, istriku mohon izin untuk memasang lem tikus di rumah.
Ada dua tikus yang suka berkeliaran malam hari di dalam rumah. Dan saat subuh menjelang, para tikus mulai ngacir ke luar rumah. Begitulah setiap hari.

Mereka keluar masuk rumah dengan cara menggigit dan membolongi kasa nyamuk yang terpasang di ventilasi rumah. Untuk mencegah mereka masuk, kami telah mengganti kasa nyamuk dari kain dengan kasa besi. Tapi ternyata gigi tikus lebih kuat dan dia berhasil melubangi kasa besi untuk dijadikan jalan masuk-keluar.

Sebenarnya di rumah kami ada kucing. Ketika muda, si kucing makan tikus sehingga menjaga keseimbangan jumlah tikus, dan membuat tikus takut masuk rumah. Namun ketika si kucing semakin berumur, ia lebih memilih untuk mencari makan dari sisa makanan kami, atau apa yang terbuang di tempat sampah. Dan mencuekkan tikus yang lalu lalang di depannya.

Alhasil tikus mulai gemar berdiam di lemari, gigit sana gigit sini dan mulai menebar aroma pesing.

Sebenarnya aku lebih senang bila keseimbangan alam ini terjadi secara alami dan tidak suka membunuh binatang. Istri dan anak-anakku sudah hapal bahwa aku tidak akan membunuh nyamuk yang menggigitku atau menggigit anakku yang sedang tidur malam. Aku juga tidak akan membunuh semut yang beriringan di dinding dan lantai rumah. Juga tidak akan membunuh kecoa yang ada di kamar mandi, atau laba-laba di langit-langit.

Untuk mengurangi nyamuk, cukup memasang kawat nyamuk, menutup pintu dan jendela sebelum magrib dan membiarkan cicak memakan nyamuk. Apabila menjelang magrib, nyamuk sudah terlanjur masuk rumah, biasanya aku cari kain hitam atau peci hitam. Maka nyamuk akan bergerombol diatas peci hitam, atau bergerombol diatas rambut kita yang hitam. Kemudian secara perlahan aku pindahkan peci hitam itu keluar rumah.

Untuk mengusir semut, kecoa, laba-laba dan serangga lain dari rumah, kita hanya perlu menjaga setiap sudut rumah tetap bersih. Bersih dari sisa-sisa, remah dan sumber makanan. Untuk mengeluarkan semut yang keburu ada didalam rumah, pancinglah dengan menyediakan makanan di luar rumah atau dikebun. Tanam pohon buah-buahan buat makanan semut. Setelah itu biarkan rantai makanan alam berjalan. Akan datang pemangsa yang akan memakan atau mengurangi populasi.

27:18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

27:19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".


Kembali pada izin untuk menangkap tikus, karena keseimbangan rantai makanan terganggu, maka tugas kita adalah untuk mencoba ’menyeimbangkan’ lagi.
”Oke, kita tangkap tikus di dalam rumah”, sahutku.

Alhasil satu tikus tertangkap dan satunya selalu bisa menghindari jebakan.
Rupanya tikus juga belajar dari pengalaman tikus lain (yang tertangkap)

.

Tidak ada komentar: