“Ap, nanti bantuin setting biar bisa dubbing ya?” gadis minta tolong. Teman2 mereka mau datang ke rumah untuk membuat rekaman sandiwara tugas sekolah.
Istriku dan aku mempersiapkan dan mencoba rekaman. Ketika dicoba2, ternyata bisa merekam dari VCD karaoke ke cassette. Kami jadi ingat rekaman karaoke tahun 89-91 saat masih pacaran. Aku dan calon istriku menyanyikan lagu2 lawas. Istri mencari2 kaset lama dan menemukannya. Saat distel terdengarlah suara saat kami masih muda dulu, menyanyikan dengan lantang lagu-lagu seperti Daddys home, story book children, nobody’s child, aline, somewhere between, dan lagu sezaman lainnya.
Ada kerinduan untuk melakukan rekaman lagi. Beda dengan zaman dulu yang mengandalkan kaset karaoke dan harus melihat teks di kertas, saat ini zamannya VCD dan DVD dan membaca teks dilayar tivi. Setelah kupertimbangkan, daripada menyanyikan lagu-lagunya yang nada suaraku tidak sampai, maka aku memilih VCD karaoke Rosa dan Melly Goeslaw untuk.
Mulailah aku bertertiak teriak dan konsentrasi pada pitch control. Lagu-lagu Rosa aku lalap semua, sedangkan lagu Melly sebagian saja (yang tidak ada nada tingginya). Walhasil, jadilah aku rekaman 60 menit.
Mbak melihat dengan tersenyum2.
“Kalau dijual, suara bapak laku berapa ya ?” candaku
“Mana ada yang mau beli”, ledek mereka
Laku tidak laku, menurutku suaraku oke juga. Walaupun agak sember, tapi setidaknya tidak kehabisan napas waktu menyanyi.
Esoknya sepulang dari kantor, istriku menyetel kaset. Rupanya istriku juga rekaman. Dan diantara rekaman itu ada suara Mbak yang juga ikut menyanyi beberapa lagu.
“Ha ha ha. Ini sih jauh.. bisa makin nggak laku nih ..” sindirku. Dan kami adu argumen suara siapa yang lebih baik.
"Sesama penyanyi karbitan dilarang saling menjelekkan, karena memang sudah jelek"
Saat menjemput anak-anak kursus, kubawa kaset rekamanku dan di distel dimobil. Anak-anakku turut bernyanyi, membuatku bangga.
“Bukan suara Ap yang enak, tetapi lagunya Rosa dan Melly memang enak2”, kata mereka terkekeh menyindirku.
31:19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
.
.
Senin, Februari 09, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar