Selasa, Februari 17, 2009

Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

Aku tak punya kado khusus untuk istri di valentine ini. Hanya sebuah penegasan untuk “Yes for Monogami”, bagai merpati yang setia pada pasangannya.

Aku kembali merangkai ayat-ayat Quran, yang dengan indahnya mengalir, mulai dari pemahaman tentang fitrah manusia sebagai makhluk yang bisa poligami, lalu mengarah pada dorongan untuk bermonogami, karena laki-laki tak kan pernah bisa adil. Lalu penjelasan mengenai kisah poligami Nabi Muhammad yang dia sendiri risih, tetapi dia harus menghapus kebiasaan salah masa lalu. Dan bahwa yang dilakukan Nabi dalam hal perkawinan tidak untuk diikuti oleh umatnya.

Istriku bahagia, dan aku bahagia bisa membahagiakan istri.

“Sebaiknya dimana ada kesempatan, kita harus memperjuangkan “Yes for Monogami” kepada umat islam. Dan menyampaikan kepada sekeliling kita” usulku pada istriku.

Ada gak caleg yang mengkampanyekan Monogami ?

4:129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri- istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4:3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

33:50. Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


.

Tidak ada komentar: