Waktu teman kantor datang kerumah, mereka berkomentar betapa enaknya punya kebun disamping rumah
Ketika diadakan halalbihalal keluarga besar istriku dirumah, banyak saudara yang berkomentar enaknya punya kebon disamping rumah
Saat mengadakan santunan anak yatim dan anak asuh di rumahku, komentar tentang enaknya punya kebon disamping rumah juga terucap
Kala istriku mengadakan arisan ibu2 komplek di rumah, istriku bilang mereka berkomentar juga perihal enaknya punya kebon disamping rumah
Tatkala terlaksana reuni teman kuliah di rumah, mereka berkomentar yang sama
Tatkala teman2 anakku kumpul dirumah untuk mengerjakan tugas/PR bersama, remaja-remaja itupun berkomentar yang sama
Ku upload ke Facebook, banyak komentar lisan yang serupa
.
“Wah enak ya, ada kebun disebelah rumah”
Istriku dan aku cukup heran. Menurut kami, hal ini adalah hal lumrah. Karena dulu kami terbiasa tinggal di rumah mertua dan orangtua yang ada kebunnya. Dan kebun kami sekarang lebih sempit dibanding halaman kebun mertua dan orangtua kami.
Saat berkunjung ke rumah, bapakku berkomentar bahwa sepuluh atau beberapa puluh tahun lagi, saat penduduk lebih padat, rumah seperti ini akan menjadi barang mewah di perkotaan. Bukan karena furniture atau kelengkapan rumahnya, tetapi karena ada kebun disampingnya. Halaman dan pohon akan menjadi barang yang mewah.
Developer masa depan harus mendesain pepohonan secara proporsional. Tidak perlu dengan halaman atau kebun yang luas, tapi cukup untuk menyejukkan rumah. Dan insya Allah menyejukkan hati para penghuni rumah, juga hati tetangga sekitar.
O pantes. Yang berkomentar tentang kebun disebelah rumahku adalah orang2 kota yang rata-rata tinggal di perumahan perkotaan. Buktinya waktu dirumahku diadakan acara arisan atau pengajian untuk lingkungan kampung, tak ada dari mereka yang berkomentar. Karena halaman atau kebun disekeliling rumah mereka masih luas2.
33:27. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
9:24. Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
.
Sabtu, Januari 31, 2009
Rabu, Januari 21, 2009
Berbagi Dengan Sesama Makhluk
Udara dingin menjelang subuh tak menghalangiku keluar beranda atas. Belum ada aktivitas orang. ‘Alarm’ masjid yang berupa panggilan untuk membangunkan masyarakat belum terdengar. Sementara petugas siskamling di posnya telah kembali ke rumah masing2.
Berkelebat di depanku. Beberapa kelelawar terbang di sekitar pohon2 dikebun. Mereka menghampiri rambutan dan nangka di kebunku. Aku menikmati memperhatikan mereka.
“Mang Isro, rambutannya jangan dipetik semua. Kata bapak harus disisain sebagian untuk makanan kelelawar”, terngiang permintaan istriku kepada tukang kebon.
Memang sudah menjadi kebijakan bagi kami untuk tidak memetik habis semua buah di pohon. Sebagian dibiarkan menua dipohon. Kebijakan ini karena kami mengamati betapa banyak semut yang memanfaatkan manisnya buah, sehingga mereka lebih betah di pohon daripada di dalam rumah. Semut mengundang cicak pohon hingga bunglon untuk tinggal dipohon. Lalu aneka burung datang ke kebun dengan kicauan yang beragam, sambil makan semut. Dan dimalam hari, beberapa kelelawar menghampiri buah2 yang matang itu.
“Assalamu’alaikum ..” satu per satu masjid2 disekitar rumah mulai membangunkan kami.
Aku turun ke kebun dan menyentuh satu persatu pohon yang kulewati.
“Assalamu’alaikum ..” ucapku pada mereka
38:18. Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,
.
Berkelebat di depanku. Beberapa kelelawar terbang di sekitar pohon2 dikebun. Mereka menghampiri rambutan dan nangka di kebunku. Aku menikmati memperhatikan mereka.
“Mang Isro, rambutannya jangan dipetik semua. Kata bapak harus disisain sebagian untuk makanan kelelawar”, terngiang permintaan istriku kepada tukang kebon.
Memang sudah menjadi kebijakan bagi kami untuk tidak memetik habis semua buah di pohon. Sebagian dibiarkan menua dipohon. Kebijakan ini karena kami mengamati betapa banyak semut yang memanfaatkan manisnya buah, sehingga mereka lebih betah di pohon daripada di dalam rumah. Semut mengundang cicak pohon hingga bunglon untuk tinggal dipohon. Lalu aneka burung datang ke kebun dengan kicauan yang beragam, sambil makan semut. Dan dimalam hari, beberapa kelelawar menghampiri buah2 yang matang itu.
“Assalamu’alaikum ..” satu per satu masjid2 disekitar rumah mulai membangunkan kami.
Aku turun ke kebun dan menyentuh satu persatu pohon yang kulewati.
“Assalamu’alaikum ..” ucapku pada mereka
38:18. Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,
.
Senin, Januari 19, 2009
Kumpul Bocah
Acara kumpul2 rekan sekantor ini diberi judul kumpul bocah, tujuannya agar kita tidak egois reunian, tetapi keluarga kita terutama anak-anak juga enjoy. Maklum anak sekarang, apalagi yang sudah agak gedean, sering terlihat malas ikut acara kumpul keluarga atau arisan keluarga. Jadi kusiapkan acara yang santai dan gembira. Bahkan yang hadir direncanakan terbagi dalam dua tim untuk berlomba.
Pertama adalah bakar ayam dan bakar ikan. Dua peserta pertama yang datang langsung bergabung dengan istriku dan aku untuk mempersiapkan arang bakaran dan langsung bakar-bakar.
Berikutnya adalah petik rambutan. Dengan menggunakan tangga berdiri, anak-anak mudah memetik rambutan dan makan rambutan hasil petikan.
Lalu pingpong kampung. Temanku yang profesional, berusaha mencoba, namun tidak bertahan lama, karena baik bet maupun meja pingpongnya tidak memenuhi standar internasional. Meskipun demikian anak-anak enjoy.
Lalu mengupas nangka, yang akhirnya hanya membelah nangka.
Lalu menangkap ikan kecil di kolam kecil. Hal yang menyenangkan bagi anak2, karena boleh berbasah2an.
Lalu menebang pohon pisang untuk mengambil tandan pisang yang sudah matang.
Lalu gelar tikar ditaman untuk makan2.
Anak2 tetap bisa menikmati prosotan, trampolin, pijar refleksi dan kemah2an.
Main catur di lantai atap dan petak-umpet bola pingpong, tidak sempat dilakukan.
Acara selesai jam 3-an sore.
Secara kebetulan. Teman2 SMA ku serta keluarga sedang ngumpul kondangan di Bogor. Setelah kondangan mereka sepakat menuju ke rumahku.
Maka terjadilah acara kumpul bocah di rumahku untuk kedua kalinya dalam satu hari. Anak2 teman SMA juga metik rambutan dan bermain ikan, pingpong dan trampolin.
Hari itu kami bahagia karena bisa menjamu tamu dengan baik.
12:59. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?
4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
.
Pertama adalah bakar ayam dan bakar ikan. Dua peserta pertama yang datang langsung bergabung dengan istriku dan aku untuk mempersiapkan arang bakaran dan langsung bakar-bakar.
Berikutnya adalah petik rambutan. Dengan menggunakan tangga berdiri, anak-anak mudah memetik rambutan dan makan rambutan hasil petikan.
Lalu pingpong kampung. Temanku yang profesional, berusaha mencoba, namun tidak bertahan lama, karena baik bet maupun meja pingpongnya tidak memenuhi standar internasional. Meskipun demikian anak-anak enjoy.
Lalu mengupas nangka, yang akhirnya hanya membelah nangka.
Lalu menangkap ikan kecil di kolam kecil. Hal yang menyenangkan bagi anak2, karena boleh berbasah2an.
Lalu menebang pohon pisang untuk mengambil tandan pisang yang sudah matang.
Lalu gelar tikar ditaman untuk makan2.
Anak2 tetap bisa menikmati prosotan, trampolin, pijar refleksi dan kemah2an.
Main catur di lantai atap dan petak-umpet bola pingpong, tidak sempat dilakukan.
Acara selesai jam 3-an sore.
Secara kebetulan. Teman2 SMA ku serta keluarga sedang ngumpul kondangan di Bogor. Setelah kondangan mereka sepakat menuju ke rumahku.
Maka terjadilah acara kumpul bocah di rumahku untuk kedua kalinya dalam satu hari. Anak2 teman SMA juga metik rambutan dan bermain ikan, pingpong dan trampolin.
Hari itu kami bahagia karena bisa menjamu tamu dengan baik.
12:59. Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang se ayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?
4:1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
.
Doa Egois
Tik tik tik bunyi hujan di atas genteng
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Musim hujan. Setiap hari selalu turun hujan. Bahkan beberapa hari ini hujan deras. Terkadang siang terkadang malam. Matahari jarang kelihatan. Kebunku selalu basah. Sumurku penuh air, tinggal diciduk.
Aku senang hujan. Udaranya segar. Tapi hari minggu teman2 akan datang membawa keluarganya ke rumah. Aku menjanjikan pesta kebun dan beberapa game buat mereka, terutama anak2 mereka. Kalau hujan seperti beberapa hari ini, maka rencana pesta kebun bisa bubar.
Jumat siang sampai malam diantara rintik hujan ku berdoa kepada Allah, mohon agar tidak hujan pada hari sabtu dan minggu. Supaya kebun bisa agak kering dan acara hari minggu berjalan lancar. Jumat ini hujan deras gak papa. Atau senin hujan juga gak papa.
Sabtu pagi tak kulihat mentari. Awan menutupi sinarnya. Kembali ku berdoa, agar ditiupkan angin untuk menghalau awan.
Meski awan bergerak namun datang lagi awan berikutnya, sehingga sabtu pagi itu mendung tetap memayungi rumahku. Aku berdoa lagi dengan H2C (harap-harap cemas).
Diantara doa, sejenak ku terhenti. Ada rasa malu kepada Allah karena doaku terasa egois dan seolah menuntut Nya untuk wajib memenuhi doa.
Kutarik napas, kutenangkan jiwa.
Lalu aku kembali berdoa ;
“Ya Allah. Musim hujan adalah sunatullah. Maka biarlah angin membawa awan dan awan menurunkan hujan. Maafkan aku yang mencoba menentang ketetapan Mu.
Ya Allah. Membahagiakan makhluk Mu adalah sifat Mu dan telah Engkau wajibkan kepada makhluk2 Mu untuk saling membahagiakan. Maka izinkanlah aku membahagiakan makhluk2 Mu di hari minggu nanti.
Ya Allah. Andai hari Sabtu dan Minggu ini turun hujan, maka itu adalah anugerah bagi makhluk2 Mu, dan anugerah bagiku. Andai tidak turun hujan, maka itupun anugerah bagi makhluk2 Mu dan anugerah bagiku.
Ya Allah. Atas keihklasan hati ku mencari ridho Mu. Maka limpahkanlah kebahagiaan padaku, baik hujan maupun tidak hujan.
Amin..”
Lega dan ikhlaslah hati. Hujan atau tidak, itu sudah kehendak Nya. Tugasku adalah mempersiapkan acara besok sebaik mungkin, dengan alternatif terjadi hujan maupun tidak hujan.
Meskipun mendung, hari sabtu berlalu tanpa hujan.
Hari minggu hatiku masih ikhlas untuk menerima kondisi hujan ataupun tidak. Persiapan untuk menjamu tamu sebaik mungkin tetap dilakukan.
Pagi hari cahaya matahari sedikit terlihat.
Lalu muncul awan.
Lalu turun butiran hujan yang sangat halus bagai embun.
Lalu cerah lagi.
Lalu berawan.
Lalu cerah.
Lalu cerah..
Lalu cerah...
Alhamdulillah hari Minggu itu tidak hujan. Dan acara pesta kebun dapat berlangsung di rumahku.
16:10. Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
2:186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
.
Airnya turun tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua
Musim hujan. Setiap hari selalu turun hujan. Bahkan beberapa hari ini hujan deras. Terkadang siang terkadang malam. Matahari jarang kelihatan. Kebunku selalu basah. Sumurku penuh air, tinggal diciduk.
Aku senang hujan. Udaranya segar. Tapi hari minggu teman2 akan datang membawa keluarganya ke rumah. Aku menjanjikan pesta kebun dan beberapa game buat mereka, terutama anak2 mereka. Kalau hujan seperti beberapa hari ini, maka rencana pesta kebun bisa bubar.
Jumat siang sampai malam diantara rintik hujan ku berdoa kepada Allah, mohon agar tidak hujan pada hari sabtu dan minggu. Supaya kebun bisa agak kering dan acara hari minggu berjalan lancar. Jumat ini hujan deras gak papa. Atau senin hujan juga gak papa.
Sabtu pagi tak kulihat mentari. Awan menutupi sinarnya. Kembali ku berdoa, agar ditiupkan angin untuk menghalau awan.
Meski awan bergerak namun datang lagi awan berikutnya, sehingga sabtu pagi itu mendung tetap memayungi rumahku. Aku berdoa lagi dengan H2C (harap-harap cemas).
Diantara doa, sejenak ku terhenti. Ada rasa malu kepada Allah karena doaku terasa egois dan seolah menuntut Nya untuk wajib memenuhi doa.
Kutarik napas, kutenangkan jiwa.
Lalu aku kembali berdoa ;
“Ya Allah. Musim hujan adalah sunatullah. Maka biarlah angin membawa awan dan awan menurunkan hujan. Maafkan aku yang mencoba menentang ketetapan Mu.
Ya Allah. Membahagiakan makhluk Mu adalah sifat Mu dan telah Engkau wajibkan kepada makhluk2 Mu untuk saling membahagiakan. Maka izinkanlah aku membahagiakan makhluk2 Mu di hari minggu nanti.
Ya Allah. Andai hari Sabtu dan Minggu ini turun hujan, maka itu adalah anugerah bagi makhluk2 Mu, dan anugerah bagiku. Andai tidak turun hujan, maka itupun anugerah bagi makhluk2 Mu dan anugerah bagiku.
Ya Allah. Atas keihklasan hati ku mencari ridho Mu. Maka limpahkanlah kebahagiaan padaku, baik hujan maupun tidak hujan.
Amin..”
Lega dan ikhlaslah hati. Hujan atau tidak, itu sudah kehendak Nya. Tugasku adalah mempersiapkan acara besok sebaik mungkin, dengan alternatif terjadi hujan maupun tidak hujan.
Meskipun mendung, hari sabtu berlalu tanpa hujan.
Hari minggu hatiku masih ikhlas untuk menerima kondisi hujan ataupun tidak. Persiapan untuk menjamu tamu sebaik mungkin tetap dilakukan.
Pagi hari cahaya matahari sedikit terlihat.
Lalu muncul awan.
Lalu turun butiran hujan yang sangat halus bagai embun.
Lalu cerah lagi.
Lalu berawan.
Lalu cerah.
Lalu cerah..
Lalu cerah...
Alhamdulillah hari Minggu itu tidak hujan. Dan acara pesta kebun dapat berlangsung di rumahku.
16:10. Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.
2:186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
.
Rabu, Januari 14, 2009
Demam Facebook
“Ayo Mas, bikin facebook” ujar rekan kantorku. Lalu ia menceritakan asyiknya ber FB, kejutan2 yg diperoleh dari teman lama, juga kelebihan FB dibanding FS (friendster)
“Ajarin cara buatnya ya” pintaku.
Step by step, maka jadilah FB ku.
“Ayo Mas, terima friend request ku dong”, ujar rekan kantorku
“Ajarin caranya dong”, pintaku
Step by step, maka satu persatu bertambahlah teman dalam facebook. Lucunya, teman2 pertama di FB adalah teman yang memang ketemu sehari2. Berikutnya ada yang memang jarang2 ketemu.
“Ayo Mas, upload foto dong” ujar rekan kantorku
“Ajarin caranya ya” pintaku.
Step by step, maka ter-upload-lah beberapa fotoku. Dan ada yang mengomentari foto.
“Ayo Mas, chatting di FB”
“Ajarin caranya ya”
Step by step, akhirnya chatting dengan teman di sebelah. He he ..
“Ayo Mas, ..”
“Ayo Mas, ..”
“Ayo Mas, ..”
Wah, gini nih kalo gaptek. Step by step diajarin. Alhamdulillah ada yang mau berbagi ilmu.
Akhirnya temanku di FB jadi puluhan. Tapi semua teman kantor ..
21:7. Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
58:11. Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
.
“Ajarin cara buatnya ya” pintaku.
Step by step, maka jadilah FB ku.
“Ayo Mas, terima friend request ku dong”, ujar rekan kantorku
“Ajarin caranya dong”, pintaku
Step by step, maka satu persatu bertambahlah teman dalam facebook. Lucunya, teman2 pertama di FB adalah teman yang memang ketemu sehari2. Berikutnya ada yang memang jarang2 ketemu.
“Ayo Mas, upload foto dong” ujar rekan kantorku
“Ajarin caranya ya” pintaku.
Step by step, maka ter-upload-lah beberapa fotoku. Dan ada yang mengomentari foto.
“Ayo Mas, chatting di FB”
“Ajarin caranya ya”
Step by step, akhirnya chatting dengan teman di sebelah. He he ..
“Ayo Mas, ..”
“Ayo Mas, ..”
“Ayo Mas, ..”
Wah, gini nih kalo gaptek. Step by step diajarin. Alhamdulillah ada yang mau berbagi ilmu.
Akhirnya temanku di FB jadi puluhan. Tapi semua teman kantor ..
21:7. Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.
58:11. Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
.
Senin, Januari 12, 2009
Mereka Beli Baju Dimana ??
Setelah menghabiskan liburan tahun baru dengan acara masing2, maka kini keluarga berkumpul kembali. Masing2 heboh bercerita tentang liburan dan malam tahun baru. Si kecil dan ponakan ceriwis menceritakan pengalaman menangkap ikan, senam, ke kebun sawit, berenang dan semua aktivitas detail. Mata mereka berbinar, “Pokoknya seru deh Ap”.
Selama mereka di Jambi DD sering memberikan laporan pandangan mata, menyampaikan betapa mereka menikmati liburan. Termasuk saat mereka naik dibelakang truk terbuka, atau menikmati off road double gardan menaklukan jalan alami yang terjal dan kadang berlumpur.
Aku turut gembira atas kegembiraan semua.
Ada satu cerita yang menggelitik hati. Walaupun pulang naik pesawat, tetapi saat berangkat mereka naik bis. Jalan di sumatera memang beda dengan jalan di Jawa yang jarak antar kota berdekatan dan selalu rame disepanjang jalan. Disumatera, jangankan kota, jarak antar desapun berjauhan. Disepanjang jalan yang dilalui hanya ada satu-dua rumah terlihat dan kemudian setelah beberapa kilometer baru terlihat lagi satu-dua rumah. Hanya ada hutan, perkebunan dan ladang disepanjang jalan. Tidak terlihat pusat keramaian, kecuali berjarak puluhan kilometer.
Dyna anak gadisku menikmati perjalanan bis. Ia menikmati dan memperhatikan pemandangan di sepanjang perjalanan. Termasuk saat melihat aktivitas orang di sekitar rumahnya yang jauh dari mana-mana.
Tiba-tiba Dyna bertanya pada ibunya, “Bun, orang2 itu kalo beli baju dimana ya ?”
Saat istriku menceritakan hal ini, Dyna tersenyum2 malu sedangkan aku tertawa terpingkal2.
Beginilah anak kota. Mau apa-apa, semua tersedia di Mall yang bertebaran tidak jauh dari rumah.
76:21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.
.
Selama mereka di Jambi DD sering memberikan laporan pandangan mata, menyampaikan betapa mereka menikmati liburan. Termasuk saat mereka naik dibelakang truk terbuka, atau menikmati off road double gardan menaklukan jalan alami yang terjal dan kadang berlumpur.
Aku turut gembira atas kegembiraan semua.
Ada satu cerita yang menggelitik hati. Walaupun pulang naik pesawat, tetapi saat berangkat mereka naik bis. Jalan di sumatera memang beda dengan jalan di Jawa yang jarak antar kota berdekatan dan selalu rame disepanjang jalan. Disumatera, jangankan kota, jarak antar desapun berjauhan. Disepanjang jalan yang dilalui hanya ada satu-dua rumah terlihat dan kemudian setelah beberapa kilometer baru terlihat lagi satu-dua rumah. Hanya ada hutan, perkebunan dan ladang disepanjang jalan. Tidak terlihat pusat keramaian, kecuali berjarak puluhan kilometer.
Dyna anak gadisku menikmati perjalanan bis. Ia menikmati dan memperhatikan pemandangan di sepanjang perjalanan. Termasuk saat melihat aktivitas orang di sekitar rumahnya yang jauh dari mana-mana.
Tiba-tiba Dyna bertanya pada ibunya, “Bun, orang2 itu kalo beli baju dimana ya ?”
Saat istriku menceritakan hal ini, Dyna tersenyum2 malu sedangkan aku tertawa terpingkal2.
Beginilah anak kota. Mau apa-apa, semua tersedia di Mall yang bertebaran tidak jauh dari rumah.
76:21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.
.
Sabtu, Januari 10, 2009
Sakit karena Euforia
Sudah hampir seminggu awal tahun baru, Kiki sakit. Rupanya setelah begadang malam tahun baru, Kiki dan teman2nya hanya tidur beberapa jam, lalu kemudian mandi pagi untuk melanjutkan menikmati hari pertama tahun baru. Mereka memforsir (memaksakan) tubuh.
Allhasil, tanggal 2 Januari Kiki mulai demam. Hingga seminggu ini. Sudah berulangkali ke dokter, bahkan sudah cek darah, karena takut kena demam berdarah atau muntaber atau tifus atau penyakit lain.
"Kalo aku di opname, jangan di rumah sakit itu ya" kata Kiki sambil menyebutkan rumah sakit yang menurut dia pelayanannya kurang oke. Penilaian itu dia peroleh ketika adiknya dirawat disana.
Hasil cek darah menyatakan bahwa Kiki tak perlu dirawat, hanya kecapean yang berlebihan dan kurang kontrol dalam makan.
“Ini karena Kiki terlena bermalam tahun baru. Memang asyik sih. Tapi tetap saja kegembiraan itu tidak perlu diluapkan berlebihan. Itu namanya Euphoria”, aku meledek Kiki
“Tapi puass Ap. Puas banget..” balasnya
“Untung sampai sekarang sekolah masih libur ..” Kiki menenangkan hatinya.
3:147. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
.
Allhasil, tanggal 2 Januari Kiki mulai demam. Hingga seminggu ini. Sudah berulangkali ke dokter, bahkan sudah cek darah, karena takut kena demam berdarah atau muntaber atau tifus atau penyakit lain.
"Kalo aku di opname, jangan di rumah sakit itu ya" kata Kiki sambil menyebutkan rumah sakit yang menurut dia pelayanannya kurang oke. Penilaian itu dia peroleh ketika adiknya dirawat disana.
Hasil cek darah menyatakan bahwa Kiki tak perlu dirawat, hanya kecapean yang berlebihan dan kurang kontrol dalam makan.
“Ini karena Kiki terlena bermalam tahun baru. Memang asyik sih. Tapi tetap saja kegembiraan itu tidak perlu diluapkan berlebihan. Itu namanya Euphoria”, aku meledek Kiki
“Tapi puass Ap. Puas banget..” balasnya
“Untung sampai sekarang sekolah masih libur ..” Kiki menenangkan hatinya.
3:147. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
.
Jumat, Januari 09, 2009
Musim Telah Bergeser
“Kumpul bocah di rumahku tgl 18 Jan. Karena kalau lebih dari itu maka acara metik rambutan dan kupas nangkanya tidak dijamin. Sudah keburu mateng”
Rekan sesama staf ahli dan sekretaris berencana untuk mengadakan kumpul2 bawa keluarga yang kedua kalinya. Kali ini aku menawarkan diri karena di rumah sedang panen rambutan dan nangka.
Walaupun beberapa teman minta waktunya digeser minggu depannya lagi, aku tetap pada tanggal 18. Memang ada rencana petik rambutan di rumahku. Pohon rambutan pertama, yang buahnya sampai kebawah dan mudah dipetik oleh balita, sudah habis buahnya. Sekarang tinggal pohon rambutan yang kedua, dimana sebagian masih terjangkau karena menggunakan tangga berdiri. Itupun buah rambutannya sudah mulai memerah.
Aku heran, selama ini rambutanku berbuah di bulan Januari-Maret. Tapi musim kali ini mereka berbuah lebih awal, yaitu dibulan Desember-Januari. Musim ini buahnya lebih bulat berisi, dan secara keseluruhan 3 kali lebih lebat dari tahun lalu. Kalau biasanya aku hanya satu rit membagi ke tetangga, kali ini tetangga sekitarku sudah mendapat tiga kali hantaran rambutan dari kami. Bahkan kali ini kami memberi ke tetangga yang lebih jauh.
Bukan hanya rambutan. Pohon nangkapun berbuah lebih banyak dan lebih besar. Kuhitung ada 18 buah nangka dalam satu pohon. Musimnyapun lebih maju sebulan.
Aku bersyukur. Karena semua buah2an di kebun kami berbuah lebih lebat dan lebih besar. Enak dipandang mata dan terbayang kenikmatan rasanya.
Namun tetap timbul tanda tanya, mengapa musim berbuah mereka maju sebulan ?
Mungkinkah ini menunjukkan bahwa pemanasan global sudah memberi dampak ?
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
.
Rekan sesama staf ahli dan sekretaris berencana untuk mengadakan kumpul2 bawa keluarga yang kedua kalinya. Kali ini aku menawarkan diri karena di rumah sedang panen rambutan dan nangka.
Walaupun beberapa teman minta waktunya digeser minggu depannya lagi, aku tetap pada tanggal 18. Memang ada rencana petik rambutan di rumahku. Pohon rambutan pertama, yang buahnya sampai kebawah dan mudah dipetik oleh balita, sudah habis buahnya. Sekarang tinggal pohon rambutan yang kedua, dimana sebagian masih terjangkau karena menggunakan tangga berdiri. Itupun buah rambutannya sudah mulai memerah.
Aku heran, selama ini rambutanku berbuah di bulan Januari-Maret. Tapi musim kali ini mereka berbuah lebih awal, yaitu dibulan Desember-Januari. Musim ini buahnya lebih bulat berisi, dan secara keseluruhan 3 kali lebih lebat dari tahun lalu. Kalau biasanya aku hanya satu rit membagi ke tetangga, kali ini tetangga sekitarku sudah mendapat tiga kali hantaran rambutan dari kami. Bahkan kali ini kami memberi ke tetangga yang lebih jauh.
Bukan hanya rambutan. Pohon nangkapun berbuah lebih banyak dan lebih besar. Kuhitung ada 18 buah nangka dalam satu pohon. Musimnyapun lebih maju sebulan.
Aku bersyukur. Karena semua buah2an di kebun kami berbuah lebih lebat dan lebih besar. Enak dipandang mata dan terbayang kenikmatan rasanya.
Namun tetap timbul tanda tanya, mengapa musim berbuah mereka maju sebulan ?
Mungkinkah ini menunjukkan bahwa pemanasan global sudah memberi dampak ?
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
2:205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
.
Selasa, Januari 06, 2009
Pentas Israel Palestine
“Israel kejam ya Ap” tukas si bungsu.
Aku tersenyum.
“Iya tuh banyak bangunan hancur dan anak-anak, wanita dan warga sipil terbunuh” sahut kakaknya.
Aku tersenyum.
“Itu khan dulunya negara Palestina, terus direbut dan diduduki Israel”, kata si gadis.
Aku tersenyum.
Aku tidak meng iya kan tetapi juga tidak membantah.
Sulit bagiku untuk memahami dan menghentikan permusuhan abadi dua bangsa ini, Palestina dan Israel. Sepanjang sejarah, pertikaian seolah tak pernah berhenti diantara keduanya. Ada kalanya Palestina diatas angin, ada kalanya Israel yang diatas angin. Padahal kedua bangsa ini masih punya kaitan persaudaraan. Mereka mempunyai garis keturunan dari satu bapak beda ibu. Bapak mereka adalah orang besar bernama (Nabi) Ibrahim.
Hebatnya, pertikaian keduanya mampu membangkitkan emosi seluruh dunia. Emosi yang berbeda dengan emosi saat mendengar pertikaian Korea Selatan dan Korea Utara, India dan Pakistan, atau pertikaian diantara sukubangsa yang masih banyak terjadi di Afrika.
“Kita doakan semoga bangsa Palestina dan Bangsa Israel dapat saling menahan diri dan hidup damai” ucapku pada anak2
2:136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
.
Aku tersenyum.
“Iya tuh banyak bangunan hancur dan anak-anak, wanita dan warga sipil terbunuh” sahut kakaknya.
Aku tersenyum.
“Itu khan dulunya negara Palestina, terus direbut dan diduduki Israel”, kata si gadis.
Aku tersenyum.
Aku tidak meng iya kan tetapi juga tidak membantah.
Sulit bagiku untuk memahami dan menghentikan permusuhan abadi dua bangsa ini, Palestina dan Israel. Sepanjang sejarah, pertikaian seolah tak pernah berhenti diantara keduanya. Ada kalanya Palestina diatas angin, ada kalanya Israel yang diatas angin. Padahal kedua bangsa ini masih punya kaitan persaudaraan. Mereka mempunyai garis keturunan dari satu bapak beda ibu. Bapak mereka adalah orang besar bernama (Nabi) Ibrahim.
Hebatnya, pertikaian keduanya mampu membangkitkan emosi seluruh dunia. Emosi yang berbeda dengan emosi saat mendengar pertikaian Korea Selatan dan Korea Utara, India dan Pakistan, atau pertikaian diantara sukubangsa yang masih banyak terjadi di Afrika.
“Kita doakan semoga bangsa Palestina dan Bangsa Israel dapat saling menahan diri dan hidup damai” ucapku pada anak2
2:136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
.
Jumat, Januari 02, 2009
Kemeriahan Malam Tahun Baru
Detik berdetak. Semua aktivitas tertuju pada tengah malam, jam 24.00 atau jam 00.00. Karena jam 00.01 adalah tanggal 1 Jan 09, tahun baru.
Kesibukan di rumahkupun demikian. Kiki dan beberapa teman-teman sekelasnya sibuk lalu lalang. Lalu sepi. Mereka asyik diatap rumah. Lalu kemudian sebagian mereka turun lagi dengan muka yang penuh coretan bedak putih.
“Lagi main kartu. Yang kalah dicoretin bedak. Aku baru sekali kalah. Tapi ada yang belum pernah kalah tuh..”, Kiki menjelaskan.
Malam itu aku tetap didepan computer, meneruskan semedi untuk memecahkan “unsolved mysteries”. Berusaha untuk menuntaskan mala mini.
“Ap bangun, lima menit lagi tahun baru”, Kiki membangunkan. Rupanya aku tertidur.
Malam itu aku bergabung di atap dengan si gadis dan teman2nya. Indah sekali, kesudut manapun mata memandang, terlihat berseliweran kembang api ke udara dan meledak menghasilkan warna-warni kembang api yang menerangi malam. Baik yang disekitar komplek, di kampung maupun di kejauhan, semua terlihat cantik dari atap rumah.
“Selamat tahun baru, semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu” ucapku sambil menyalami mereka satu persatu.
“Pasti dong.. Selamat tahun baru juga ya Om ..”
Aku melanjutkan semedi, tertidur dan terjaga hampir setiap satu jam. Hingga menjelang azan subuh, kudengar diatap masih rame. Setelah subuh barulah hening. Kuperiksa ke atap, para gadis itu bergeletakan dan berhimpitan di dalam tenda.
103:1. Demi masa.
103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
103:3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
.
Kesibukan di rumahkupun demikian. Kiki dan beberapa teman-teman sekelasnya sibuk lalu lalang. Lalu sepi. Mereka asyik diatap rumah. Lalu kemudian sebagian mereka turun lagi dengan muka yang penuh coretan bedak putih.
“Lagi main kartu. Yang kalah dicoretin bedak. Aku baru sekali kalah. Tapi ada yang belum pernah kalah tuh..”, Kiki menjelaskan.
Malam itu aku tetap didepan computer, meneruskan semedi untuk memecahkan “unsolved mysteries”. Berusaha untuk menuntaskan mala mini.
“Ap bangun, lima menit lagi tahun baru”, Kiki membangunkan. Rupanya aku tertidur.
Malam itu aku bergabung di atap dengan si gadis dan teman2nya. Indah sekali, kesudut manapun mata memandang, terlihat berseliweran kembang api ke udara dan meledak menghasilkan warna-warni kembang api yang menerangi malam. Baik yang disekitar komplek, di kampung maupun di kejauhan, semua terlihat cantik dari atap rumah.
“Selamat tahun baru, semoga tahun ini lebih baik dari tahun lalu” ucapku sambil menyalami mereka satu persatu.
“Pasti dong.. Selamat tahun baru juga ya Om ..”
Aku melanjutkan semedi, tertidur dan terjaga hampir setiap satu jam. Hingga menjelang azan subuh, kudengar diatap masih rame. Setelah subuh barulah hening. Kuperiksa ke atap, para gadis itu bergeletakan dan berhimpitan di dalam tenda.
103:1. Demi masa.
103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
103:3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
.
Langganan:
Postingan (Atom)