Waktu teman kantor datang kerumah, mereka berkomentar betapa enaknya punya kebun disamping rumah
Ketika diadakan halalbihalal keluarga besar istriku dirumah, banyak saudara yang berkomentar enaknya punya kebon disamping rumah
Saat mengadakan santunan anak yatim dan anak asuh di rumahku, komentar tentang enaknya punya kebon disamping rumah juga terucap
Kala istriku mengadakan arisan ibu2 komplek di rumah, istriku bilang mereka berkomentar juga perihal enaknya punya kebon disamping rumah
Tatkala terlaksana reuni teman kuliah di rumah, mereka berkomentar yang sama
Tatkala teman2 anakku kumpul dirumah untuk mengerjakan tugas/PR bersama, remaja-remaja itupun berkomentar yang sama
Ku upload ke Facebook, banyak komentar lisan yang serupa
.
“Wah enak ya, ada kebun disebelah rumah”
Istriku dan aku cukup heran. Menurut kami, hal ini adalah hal lumrah. Karena dulu kami terbiasa tinggal di rumah mertua dan orangtua yang ada kebunnya. Dan kebun kami sekarang lebih sempit dibanding halaman kebun mertua dan orangtua kami.
Saat berkunjung ke rumah, bapakku berkomentar bahwa sepuluh atau beberapa puluh tahun lagi, saat penduduk lebih padat, rumah seperti ini akan menjadi barang mewah di perkotaan. Bukan karena furniture atau kelengkapan rumahnya, tetapi karena ada kebun disampingnya. Halaman dan pohon akan menjadi barang yang mewah.
Developer masa depan harus mendesain pepohonan secara proporsional. Tidak perlu dengan halaman atau kebun yang luas, tapi cukup untuk menyejukkan rumah. Dan insya Allah menyejukkan hati para penghuni rumah, juga hati tetangga sekitar.
O pantes. Yang berkomentar tentang kebun disebelah rumahku adalah orang2 kota yang rata-rata tinggal di perumahan perkotaan. Buktinya waktu dirumahku diadakan acara arisan atau pengajian untuk lingkungan kampung, tak ada dari mereka yang berkomentar. Karena halaman atau kebun disekeliling rumah mereka masih luas2.
33:27. Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.
9:24. Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
.
Sabtu, Januari 31, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar