Kamis, November 06, 2008

Memaafkan ketika Marah

Kehilangan HP, menimbulkan empati dari teman-temanku. Bahkan ada yang menawarkan jasa untuk menemukan HP ku.

”Pak, saya bisa bawa orang pintar yang bisa menemukan HP dan membuat si pencuri pengkor tangannya. Dia sudah berkali-kali terbukti ampuh”

Aku tertawa dan tersenyum,
”Jangan gitu. Saya memang kesal dan marah, tapi saya berusaha memaafkan. Kalaupun saya tahu orangnya, dan bertemu, saya akan memaafkan dan tetap mencoba bersikap baik. Mungkin dia sangat tertarik dan sangat membutuhkan Blackberry. Mudah-mudahan Blackberrynya bermanfaat buat dia”

42:37. dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.

Ternyata banyak yang mendukung sikapku, tetap tenang, senyum-senyum, bersenandung, seperti biasanya.

Ada juga yang berkelakar
”Wah, kalau begitu, nanti kalau Pak Rajendra ketinggalan apa saja, terus saya temukan, nggak akan saya kembalikan. Soalnya saya malah didoakan semoga mendapat manfaat dari barangnya Pak Rajendra yang saya ambil. He, he”

”Insya Allah tetap saya doakan” jawabku
”Tapi saya tidak tanggungjawag, kalau gara-gara mencuri, ente tetap dapat dosa dan mungkin membersihkan (menanggung) sebagian dosa ane”

.

Tidak ada komentar: