Aku memang agak kuper dalam hal berita terkini. Istriku menyampaikan tentang adanya bocah yang bisa menyembuhkan orang lumpuh hanya dengan minum air yang dicelup batu ‘petir’.
Bocah itu bernama Ponari, kelas 3 SD, yang menemukan batu saat dia sedang main hujan-hujanan. Ceritanya sih, pada saat menemukan batu itu, ada petir dan si bocah Ponari merasa kepalanya panas.
Hebatnya media massa saat ini. Kisah kesaktian Ponari segera tersebar luas. Maka berbondong-bondonglah orang datang untuk berobat kepadanya, dan mengharapkan keajaiban kesembuhan.
Praktek pengobatan Ponari dibantu dan dimanfaatkan oleh tetangga dan lingkungan sekitarnya. Karena para pengunjung dipungut iuran yang sebagian besarnya untuk lingkungan dan sebagian untuk Ponari. Pasien yang membludak membuat Ponari ‘dilarang’ sekolah karena harus ‘kejar tayang’
Lalu muncullah komentar dari para tokoh supranatural, tokoh agama, tokoh hak azasi anak, tokoh masyarakat, dan tokoh keamanan.
“Bener gak Ap, ada batu ajaib yang bisa menyembuhkan?”, si bungsu bertanya
“Hanya Allah yang tahu, ilmu Ap belum sampai kesana. Yang Ap tahu, madu dari lebah itu bisa menyembuhkan. Trus kalau Ap sakit, ya istirahat, minum obat, makan yang baik, terus olahraga dikit-dikit, sambil berdoa kepada Allah supaya disehatkan kembali”, jawabku
“Berarti Ponari itu ilmunya hebat dong..”, kata anakku
“Setahu Ap, orang yang hebat dan bisa menyembuhkan secara ajaib adalah Nabi Isa”. Lalu aku ceritakan kehebatan Nabi Isa dalam menyembuhkan dan menghidupkan orang.
16:69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
5:110. (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata."
.
Jumat, Februari 20, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar