Rabu, Januari 21, 2009

Berbagi Dengan Sesama Makhluk

Udara dingin menjelang subuh tak menghalangiku keluar beranda atas. Belum ada aktivitas orang. ‘Alarm’ masjid yang berupa panggilan untuk membangunkan masyarakat belum terdengar. Sementara petugas siskamling di posnya telah kembali ke rumah masing2.

Berkelebat di depanku. Beberapa kelelawar terbang di sekitar pohon2 dikebun. Mereka menghampiri rambutan dan nangka di kebunku. Aku menikmati memperhatikan mereka.


“Mang Isro, rambutannya jangan dipetik semua. Kata bapak harus disisain sebagian untuk makanan kelelawar”, terngiang permintaan istriku kepada tukang kebon.

Memang sudah menjadi kebijakan bagi kami untuk tidak memetik habis semua buah di pohon. Sebagian dibiarkan menua dipohon. Kebijakan ini karena kami mengamati betapa banyak semut yang memanfaatkan manisnya buah, sehingga mereka lebih betah di pohon daripada di dalam rumah. Semut mengundang cicak pohon hingga bunglon untuk tinggal dipohon. Lalu aneka burung datang ke kebun dengan kicauan yang beragam, sambil makan semut. Dan dimalam hari, beberapa kelelawar menghampiri buah2 yang matang itu.


“Assalamu’alaikum ..” satu per satu masjid2 disekitar rumah mulai membangunkan kami.

Aku turun ke kebun dan menyentuh satu persatu pohon yang kulewati.
“Assalamu’alaikum ..” ucapku pada mereka

38:18. Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

.

Tidak ada komentar: