Karena cuti, maka saat adzan magrib berkumandang, aku ada di rumah. Usai solat magrib, satu per satu anggota keluarga kuajak untuk mengaji bersama. Istriku semangat. Tetapi tidak dengan anak2, wajah mereka biasa2 saja.
“Kita membaca terjemahannya saja”, aku mengusulkan pola baru.
Anak2ku tersentak, “Emang boleh ?”
“Kita baca satu ‘ain minimal 10 ayat perhari”, aku coba sesuatu yang ringan dulu.
“KD gantian baca ayatnya, Ap nanti yang menjelaskan maknanya. Trus semua boleh bertanya”, kataku
“Bener nih, Ap mau jelaskan maknanya ?”. Aku mengangguk. “Oke dechh..” Gadis2ku mulai bersemangat.
Karena ini metode baru, maka kami mulai lagi dari awal, dari Al Fatihah.
Supaya menarik, aku berusaha menjelaskan makna setiap ayat dengan mengkaitkan kepada kenyataan hidup yang terjadi pada diri kami. Contoh2nya hidup; aku, istriku dan anak2ku.
Kulihat pengajian model begini membuat mereka khusyuk untuk memahami maknanya. Dan sesekali bertanya atas apa yang belum jelas.
Aku bertekad ini akan terus terjadi tidak hanya selama cuti. Dan dalam benakku pengajian bersama ini dapat terus berlangsung di malam hari. Kalau aku pulang terlalu larut dan mereka sudah tidur, maka akan dilakukan setelah solat subuh. Kalaupun setelah solat subuh tidak sempat, maka akan di rapel di hari sabtu atau minggu. Pokoknya targetnya adalah minimal sepuluh ayat perhari.
Target sepuluh ayat ini hanya untuk permulaan. Bayangkan dengan lebih dari 6600 ayat, kalau hanya 10 ayat perhari, berarti butuh 660 hari atau 2-3 tahun. Jadi aku berangan-angan, beberapa bulan lagi mudah-mudahan kami bisa mengaji 20-30 ayat perhari. Mungkin ngajinya selain malam juga subuh hari.
“Ap, aku suka ngaji kayak gini. rasanya enak dan gampang” kata Kiki yang di iyakan oleh Dyna
“Memang dari sononya Al Quran itu sederhana dan mudah dipahami. Al Quran itu disajikan untuk manusia, bukan untuk profesor-doktor”, aku menyimpulkan.
7:204. Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
.
Rabu, Desember 24, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar