Kiki senyum-senyum menghampiriku, “Aku dan teman mau belanja buat persiapan malam tahun baru. Anterin ya Ap ..”
Anterin ? maksudnya pasti bayarin .. Aku sudah hapal karakter gadis2ku
Kalau istriku mau belanja bulanan ke supermarket, maka keduanya akan ikut, atau setidaknya salah satu. Karena mereka juga mau belanja bulanan, yang dibayarin ibunya ..
Hari terakhir tahun 2008, supermarket penuh. Kelihatannya tujuannya sama, mempersiapkan malam tahun baru. Karena punya tujuan yang berbeda, aku membiarkan anakku dan temannya berputar-putar di dalam supermarket.
HP ku bergetar. “Ap aku sudah selesai. Ap dimana ?”, tanya Kiki.
Kulihat dia mengantri di counter pembayaran. Seperti dugaanku, dia dan temannya sedang mendorong satu trolley yang penuh dengan aneka makanan dan persiapan bakaran. Dan momen yang paling kusuka adalah saat gadisku berhasil ‘menemukanku’, melihatku sedang melihat isi trolley, lalu tersenyum, “Peace Ap..”
Siang dan sore harinya, teman-teman gadisku mulai berdatangan ke rumah dan melakukan persiapan malam tahun baru. Ada rasa ingin tahu, apa yang sedang mereka persiapkan. Ternyata mereka mendirikan tenda di atap rumah, menyiapkan tempat bakaran ayam dan bakaran jagung. Mereka juga menarik kabel listrik ke atap untuk penerangan dan entertainment.
Boleh juga ide mereka..
5:114. Isa putra Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama".
.
Rabu, Desember 31, 2008
Minggu, Desember 28, 2008
Mengembangkan Warnet
Awalnya berniat untuk menyediakan sebuah komputer dan internet untuk membantu anak-anak tidak mampu. Lalu berkembang menjadi warnet. Itulah sekarang aktivitas di rumah lamaku. Untuk tahun 2009 ada keinginan untuk memperbesar pendapatan dari warnet.
Hal pertama yang terpikir adalah menambah bilik internet. Lalu memberikan keragaman tawaran ngenet yang mendorong customer lebih lama dan datang bergerombol. Terakhir adalah menyediakan
menu pelengkap yang dibutuhkan warneter, baik yang berkaitan dengan IT maupun makanan dan minuman.
Perkembangan suburban membuat kami tak perlu ke ibukota untuk mencari barang elektronik yang lengkap dan murah.
Aku tidak ahli dalam hal ini. Tetapi adikku adalah ahlinya. Jadi kubantu untuk mengembangkan warnetnya.
Asyik juga…
24:37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.
.
Hal pertama yang terpikir adalah menambah bilik internet. Lalu memberikan keragaman tawaran ngenet yang mendorong customer lebih lama dan datang bergerombol. Terakhir adalah menyediakan
menu pelengkap yang dibutuhkan warneter, baik yang berkaitan dengan IT maupun makanan dan minuman.
Perkembangan suburban membuat kami tak perlu ke ibukota untuk mencari barang elektronik yang lengkap dan murah.
Aku tidak ahli dalam hal ini. Tetapi adikku adalah ahlinya. Jadi kubantu untuk mengembangkan warnetnya.
Asyik juga…
24:37. laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang.
.
Berpikir Liar
Malam-malam akhir tahun ini aku melakukan semedi modern karena ditemani komputer dan internet. Pikiran menerawang untuk mencoba menyusun hipotesa bagaimana asal usul alam semesta. Walaupun bukan profesor doktor, tetapi aku tidak merasa ada hambatan atau minder. Bagiku modal dasar otak seluruh manusia adalah sama (kecuali yang ada cacat atau kerusakan otak), jadi tergantung kita menggunakannya.
Pertanyaan utamaku sama dengan para pakar kosmologis (ehm.. geer). Dari mana bahan2 ini peeertama kali ada?
Sebagai orang religius, aku yakin ada Tuhan Pencipta alam semesta. Tapi pertanyaan yang sama tetap muncul. Darimana Tuhan mendapatkan ‘bahan’ untuk alam semesta?
Dari tidak ada.
Lho ? bukankah pada awalnya hanya ‘ada’ Allah. Dan pada saat itu tidak ada “tidak ada”.
Mulailah pikiran liar dan nakalku menggelitik.
Berarti bahan alam semesta ini berasal dari satu-satunya yang ada, yaitu dari Allah.
Dan muncullah teoriku tentang ‘Ubah Wujud’
Sebuah interpretasi atas kalimat “Inna lillahi wa ina ilaihi rojiun”
Lama ku terdiam.
“Ya Allah ampuni keliaran pikiranku. Sesungguhnya pikiran adalah anugerahmu. Senantiasa bukakan fakta-fakta untuk ketenangan dan keyakinan batinku”
19:67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
.
Pertanyaan utamaku sama dengan para pakar kosmologis (ehm.. geer). Dari mana bahan2 ini peeertama kali ada?
Sebagai orang religius, aku yakin ada Tuhan Pencipta alam semesta. Tapi pertanyaan yang sama tetap muncul. Darimana Tuhan mendapatkan ‘bahan’ untuk alam semesta?
Dari tidak ada.
Lho ? bukankah pada awalnya hanya ‘ada’ Allah. Dan pada saat itu tidak ada “tidak ada”.
Mulailah pikiran liar dan nakalku menggelitik.
Berarti bahan alam semesta ini berasal dari satu-satunya yang ada, yaitu dari Allah.
Dan muncullah teoriku tentang ‘Ubah Wujud’
Sebuah interpretasi atas kalimat “Inna lillahi wa ina ilaihi rojiun”
Lama ku terdiam.
“Ya Allah ampuni keliaran pikiranku. Sesungguhnya pikiran adalah anugerahmu. Senantiasa bukakan fakta-fakta untuk ketenangan dan keyakinan batinku”
19:67. Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?
.
Jumat, Desember 26, 2008
Semedi Akhir Tahun
Memang kurang nyaman menikmati akhir tahun yang tidak sesuai dengan rencana. Tiba-tiba rumah menjadi sunyi. Tapi kesunyian ini memberi ketenangan, dan ketenangan mendorong batinku untuk berpikir dan merenung. Ah.. ini kesempatanku untuk bersemedi.
Setelah menimbang-nimbang topik semedi, kuputuskan untuk menuntaskan tantangan memecahkan “unsolved mysteries” nya para kosmologis dunia.
Aku akan mencoba melahirkan teori QRK tentang penciptaan dan perjalanan alam semesta. Aku namakan QRK singkatan dari Quranic Rajendra Kartawiria, karena aku mendasarkan teoriku pada Al Quran. Tapi disisi lain aku tahu bahwa ini adalah interpretasiku, sehingga bila ada salah tafsir maka itu bukanlah kesalahan Quran tetapi kesalahanku yang menafsirkan.
Entah berapa lama aku mampu menyelesaikan. Bismillah ..
3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
.
Setelah menimbang-nimbang topik semedi, kuputuskan untuk menuntaskan tantangan memecahkan “unsolved mysteries” nya para kosmologis dunia.
Aku akan mencoba melahirkan teori QRK tentang penciptaan dan perjalanan alam semesta. Aku namakan QRK singkatan dari Quranic Rajendra Kartawiria, karena aku mendasarkan teoriku pada Al Quran. Tapi disisi lain aku tahu bahwa ini adalah interpretasiku, sehingga bila ada salah tafsir maka itu bukanlah kesalahan Quran tetapi kesalahanku yang menafsirkan.
Entah berapa lama aku mampu menyelesaikan. Bismillah ..
3:191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
.
Rabu, Desember 24, 2008
Keluarga Reformasi
Rencana liburan sedikit berantakan. Tadinya liburan akhir tahun akan dilakukan di kampung Mbak2, di Kuningan dan Banjarnegara.
“Ap, aku dan Nino dan Vika tahun baruan sama DD yaa ..” sibungsu minta izin untuk ke rumah Datuk-Datin (DD) di Jambi
“Kalo aku sih sudah janjian sama teman2 mau taun baruan di rumah ini” Kiki juga minta izin.
“Bun ngantar anak2 ke Jambi” sahut istriku minta izin. Alasannya adalah karena sudah tidak dapat tiket pesawat, sehingga perjalanan ke Jambi akan ditempuh dengan menggunakan bis.
Dyna bimbang, “aku ikut ke Jambi saja deh..”
Supaya adil, akhirnya aku tetap di rumah, menemani malam tahun baruan Kiki dan teman2nya.
Aku menghela napas, ternyata di era reformasi ini, keputusan sejati bukan di kepala keluarga. Bebas berpendapat dan berkehendak. Sulit menolak si bungsu ke Jambi karena sudah menelpon DD, dan DD terdengar gembira akan kedatangan cucu2nya. Sulit juga menolak rencana malam tahun baruan si gadis dan teman2nya, karena mereka sudah mempersiapkan acaranya.
Walaupun akhirnya aku menyetujui dan memutuskan rencana tahun baru keluarga, tetapi sebenarnya masing-masing sudah mengambil keputusan. Mungkin inilah era reformasi dalam rumah tangga
42:38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
.
“Ap, aku dan Nino dan Vika tahun baruan sama DD yaa ..” sibungsu minta izin untuk ke rumah Datuk-Datin (DD) di Jambi
“Kalo aku sih sudah janjian sama teman2 mau taun baruan di rumah ini” Kiki juga minta izin.
“Bun ngantar anak2 ke Jambi” sahut istriku minta izin. Alasannya adalah karena sudah tidak dapat tiket pesawat, sehingga perjalanan ke Jambi akan ditempuh dengan menggunakan bis.
Dyna bimbang, “aku ikut ke Jambi saja deh..”
Supaya adil, akhirnya aku tetap di rumah, menemani malam tahun baruan Kiki dan teman2nya.
Aku menghela napas, ternyata di era reformasi ini, keputusan sejati bukan di kepala keluarga. Bebas berpendapat dan berkehendak. Sulit menolak si bungsu ke Jambi karena sudah menelpon DD, dan DD terdengar gembira akan kedatangan cucu2nya. Sulit juga menolak rencana malam tahun baruan si gadis dan teman2nya, karena mereka sudah mempersiapkan acaranya.
Walaupun akhirnya aku menyetujui dan memutuskan rencana tahun baru keluarga, tetapi sebenarnya masing-masing sudah mengambil keputusan. Mungkin inilah era reformasi dalam rumah tangga
42:38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
.
Mengaji Ringan dan Mudah
Karena cuti, maka saat adzan magrib berkumandang, aku ada di rumah. Usai solat magrib, satu per satu anggota keluarga kuajak untuk mengaji bersama. Istriku semangat. Tetapi tidak dengan anak2, wajah mereka biasa2 saja.
“Kita membaca terjemahannya saja”, aku mengusulkan pola baru.
Anak2ku tersentak, “Emang boleh ?”
“Kita baca satu ‘ain minimal 10 ayat perhari”, aku coba sesuatu yang ringan dulu.
“KD gantian baca ayatnya, Ap nanti yang menjelaskan maknanya. Trus semua boleh bertanya”, kataku
“Bener nih, Ap mau jelaskan maknanya ?”. Aku mengangguk. “Oke dechh..” Gadis2ku mulai bersemangat.
Karena ini metode baru, maka kami mulai lagi dari awal, dari Al Fatihah.
Supaya menarik, aku berusaha menjelaskan makna setiap ayat dengan mengkaitkan kepada kenyataan hidup yang terjadi pada diri kami. Contoh2nya hidup; aku, istriku dan anak2ku.
Kulihat pengajian model begini membuat mereka khusyuk untuk memahami maknanya. Dan sesekali bertanya atas apa yang belum jelas.
Aku bertekad ini akan terus terjadi tidak hanya selama cuti. Dan dalam benakku pengajian bersama ini dapat terus berlangsung di malam hari. Kalau aku pulang terlalu larut dan mereka sudah tidur, maka akan dilakukan setelah solat subuh. Kalaupun setelah solat subuh tidak sempat, maka akan di rapel di hari sabtu atau minggu. Pokoknya targetnya adalah minimal sepuluh ayat perhari.
Target sepuluh ayat ini hanya untuk permulaan. Bayangkan dengan lebih dari 6600 ayat, kalau hanya 10 ayat perhari, berarti butuh 660 hari atau 2-3 tahun. Jadi aku berangan-angan, beberapa bulan lagi mudah-mudahan kami bisa mengaji 20-30 ayat perhari. Mungkin ngajinya selain malam juga subuh hari.
“Ap, aku suka ngaji kayak gini. rasanya enak dan gampang” kata Kiki yang di iyakan oleh Dyna
“Memang dari sononya Al Quran itu sederhana dan mudah dipahami. Al Quran itu disajikan untuk manusia, bukan untuk profesor-doktor”, aku menyimpulkan.
7:204. Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
.
“Kita membaca terjemahannya saja”, aku mengusulkan pola baru.
Anak2ku tersentak, “Emang boleh ?”
“Kita baca satu ‘ain minimal 10 ayat perhari”, aku coba sesuatu yang ringan dulu.
“KD gantian baca ayatnya, Ap nanti yang menjelaskan maknanya. Trus semua boleh bertanya”, kataku
“Bener nih, Ap mau jelaskan maknanya ?”. Aku mengangguk. “Oke dechh..” Gadis2ku mulai bersemangat.
Karena ini metode baru, maka kami mulai lagi dari awal, dari Al Fatihah.
Supaya menarik, aku berusaha menjelaskan makna setiap ayat dengan mengkaitkan kepada kenyataan hidup yang terjadi pada diri kami. Contoh2nya hidup; aku, istriku dan anak2ku.
Kulihat pengajian model begini membuat mereka khusyuk untuk memahami maknanya. Dan sesekali bertanya atas apa yang belum jelas.
Aku bertekad ini akan terus terjadi tidak hanya selama cuti. Dan dalam benakku pengajian bersama ini dapat terus berlangsung di malam hari. Kalau aku pulang terlalu larut dan mereka sudah tidur, maka akan dilakukan setelah solat subuh. Kalaupun setelah solat subuh tidak sempat, maka akan di rapel di hari sabtu atau minggu. Pokoknya targetnya adalah minimal sepuluh ayat perhari.
Target sepuluh ayat ini hanya untuk permulaan. Bayangkan dengan lebih dari 6600 ayat, kalau hanya 10 ayat perhari, berarti butuh 660 hari atau 2-3 tahun. Jadi aku berangan-angan, beberapa bulan lagi mudah-mudahan kami bisa mengaji 20-30 ayat perhari. Mungkin ngajinya selain malam juga subuh hari.
“Ap, aku suka ngaji kayak gini. rasanya enak dan gampang” kata Kiki yang di iyakan oleh Dyna
“Memang dari sononya Al Quran itu sederhana dan mudah dipahami. Al Quran itu disajikan untuk manusia, bukan untuk profesor-doktor”, aku menyimpulkan.
7:204. Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
.
Selasa, Desember 23, 2008
Bermotoria ke sekolah
Cuti memang mengasyikkan. Aku berkesempatan terlibat dalam aktifitas semua anggota keluarga di rumahku sehari-hari. Secara khusus aku coba membangun keakraban lebih dalam dengan anak2 gadisku.
“Waktu ke sekolah kemarin, kayaknya banyak temen2 KD yang pake motor?” tanyaku
“Iya tuh ..” lalu gadisku menceritakan semua temannya yang pake motor ke sekolah. Dan mereka juga menceritakan bagaimana mereka senang digonceng atau ditawarin gonceng sampai jalan raya.
“Kenapa KD nggak naik motor saja ke sekolah. Toh sudah bisa khan..” pancingku
“Masih takut kalo di jalan raya”.
Memang mereka baru menggunakan motor diseputar komplek. Itu karena mereka baru bisa pake motor. Mereka baru mau belajar motor beberapa bulan lalu, setelah dibelikan motor matic. Ringan dan pas buat cewek. Sementara motor bebek yang ada dianggap terlalu berat.
“Ya udah. Nanti coba isi bensin sendiri. Ap digonceng”, usulku.
Dan gadisku berlatih ke jalan raya mengisi bensin sambil menggonceng.
“Nanti KD gantian bawa motor ke gerbang sekolah. Ap ngikutin dari belakang”, usul keduaku.
Dan gadisku melalui jalan raya menuju gerbang sekolahnya, dengan motorku selalu ada dibelakangnya.
“Coba Kiki yang bawa sambil gonceng Dyna, ke sekolah. Nanti terus gantian”, usul ketigaku
“Enggak ah.. adek dulu yang bawa. Aku digonceng..” Kiki menawar giliran.
“Ayo aja..” Dyna menerima tantangan.
Setelah usai ‘latihan’, aku memberi beberapa masukan atas apa2 yang harus mereka perbaiki saat mengendarai motor di jalan raya.
“Assyiik.. ternyata gampang !!”. Maka mulailah mereka mengatur rencana untuk pake motor kesekolah.
Seperti biasa, yang satu lebih hati-hati untuk memulai, yang satunya menantang untuk membawa motor. Dan mereka sepakat untuk gantian menggonceng.
Si bungsu yang dari tadi memperhatikan, protes, “Khan kakak belum cukup umur, belum bisa dapat SIM. Jadi belum boleh bawa motor ke jalan raya. Nanti ditangkap polisi lho ..”
16:8. dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
.
“Waktu ke sekolah kemarin, kayaknya banyak temen2 KD yang pake motor?” tanyaku
“Iya tuh ..” lalu gadisku menceritakan semua temannya yang pake motor ke sekolah. Dan mereka juga menceritakan bagaimana mereka senang digonceng atau ditawarin gonceng sampai jalan raya.
“Kenapa KD nggak naik motor saja ke sekolah. Toh sudah bisa khan..” pancingku
“Masih takut kalo di jalan raya”.
Memang mereka baru menggunakan motor diseputar komplek. Itu karena mereka baru bisa pake motor. Mereka baru mau belajar motor beberapa bulan lalu, setelah dibelikan motor matic. Ringan dan pas buat cewek. Sementara motor bebek yang ada dianggap terlalu berat.
“Ya udah. Nanti coba isi bensin sendiri. Ap digonceng”, usulku.
Dan gadisku berlatih ke jalan raya mengisi bensin sambil menggonceng.
“Nanti KD gantian bawa motor ke gerbang sekolah. Ap ngikutin dari belakang”, usul keduaku.
Dan gadisku melalui jalan raya menuju gerbang sekolahnya, dengan motorku selalu ada dibelakangnya.
“Coba Kiki yang bawa sambil gonceng Dyna, ke sekolah. Nanti terus gantian”, usul ketigaku
“Enggak ah.. adek dulu yang bawa. Aku digonceng..” Kiki menawar giliran.
“Ayo aja..” Dyna menerima tantangan.
Setelah usai ‘latihan’, aku memberi beberapa masukan atas apa2 yang harus mereka perbaiki saat mengendarai motor di jalan raya.
“Assyiik.. ternyata gampang !!”. Maka mulailah mereka mengatur rencana untuk pake motor kesekolah.
Seperti biasa, yang satu lebih hati-hati untuk memulai, yang satunya menantang untuk membawa motor. Dan mereka sepakat untuk gantian menggonceng.
Si bungsu yang dari tadi memperhatikan, protes, “Khan kakak belum cukup umur, belum bisa dapat SIM. Jadi belum boleh bawa motor ke jalan raya. Nanti ditangkap polisi lho ..”
16:8. dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
.
Senin, Desember 22, 2008
Cuti Panjaaang
Ahh.. Akhirnya aku cuti juga. Setelah sekian kali rencana cutiku tertunda, maka diakhir tahun ini aku mendapat kesempatan cuti panjang, 2 minggu hingga tahun baru.
Perjuangan untuk cuti ini cukup alot. Jatah cutiku adalah 18 hari per tahun. 10 hari diantaranya adalah wajib cuti dan diberi sangu ½ bulan gaji. Lalu sebagian dipaksa cuti bersama di libur kemerdekaan, lebaran, natal, de el el. Sebagian sudah kupake karena harus perpanjang SIM dan daftar anak masuk SMA.
Rencana cuti panjang sudah kuajukan untuk libur lebaran ke orangtuaku di Jambi. Eh ternyata orangtuaku memutuskan untuk berlebaran di Depok. Dan aku tidak jadi cuti panjang.
Lalu aku ajukan lagi di bulan November untuk meninjau dan berdiskusi dengan petani sawit yang sedang resah karena harga sawit anjlok. Eh ternyata bossku lagi butuh dan minta aku menunda cuti.
Akhirnya ku dapat cuti di akhir tahun. Pertama karena kalau tidak digunakan, maka sisa cuti akan hangus. Kedua boss telah mengizinkan, karena boss juga akan cuti akhir tahun ..
Banyak rencana ingin kulakukan di liburan cutiku. Mendekatkan diri kepada gadis2ku yang sudah SMU dan masih SD. Beromantis ria dengan istri. Mengutak atik kebun dengan mertua. Merenung untuk diri sendiri. Dan berlibur ke rumah Mbak2 di Kuningan dan Banjarnegara. Aassyyiikk….
18:62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: "Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".
.
Perjuangan untuk cuti ini cukup alot. Jatah cutiku adalah 18 hari per tahun. 10 hari diantaranya adalah wajib cuti dan diberi sangu ½ bulan gaji. Lalu sebagian dipaksa cuti bersama di libur kemerdekaan, lebaran, natal, de el el. Sebagian sudah kupake karena harus perpanjang SIM dan daftar anak masuk SMA.
Rencana cuti panjang sudah kuajukan untuk libur lebaran ke orangtuaku di Jambi. Eh ternyata orangtuaku memutuskan untuk berlebaran di Depok. Dan aku tidak jadi cuti panjang.
Lalu aku ajukan lagi di bulan November untuk meninjau dan berdiskusi dengan petani sawit yang sedang resah karena harga sawit anjlok. Eh ternyata bossku lagi butuh dan minta aku menunda cuti.
Akhirnya ku dapat cuti di akhir tahun. Pertama karena kalau tidak digunakan, maka sisa cuti akan hangus. Kedua boss telah mengizinkan, karena boss juga akan cuti akhir tahun ..
Banyak rencana ingin kulakukan di liburan cutiku. Mendekatkan diri kepada gadis2ku yang sudah SMU dan masih SD. Beromantis ria dengan istri. Mengutak atik kebun dengan mertua. Merenung untuk diri sendiri. Dan berlibur ke rumah Mbak2 di Kuningan dan Banjarnegara. Aassyyiikk….
18:62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: "Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini".
.
Senin, Desember 08, 2008
Qurban Tepat Sasaran
“Kambing Uwak yang mana?”, tanya ponakanku melihat segerombolan kambing yang diikat dan menunggu giliran di sembelih.
Pertanyaan ini tidak akan muncul dari anak2ku karena mereka sudah tahu bahwa sejak beberapa tahun terakhir kami tidak lagi berkurban di komplek. Kalau tidak di kampung, maka kami berkurban di daerah transmigrasi di Jambi, sumatera. Penduduk trans amat jarang menikmati daging.
Beberapa warga komplek yang rutin berqurban juga mulai membagi tempat berqurban ke kampung di sekeliling komplek. Meskipun demikian, jumlah qurban di komplek tiap tahun tetap banyak, dengan kambing diatas 50 ekor dan sapi sekitar 10 ekor. Padahal warga miskin dikomplek hanya puluhan.
Pembagian daging qurban di komplek dan kampung sangat tertib, karena data para penerima qurban telah diidentifikasi. Mereka tidak perlu mengantri di tempat penyembelihan. Para penguruslah yang akan membagi dan mengantar daging qurban kepada masing-masing keluarga.
Biasanya masih cukup banyak daging yang berlebih, sehingga dibagikan kepada warga komplek. Keluargaku termasuk yang mendapat tiga bungkus daging qurban. Menurutku sangat berlebihan dan ada rasa sungkan menerima bingkisan qurban.
Untuk tahun-tahun ke depan, kami mengusulkan untuk menghitung jumlah keluarga miskin dan jumlah daging qurban yang dibutuhkan untuk disalurkan. Perkiraanku sih sekitar 3 sapi dan 20 kambing. Setelah itu bagi yang berniat qurban dapat dibantu untuk disampaikan ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.
Lembaga seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat telah mempunyai peta daerah miskin yang mencakup seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan qurban akan sampai kepada yang membutuhkan. Mereka juga punya pengalengan daging, sehingga daging qurban yang berlebih di hari raya qurban dapat disimpan dan dibagikan kepada yang membutuhkan di waktu-waktu lainnya, sepanjang tahun.
Belum tentu semua warga setuju. Tapi setidaknya aku berharap pola ini akan diterima warga dalam 5 tahun kedepan.
22:34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
.
Pertanyaan ini tidak akan muncul dari anak2ku karena mereka sudah tahu bahwa sejak beberapa tahun terakhir kami tidak lagi berkurban di komplek. Kalau tidak di kampung, maka kami berkurban di daerah transmigrasi di Jambi, sumatera. Penduduk trans amat jarang menikmati daging.
Beberapa warga komplek yang rutin berqurban juga mulai membagi tempat berqurban ke kampung di sekeliling komplek. Meskipun demikian, jumlah qurban di komplek tiap tahun tetap banyak, dengan kambing diatas 50 ekor dan sapi sekitar 10 ekor. Padahal warga miskin dikomplek hanya puluhan.
Pembagian daging qurban di komplek dan kampung sangat tertib, karena data para penerima qurban telah diidentifikasi. Mereka tidak perlu mengantri di tempat penyembelihan. Para penguruslah yang akan membagi dan mengantar daging qurban kepada masing-masing keluarga.
Biasanya masih cukup banyak daging yang berlebih, sehingga dibagikan kepada warga komplek. Keluargaku termasuk yang mendapat tiga bungkus daging qurban. Menurutku sangat berlebihan dan ada rasa sungkan menerima bingkisan qurban.
Untuk tahun-tahun ke depan, kami mengusulkan untuk menghitung jumlah keluarga miskin dan jumlah daging qurban yang dibutuhkan untuk disalurkan. Perkiraanku sih sekitar 3 sapi dan 20 kambing. Setelah itu bagi yang berniat qurban dapat dibantu untuk disampaikan ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.
Lembaga seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat telah mempunyai peta daerah miskin yang mencakup seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan qurban akan sampai kepada yang membutuhkan. Mereka juga punya pengalengan daging, sehingga daging qurban yang berlebih di hari raya qurban dapat disimpan dan dibagikan kepada yang membutuhkan di waktu-waktu lainnya, sepanjang tahun.
Belum tentu semua warga setuju. Tapi setidaknya aku berharap pola ini akan diterima warga dalam 5 tahun kedepan.
22:34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),
.
Empati Kepada Qurban
“Ayo Wa, kita lihat pemotongan kurban”, ponakan2 menarik tanganku untuk menuju ke tempat pemotongan kurban. Aku memang berjanji, setelah shalat ied dan sarapan akan menemani mereka melihat kambing dan sapi dipotong.
Takbir bergema, sapi dan kambing dipotong sesuai nomor urut yang ditulis di badannya. Anak bungsuku dan sepupunya menyaksikan penyembelihan, pengulitan dan pemotongan daging. Mereka juga melihat isi tubuh dari sapi dan kambing, usus, paru-paru, jantung.
Anak-anak. Ada keceriaan dan keseriusan diraut mereka. Tapi saat kuperhatikan lebih jauh, ternyaka anak bungsuku menitikkan air mata!. Kuraih tangannya, kugendong dan kudekap erat.
“Ila kasian sama sapi dan kambingnya. Tadinya mereka masih hidup, terus sekarang mati. Ila jadi sedih”
“Ya sudah, kita pulang dulu ya..”.
Anakku mengangguk. Lalu aku berpesan kepada keponakan2 agar tidak kemana2 kecuali di area pemotongan kurban, sambil menelpon kakaknya untuk datang menemani dan menjaga mereka. Maklum usia ponakan masih 4 dan 8 tahun.
Diperjalanan menuju rumah, si bungsu bertanya “Koq orang pada berani melihat hewan disembelih?”
“ingat pelajaran biologi? Manusia termasuk makhluk pemakan apa?” aku mencoba menjelaskan melalui pertanyaan
“Omnivora, pemakan tumbuhan dan binatang” jawab anakku lantang. Si bungsu ini memang suka diberi pertanyaan yang bisa ia jawab.
“Nah, kalau mau makan binatang, binatangnya harus dibunuh dulu. Singa makan binatang dengan menerkam dan menggigit pundak atau leher mangsa hingga mati. Setelah itu baru dimakan. Manusia jaman dulu berburu binatang dengan tombak dan panah, setelah mati baru dimakan. Manusia sekarang sudah bisa beternak, jadi binatang ternaknya disembelih dulu baru dimakan.”
“Tapi kita khan tidak pernah menyembelih atau membunuh sapi” si bungsu menginterupsi
“Betul. Karena kita tidak punya sapid an hanya membeli daging sapi yang sudah dipotong-potong.”
“Tapi khan nggak tega” kata anakku.
“Memang kita nggak tega karena belum pernah menyembelih sendiri. Peternak sapipun ada yang nggak tega, dan sapi2nya dipotong oleh tukang potong hewan, namanya tukang jagal”
“Ap berani menyembelih sapi?” tanya anakku
“Dulu masih kecil, Ap suka menyembelih ayam”
“Masih kecil kayak Ila?”
“Nggak, sudah kelas 6 SD”, jawabku
“Trus waktu Ila lahir khan harus aqiqah. Artinya harus berkurban 1 kambing. Nah waktu itu Ap ikut menyembelih kambing”.
“Ila suka sosis?” tanyaku
“Iya, sosis sapi dan sosis ayam, dua-duanya Ila suka”, jawabnya ceria
“Nah sosis itu berasal dari daging sapi dan daging ayam. Dagingnya berasal dari sapi dan ayam yang tadinya hidup. Jadi karena kita adalah manusia, trus manusia adalah omnivore, makanya manusia harus berani membunuh hewan untuk dimakan.”
Si bungsu diam sejenak.
“Ap, yok kita lihat lagi kambing dan sapi yang disembelih”
Akhirnya si bungsu kembali bergabung dengan sepupu2nya menyaksikan penyembelihan sapi dan kambing.
6:142. Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,
.
Takbir bergema, sapi dan kambing dipotong sesuai nomor urut yang ditulis di badannya. Anak bungsuku dan sepupunya menyaksikan penyembelihan, pengulitan dan pemotongan daging. Mereka juga melihat isi tubuh dari sapi dan kambing, usus, paru-paru, jantung.
Anak-anak. Ada keceriaan dan keseriusan diraut mereka. Tapi saat kuperhatikan lebih jauh, ternyaka anak bungsuku menitikkan air mata!. Kuraih tangannya, kugendong dan kudekap erat.
“Ila kasian sama sapi dan kambingnya. Tadinya mereka masih hidup, terus sekarang mati. Ila jadi sedih”
“Ya sudah, kita pulang dulu ya..”.
Anakku mengangguk. Lalu aku berpesan kepada keponakan2 agar tidak kemana2 kecuali di area pemotongan kurban, sambil menelpon kakaknya untuk datang menemani dan menjaga mereka. Maklum usia ponakan masih 4 dan 8 tahun.
Diperjalanan menuju rumah, si bungsu bertanya “Koq orang pada berani melihat hewan disembelih?”
“ingat pelajaran biologi? Manusia termasuk makhluk pemakan apa?” aku mencoba menjelaskan melalui pertanyaan
“Omnivora, pemakan tumbuhan dan binatang” jawab anakku lantang. Si bungsu ini memang suka diberi pertanyaan yang bisa ia jawab.
“Nah, kalau mau makan binatang, binatangnya harus dibunuh dulu. Singa makan binatang dengan menerkam dan menggigit pundak atau leher mangsa hingga mati. Setelah itu baru dimakan. Manusia jaman dulu berburu binatang dengan tombak dan panah, setelah mati baru dimakan. Manusia sekarang sudah bisa beternak, jadi binatang ternaknya disembelih dulu baru dimakan.”
“Tapi kita khan tidak pernah menyembelih atau membunuh sapi” si bungsu menginterupsi
“Betul. Karena kita tidak punya sapid an hanya membeli daging sapi yang sudah dipotong-potong.”
“Tapi khan nggak tega” kata anakku.
“Memang kita nggak tega karena belum pernah menyembelih sendiri. Peternak sapipun ada yang nggak tega, dan sapi2nya dipotong oleh tukang potong hewan, namanya tukang jagal”
“Ap berani menyembelih sapi?” tanya anakku
“Dulu masih kecil, Ap suka menyembelih ayam”
“Masih kecil kayak Ila?”
“Nggak, sudah kelas 6 SD”, jawabku
“Trus waktu Ila lahir khan harus aqiqah. Artinya harus berkurban 1 kambing. Nah waktu itu Ap ikut menyembelih kambing”.
“Ila suka sosis?” tanyaku
“Iya, sosis sapi dan sosis ayam, dua-duanya Ila suka”, jawabnya ceria
“Nah sosis itu berasal dari daging sapi dan daging ayam. Dagingnya berasal dari sapi dan ayam yang tadinya hidup. Jadi karena kita adalah manusia, trus manusia adalah omnivore, makanya manusia harus berani membunuh hewan untuk dimakan.”
Si bungsu diam sejenak.
“Ap, yok kita lihat lagi kambing dan sapi yang disembelih”
Akhirnya si bungsu kembali bergabung dengan sepupu2nya menyaksikan penyembelihan sapi dan kambing.
6:142. Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,
.
Sabtu, Desember 06, 2008
Pernah Muda
“Bilang papamu, berhenti urusin semua urusan kau dan aku
Bilang mamamu, tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu, kita jalan berdua
Merekapun pernah muda, saatnya kau dan aku sekarang..”
Anak gadisku membantu menuliskan bait-bait lagu Pernah Muda yang dinyanyikan oleh BCL (Bunga Citra Lestari).
“Emangnya Ap suka lagu ini?”, Tanya anakku.
“Yap” jawabku sambil terus bersenandung menghapal lagu itu
“Jenis musiknya enak ya?”, anakku mencoba mencari tahu alasan aku menyukai lagu ini
“Yap”, jawabku
“Ap tahu lagu ini darimana ?”
“Dari radio, waktu berangkat dan pulang kantor”
“Tapi kayaknya Ap menghayati banget deh ..?” selidik anakku
“He he he ..” aku tersenyum,
“KD sudah pada gede-gede. Sebagian temen2 KD sudah punya pacar. Saat ini Ap belum rela KD pacaran, tapi dalam 1,2,3 tahun lagi pasti ada laki-laki yang disukai dan menyukai KD. Jadi Ap harus bersiap-siap merelakan. Ap harus sadar bahwa Ap dan Bun dulu juga pernah muda dan pdkt”
“Oo.. tenang aja Ap. Sekarang belum kepikiran. Lagunya dinyanyiin nanti aja, pas aku dan adek punya pacar”
“Beli CD BCL saja Ap, lagunya bagus2. Trus ada teksnya lagi..” saran anakku
40:67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya).
.
Bilang mamamu, tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu, kita jalan berdua
Merekapun pernah muda, saatnya kau dan aku sekarang..”
Anak gadisku membantu menuliskan bait-bait lagu Pernah Muda yang dinyanyikan oleh BCL (Bunga Citra Lestari).
“Emangnya Ap suka lagu ini?”, Tanya anakku.
“Yap” jawabku sambil terus bersenandung menghapal lagu itu
“Jenis musiknya enak ya?”, anakku mencoba mencari tahu alasan aku menyukai lagu ini
“Yap”, jawabku
“Ap tahu lagu ini darimana ?”
“Dari radio, waktu berangkat dan pulang kantor”
“Tapi kayaknya Ap menghayati banget deh ..?” selidik anakku
“He he he ..” aku tersenyum,
“KD sudah pada gede-gede. Sebagian temen2 KD sudah punya pacar. Saat ini Ap belum rela KD pacaran, tapi dalam 1,2,3 tahun lagi pasti ada laki-laki yang disukai dan menyukai KD. Jadi Ap harus bersiap-siap merelakan. Ap harus sadar bahwa Ap dan Bun dulu juga pernah muda dan pdkt”
“Oo.. tenang aja Ap. Sekarang belum kepikiran. Lagunya dinyanyiin nanti aja, pas aku dan adek punya pacar”
“Beli CD BCL saja Ap, lagunya bagus2. Trus ada teksnya lagi..” saran anakku
40:67. Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya).
.
Rabu, Desember 03, 2008
Matanya Tersenyum
“di Bukan Empat Mata !!”.. Tukul tampil kembali setelah program Empat Mata – nya dilarang tayang karena vulgar menampilkan Sumanto makan hewan hidup.
Tukul memang menarik. Tetapi yang lebih menarik malam itu adalah bintang tamunya Sandra Dewi anak Belitong.
“Matanya tersenyum”, ucapku.
“Seperti Adli Fairuz pemain di Cinta Fitri, matanya tersenyum terus”, istriku mengiyakan sambil menyebut selebritis yang punya mata tersenyum
Lalu kami saling menatap mata.. dan saling tersenyum
Seharusnya senyum kita juga terbawa ke mata.
Konon kita bisa melihat senyum asli dan senyum palsu dari mata seseorang.
40:19. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
.
Tukul memang menarik. Tetapi yang lebih menarik malam itu adalah bintang tamunya Sandra Dewi anak Belitong.
“Matanya tersenyum”, ucapku.
“Seperti Adli Fairuz pemain di Cinta Fitri, matanya tersenyum terus”, istriku mengiyakan sambil menyebut selebritis yang punya mata tersenyum
Lalu kami saling menatap mata.. dan saling tersenyum
Seharusnya senyum kita juga terbawa ke mata.
Konon kita bisa melihat senyum asli dan senyum palsu dari mata seseorang.
40:19. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
.
Selasa, Desember 02, 2008
Memberi Saat Marah
Istriku senang menontong acara kuliah subuh “Mamah dan Aa”. Dan sambil masing-masing keluyuran mempersiapkan kegiatan harian, kami; aku, anak2 dan mbak; turut mendengarkan acara tersebut.
3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Mamah Dede mengutip ayat ini untuk menjawab pertanyaan seorang istri yang kesal dengan perilaku suaminya, dan mengajak untuk menahan marah dan memaafkan, dan tetap berbuat baik.
“Itu sih kayak Ap. Kalau kesel sama kita malah ngasih uang..”, celetuk anak gadisku.
Kami semua memandangnya.
“Iya tuh, kemarin khan aku bikin kesel karena lola (loading lama), bikin acara keluarga berantakan. Aku tau ApBun kesel. Trus Ap nyamperin. Kirain aku bakal diomelin, eh nggak taunya malah ngasi duit goban”, anakku menceritakan kisah tentangku yang mengesankannya.
Aku cuma tersenyum ge-er.
“Memang Ap dari dulu begitu. Waktu pacaran sama Bun malah bikin puisi begini :
Kalau aku marah, aku akan diam
Kalau aku diam, belum tentu aku marah,
Mungkin aku sedang terkagum akan dirimu ..
Bla bla bla….”, istriku menimpali
Aku tersenyum lagi. Geer lagi.
Setiap aku marah pada seseorang, aku berusaha melihat kebaikan yang telah dilakukan orang itu kepadaku. Dan aku akan memaafkan atau malah memberi sesuatu. Setidaknya ulah yang bikin kesel itu pasti ada pelajaran.
“Tapi bukan berarti kalau Ap kasih hadiah, Ap sedang marah lho. Dan kalo mau minta duit, jangan bikin Ap marah dulu”, aku memperingatkan semua.
“ha ha ha … tau aja Ap..” sahut anakku.
.
3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Mamah Dede mengutip ayat ini untuk menjawab pertanyaan seorang istri yang kesal dengan perilaku suaminya, dan mengajak untuk menahan marah dan memaafkan, dan tetap berbuat baik.
“Itu sih kayak Ap. Kalau kesel sama kita malah ngasih uang..”, celetuk anak gadisku.
Kami semua memandangnya.
“Iya tuh, kemarin khan aku bikin kesel karena lola (loading lama), bikin acara keluarga berantakan. Aku tau ApBun kesel. Trus Ap nyamperin. Kirain aku bakal diomelin, eh nggak taunya malah ngasi duit goban”, anakku menceritakan kisah tentangku yang mengesankannya.
Aku cuma tersenyum ge-er.
“Memang Ap dari dulu begitu. Waktu pacaran sama Bun malah bikin puisi begini :
Kalau aku marah, aku akan diam
Kalau aku diam, belum tentu aku marah,
Mungkin aku sedang terkagum akan dirimu ..
Bla bla bla….”, istriku menimpali
Aku tersenyum lagi. Geer lagi.
Setiap aku marah pada seseorang, aku berusaha melihat kebaikan yang telah dilakukan orang itu kepadaku. Dan aku akan memaafkan atau malah memberi sesuatu. Setidaknya ulah yang bikin kesel itu pasti ada pelajaran.
“Tapi bukan berarti kalau Ap kasih hadiah, Ap sedang marah lho. Dan kalo mau minta duit, jangan bikin Ap marah dulu”, aku memperingatkan semua.
“ha ha ha … tau aja Ap..” sahut anakku.
.
Langganan:
Postingan (Atom)