Senin, Desember 08, 2008

Qurban Tepat Sasaran

“Kambing Uwak yang mana?”, tanya ponakanku melihat segerombolan kambing yang diikat dan menunggu giliran di sembelih.

Pertanyaan ini tidak akan muncul dari anak2ku karena mereka sudah tahu bahwa sejak beberapa tahun terakhir kami tidak lagi berkurban di komplek. Kalau tidak di kampung, maka kami berkurban di daerah transmigrasi di Jambi, sumatera. Penduduk trans amat jarang menikmati daging.

Beberapa warga komplek yang rutin berqurban juga mulai membagi tempat berqurban ke kampung di sekeliling komplek. Meskipun demikian, jumlah qurban di komplek tiap tahun tetap banyak, dengan kambing diatas 50 ekor dan sapi sekitar 10 ekor. Padahal warga miskin dikomplek hanya puluhan.

Pembagian daging qurban di komplek dan kampung sangat tertib, karena data para penerima qurban telah diidentifikasi. Mereka tidak perlu mengantri di tempat penyembelihan. Para penguruslah yang akan membagi dan mengantar daging qurban kepada masing-masing keluarga.

Biasanya masih cukup banyak daging yang berlebih, sehingga dibagikan kepada warga komplek. Keluargaku termasuk yang mendapat tiga bungkus daging qurban. Menurutku sangat berlebihan dan ada rasa sungkan menerima bingkisan qurban.

Untuk tahun-tahun ke depan, kami mengusulkan untuk menghitung jumlah keluarga miskin dan jumlah daging qurban yang dibutuhkan untuk disalurkan. Perkiraanku sih sekitar 3 sapi dan 20 kambing. Setelah itu bagi yang berniat qurban dapat dibantu untuk disampaikan ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.

Lembaga seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat telah mempunyai peta daerah miskin yang mencakup seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan qurban akan sampai kepada yang membutuhkan. Mereka juga punya pengalengan daging, sehingga daging qurban yang berlebih di hari raya qurban dapat disimpan dan dibagikan kepada yang membutuhkan di waktu-waktu lainnya, sepanjang tahun.

Belum tentu semua warga setuju. Tapi setidaknya aku berharap pola ini akan diterima warga dalam 5 tahun kedepan.


22:34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

.

Tidak ada komentar: