Week end ini aku standby dirumah. Teman2 para gadis akan datang untuk dubbing dan aku diminta siap2 bila mereka butuh pertolongan. Teman2 Dyna datang hari Sabtu, sedangkan teman2 Kiki datang hari Minggu.
Aku sedang diatas ketika teman2 gadisku datang. Beraneka motor parkir dikebunku. Tak berapa lama mulailah terdengar riuh rendah ala remaja.
Kubiarkan mereka bereksperimen dan menyelesaikan tugas sekolah mereka.
Beberapa jam kemudian gadisku naik keatas dan minta tolong padaku karena ada yang tidak terekam. Aku bergegas turun menemui mereka. Dan melihatku turun mereka menyapaku.
“oom..” sapa mereka sambil menyalamiku.
“Pak.. eh oom” salah seorang teman keceplosan memanggilku bapak
Gerr, teman2 gadisku tertawa meledek “Emangnya Pak Guru..”
Lalu mereka tanpa rasa sungkan atau ewuh pakewuh langsung ngobrol dan nyambung denganku.
Aku tersenyum2 menyambut mereka. Beberapa diantaranya sudah kukenal, tetapi banyak yang belum kukenal. Saat salaman mereka berdiri dan wow, aku terkagum-kagum. Yang cewek2 sudah sama tinggi denganku, sedangkan yang cowok2 sudah lebih tinggi dariku. Padahal mereka baru kelas 1 SMA dan masih berpotensi nambah tinggi lagi.
Alhamdulillah, perbaikan generasi. Dulu generasi kamipun lebih tinggi dari ibu bapak kami, sekarang generasi anak kami akan lebih tinggi dari kami. Dulu generasi kami membongkar budaya menundukkan kepala bila berbicara dengan orang yang lebih tua. Sekarang generasi gadisku malah berbicara kepadaku seolah aku temannya.
Wow, beginilah estafet generasi.
25:74. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
.
Senin, Februari 09, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar