Setelah menghabiskan liburan tahun baru dengan acara masing2, maka kini keluarga berkumpul kembali. Masing2 heboh bercerita tentang liburan dan malam tahun baru. Si kecil dan ponakan ceriwis menceritakan pengalaman menangkap ikan, senam, ke kebun sawit, berenang dan semua aktivitas detail. Mata mereka berbinar, “Pokoknya seru deh Ap”.
Selama mereka di Jambi DD sering memberikan laporan pandangan mata, menyampaikan betapa mereka menikmati liburan. Termasuk saat mereka naik dibelakang truk terbuka, atau menikmati off road double gardan menaklukan jalan alami yang terjal dan kadang berlumpur.
Aku turut gembira atas kegembiraan semua.
Ada satu cerita yang menggelitik hati. Walaupun pulang naik pesawat, tetapi saat berangkat mereka naik bis. Jalan di sumatera memang beda dengan jalan di Jawa yang jarak antar kota berdekatan dan selalu rame disepanjang jalan. Disumatera, jangankan kota, jarak antar desapun berjauhan. Disepanjang jalan yang dilalui hanya ada satu-dua rumah terlihat dan kemudian setelah beberapa kilometer baru terlihat lagi satu-dua rumah. Hanya ada hutan, perkebunan dan ladang disepanjang jalan. Tidak terlihat pusat keramaian, kecuali berjarak puluhan kilometer.
Dyna anak gadisku menikmati perjalanan bis. Ia menikmati dan memperhatikan pemandangan di sepanjang perjalanan. Termasuk saat melihat aktivitas orang di sekitar rumahnya yang jauh dari mana-mana.
Tiba-tiba Dyna bertanya pada ibunya, “Bun, orang2 itu kalo beli baju dimana ya ?”
Saat istriku menceritakan hal ini, Dyna tersenyum2 malu sedangkan aku tertawa terpingkal2.
Beginilah anak kota. Mau apa-apa, semua tersedia di Mall yang bertebaran tidak jauh dari rumah.
76:21. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.
.
Senin, Januari 12, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar