Istriku senang menontong acara kuliah subuh “Mamah dan Aa”. Dan sambil masing-masing keluyuran mempersiapkan kegiatan harian, kami; aku, anak2 dan mbak; turut mendengarkan acara tersebut.
3:134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Mamah Dede mengutip ayat ini untuk menjawab pertanyaan seorang istri yang kesal dengan perilaku suaminya, dan mengajak untuk menahan marah dan memaafkan, dan tetap berbuat baik.
“Itu sih kayak Ap. Kalau kesel sama kita malah ngasih uang..”, celetuk anak gadisku.
Kami semua memandangnya.
“Iya tuh, kemarin khan aku bikin kesel karena lola (loading lama), bikin acara keluarga berantakan. Aku tau ApBun kesel. Trus Ap nyamperin. Kirain aku bakal diomelin, eh nggak taunya malah ngasi duit goban”, anakku menceritakan kisah tentangku yang mengesankannya.
Aku cuma tersenyum ge-er.
“Memang Ap dari dulu begitu. Waktu pacaran sama Bun malah bikin puisi begini :
Kalau aku marah, aku akan diam
Kalau aku diam, belum tentu aku marah,
Mungkin aku sedang terkagum akan dirimu ..
Bla bla bla….”, istriku menimpali
Aku tersenyum lagi. Geer lagi.
Setiap aku marah pada seseorang, aku berusaha melihat kebaikan yang telah dilakukan orang itu kepadaku. Dan aku akan memaafkan atau malah memberi sesuatu. Setidaknya ulah yang bikin kesel itu pasti ada pelajaran.
“Tapi bukan berarti kalau Ap kasih hadiah, Ap sedang marah lho. Dan kalo mau minta duit, jangan bikin Ap marah dulu”, aku memperingatkan semua.
“ha ha ha … tau aja Ap..” sahut anakku.
.
Selasa, Desember 02, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar